All New Alphard HEV

All New Alphard HEV

Starting FromRp1.407.300.000

Explore Get Your Offer
New GR Supra

New GR Supra

Starting FromRp2.237.600.000

Explore Get Your Offer
All New GR 86

All New GR 86

Starting FromRp1.016.800.000

Explore Get Your Offer
New Hilux D Cab

New Hilux D Cab

Starting FromRp448.600.000

Explore Get Your Offer
New Dyna

New Dyna

Starting FromRp398.400.000

Explore Get Your Offer
New Hiace Premio

New Hiace Premio

Starting FromRp659.700.000

Explore Get Your Offer
All New Voxy

All New Voxy

Starting FromRp615.000.000

Explore Get Your Offer
New Hilux S Cab

New Hilux S Cab

Starting FromRp283.700.000

Explore Get Your Offer
All New Vios

All New Vios

Starting FromRp369.900.000

Explore Get Your Offer
All New Avanza

All New Avanza

Starting FromRp239.700.000

Explore Get Your Offer
All New Veloz

All New Veloz

Starting FromRp292.900.000

Explore Get Your Offer
New Camry

New Camry

Starting FromRp809.800.000

Explore Get Your Offer
New Camry HEV

New Camry HEV

Starting FromRp945.400.000

Explore Get Your Offer
New Calya

New Calya

Starting FromRp167.300.000

Explore Get Your Offer
All New BZ4X BEV

All New BZ4X BEV

Starting FromRp1.190.000.000

Explore Get Your Offer
Compare Models

Click Models menu above to close

Models

news_4874TIPS

Dilarang Mengemudi Nonstop Saat Balik Lebaran Meskipun Ada Dua Pengemudi, Lebih Melelahkan Ketimbang Waktu Mudik

Dilarang Mengemudi Nonstop Saat Balik Lebaran Meskipun Ada Dua Pengemudi, Lebih Melelahkan Ketimbang Waktu Mudik

Setelah melakukan libur atau mudik Lebaran, sekarang saatnya untuk balik atau pulang ke rumah dan kembali beraktivitas. Meski demikian, mohon untuk tidak langsung berkendara tanpa mempersiapkan segala sesuatu demi keselamatan di jalan.

Dilansir dari Kompas.com, salah satu solusinya adalah 2 orang bergantian mengemudi. Pergantian dilakukan selang beberapa waktu sekali atau setelah mencapai jarak tertentu, misalnya sopir A menyetir pertama, kemudian beristirahat dan digantikan sopir B.

Walaupun terdengar efisien, ternyata masih cukup banyak masyarakat yang keliru saat menerapkan metode berkendara ini. Bukannya jadi aman, malah justru membahayakan. Karena dua orang, maka perjalanan dilakukan nonstop tanpa istirahat sama sekali.

Pastikan kedua pengemudi sudah tidur pulas satu hari sebelum berangkat balik dengan durasi minimal 8 jam. Ingat, Anda sudah lelah ketika perjalanan mudik, ditambah menghabiskan waktu untuk silaturahmi atau rekreasi di kampung halaman yang menyita tenaga.

Tubuh akan sangat lelah dalam berkendara balik, padahal tingkat kemacetan akan sama bahkan dapat lebih parah. Berkaca dari pengalaman arus mudik dan balik tahun sebelumnya, potensi macet jauh lebih parah saat arus balik karena pemudik memilih waktu berangkat yang relatif sama.

Kedua sopir wajib memiliki waktu istirahat optimal setelah mengemudikan mobil dalam waktu lama. Poin ‘istirahat optimal’, yakni harus berupa tidur dengan durasi minimal 30 menit atau lebih setelah mengemudi selama 120 menit alias dua jam.

Kenapa harus berhenti dan tidur? Karena kalau tidurnya di mobil dalam posisi bergantian berkendara, ada kemungkinan tidur pengemudi tidak nyenyak dan badan belum sempat beristirahat. Belum lagi kalau ada gangguan sehingga sulit memejamkan mata.

Oleh sebab itu, ketika istirahat jangan hanya bergantian pengemudi. Pastikan pengemudi pertama dapat tidur terlebih dahulu setidaknya 30 menit supaya badannya kembali bugar. Aktivitas tidur dapat dilanjutkan ketika mobil mulai melaju kembali.

Jangan paksakan mengemudi nonstop tanpa jeda istirahat. Kedua pengemudi sebaiknya berhenti dan beristirahat setelah melakukan dua shift mengemudi, atau sekitar delapan jam. Usahakan tidur lebih lama, supaya tubuh bisa pulih kembali.

Persiapkan Mobil Sebelum Balik Lebaran

Sama dengan tubuh, mobil juga punya risiko mengalami kelelahan saat mudik yang akan berimbas dalam perjalanan balik yang tidak kalah melelahkan. Bedanya, obat mobil bukanlah tidur, melainkan pemeriksaan aspek teknis guna menghindari risiko masalah di jalan.

Ban pegang prioritas utama untuk diperiksa. Paling mendasar adalah pengecekan tekanan udara ban sebelum balik Lebaran. Bersihkan telapak ban dari kerikil agar tidak sampai merusak anyaman kawat baja ban, serta cek kondisi pelek.

Sedikit repot, lakukan pemeriksaan kaki-kaki dan kolong mobil. Lakukan spooring dan balancing di bengkel resmi Toyota di kampung halaman bila terdeteksi ketidaknyamanan di sistem kemudi. Cek ulang cairan penting seperti oli mesin dan transmisi, rem dan kopling, minyak power steering, air wiper, AC, dan air aki.


Back to top