Toyota Astra Mototr Indonesia - Ban Tetap Layak Pakai Meski Sudah Lewat Masa Garansi, Asal...

Tips

09 April 2019

Ban Tetap Layak Pakai Meski Sudah Lewat Masa Garansi, Asal...

By Salsa

Kode produksi pada ban bisa menandakan habisnya masa jaminan ban dari pihak pabrikan kepada konsumen.

Biasanya masa jaminan itu akan hangus dalam masa lima tahun sejak ban tersebut diproduksi.

Contoh bila ada kode produksi “0414”, artinya pada minggu ke 4 di tahun 2014 ban tersebut diproduksi.

Bila saat ini sudah bulan April 2019, artinya masa berlaku garansi ban tersebut sudah habis karena usianya sudah lebih dari 5 tahun di bulan Januari 2019 silam.

Tapi perlu dicatat, itu bukan berarti ban telah melewati masa kedaluwarsa dan tidak bisa lagi dipakai.

Asal kamu selalu menjaga kondisi ban, maka tidak masalah meski masa jaminan dari produsen telah habis.

Lantas, bagaimana cara menjaga agar ban tetap layak pakai meski masa jaminan produsen ban sudah habis?

1. Periksa tekanan angin ban

Kamu bisa melakukan langkah ini cukup sebulan sekali, pun sekarang banyak pom bensin menawarkan jasa isi tekanan angin ban.

Ban yang kekurangan tekanan menyebabkan mobil jadi berat dan sulit bergerak sehingga konsumsi BBM jadi boros karena mesin bekerja lebih berat.

Selain itu, bagian sisi telapak ban juga jadi lebih cepat botak karena tekanan bertumpu di sekitar dinding ban.

Dan jangan salah, tekanan ban yang lebih rendah membuat ban punya potensi meledak lebih besar karena mendapatkan tekanan yang lebih tinggi.

Meski demikian, tekanan angin ban juga tidak boleh berlebih sebab akan mengurangi kenyamanan karena terlalu keras.

Ban juga lebih botak di sisi tengah karena tumpuan terpusat di sana.

Selain itu, laju kendaraan juga lebih sulit dikendalikan karena cengkeraman ban terpusat di tengah telapak ban yang tidak menapak sempurna ke aspal karena kelebihan tekanan.

2. Periksa kedalaman alur ban

Biasanya, kedalaman alur ban itu sekitar 1,6 mm ditandai oleh tonjolan di alur ban yang diberi nama Tread Wear Indicator (TWI).

Segera ganti ban bila tanda tersebut sudah sejajar dengan tinggi telapak ban.

Letak TWI yang ada di beberapa titik ban juga bisa menjadi gambaran mengenai tingkat keausan ban.

Jika tidak merata, bisa jadi ada masalah di sektor suspensi dan kemudi.

3. Rotasi ban

Disarankan untuk melakukan rotasi ban setiap 10.000 km sekali, atau sama dengan jangka waktu servis berkala dan sudah termasuk ke dalam pekerjaan servis berkala bengkel resmi Toyota.

Rotasi membuat seluruh ban ‘merasakan’ tugas dan tanggungjawab yang sama sehingga harapannya tingkat keausan ban dapat merata.

 Apalagi ada kecenderungan ban depan lebih cepat habis telapaknya lantaran memegang beban paling besar saat mobil bergerak.

4. Periksa tutup pentil ban

Tugas ini memang sepele, karena apalah artinya tutup pentil ban.

Namun faktanya, secara perlahan angin akan keluar lewat pentil jika tidak ditutup.

5. Periksa kondisi pelek

Jika sampai terjadi sesuatu pada pelek, seperti bibir pelek pecah, hampir pasti ban mobil akan mendapatkan tekanan sangat berat saat kejadian.

Bisa saja ban jadi rusak, seperti dinding ban benjol atau robek.

Pelek yang rusak juga membuat keseimbangan ban berubah dan kamu harus melakukan proses balancing.

Bahkan jika kerusakannya terlalu berat, malah bisa harus ganti pelek.

6. Rutin spooring dan balancing

Spooring dilakukan untuk mengatur keselarasan kaki-kaki mobil.

Suspensi yang baik akan meringankan kerja ban dan memudahkan pengendalian.

Sementara balancing membuat putaran ban pada pelek tetap stabil dan membuat mobil dapat bergerak aman saat kecepatan tinggi tanpa khawatir terjadi sesuatu pada ban.

Nah, semua proses tersebut dapat Anda lakukan saat servis berkala di bengkel resmi Toyota.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

top article

Shopping Tools