Toyota Astra Mototr Indonesia - Ingat Keluarga Tercinta, Hindari Hal Ini Saat Berkendara di Musim Mudik Lebaran

Tips

11 Juni 2018

Ingat Keluarga Tercinta, Hindari Hal Ini Saat Berkendara di Musim Mudik Lebaran

By Santo

Jangan pernah anggap enteng berkendara saat mudik lebaran. Mengapa? Karena ada anggota keluarga tercinta yang ikut di dalam mobil kamu.

Oleh sebab itu, berlaku bijaklah saat berkendara di musim mudik lebaran karena potensi kecelakaan mengintai setiap saat. Bisa dari kondisi jalan, kendaraan, bahkan diri kamu sendiri.

Bicara pengemudi, sebenarnya kamulah yang punya peran sangat besar untuk menentukan apakah perjalanan mudik kamu dapat berjalan lancar dan aman.

Mengapa? Karena kunci keselamatan berkendara ada di diri sopir. Sopir yang menerapkan prinsip safety driving punya risiko celakan lebih kecil.

Oleh sebab itu, perhatikan bebrapa perilaku kurang baik berikut ini saat kamu mudik ke kampung halaman.

Pertama adalah melakukan kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara, yaitu mengoperasikan ponsel sambil menjalankan kendaraan.

Perilaku buruk mengoperasikan telepon seluler saat mengendarai mobil menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kecelakaan lalulintas di Indonesia.

Berkendara sambil telepon, SMS-an, makan dan minum ketika berkendara masuk dalam kategori distractive driving dan sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan.

Kedua, berkendara terlalu cepat sehingga sulit memberikan reaksi jika terjadi sesuatu. Saking cepatnya, kamu tidak sempat bereaksi untuk keselamatan.

Ketiga, tidak memperhatikan marka jalan. Padahal marka jalan dibuat dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar untuk menjaga seluruh pengguna jalan dari kemungkinan celaka.

Faktor lainnya yang menjadi penyebab utama kecelakaan adalah melanggar lalu lintas dengan kesadaran sendiri. Contohnya adalah menerobos lampu merah dan melawan arus.

Selain itu adalah pengemudi di bawah umur yang belum stabil secara emosi dapat menjadi penyebab kecelakaan di jalan. Termasuk pula berkendara di bawah pengaruh alkohol.

Tapi bukan berarti pengemudi dewasa bisa sepenuhnya menjaga emosi. Makanya, kamu harus bisa mengendalikan emosi di jalan supaya tidak memancing keributan.

Mobil yang dimodifikasi juga punya andil dalam menyumbang risiko terjadinya kecelakaan. Seperti penggunaan ban tipis dan suspensi yang diturunkan.

Padahal saat mudik beban mobil lumayan besar. Pun kendaraan dari pabrik sudah didesain sedemikian rupa dengan memperhitungkan faktor keselamatan.

Fakta lain, penggunaan sabuk pengaman atau safety belt ternyata bisa mengurangi risiko fatalitas kecelakaan hingga 61 persen. Di lain sisi, kesadaran untuk menggunakannya masih sangat rendah.

Nah, apakah ada di antara perilaku di atas yang ada pada diri kamu? Demi keselamatan berkendara, hilangkan perilaku buruk tersebut dan terapkan prinsip safety driving.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

Shopping Tools