Toyota Astra Mototr Indonesia - Inilah Tips Cara Menjaga Kondisi Ban Supaya Awet dan Aman, Nomor 1 Jangan Sampai Lolos!

Tips

05 November 2018

Inilah Tips Cara Menjaga Kondisi Ban Supaya Awet dan Aman, Nomor 1 Jangan Sampai Lolos!

By Santo

Ban tidak hanya berputar, ia pegang peran sangat penting karena tugasnya menopang beban mobil beserta isinya.

Ban juga yang menggerakkan mobil, mengarahkan laju, serta menghentikannya saat dibutuhkan.

Sedikit saja masalah pada ban, bukan hanya merepotkan, namun juga nyawa menjadi taruhannya.

Kamu harus selalu merawat ban agar tetap dapat bekerja optimal, menghindari dari kerusakan, dan terjaga usia pakainya.

Apa saja yang harus kamu lakukan untuk menjaga kondisi ban?

1. Periksa tekanan angin ban

Jangan pernah anggap sepele pemeriksaan tekanan angin ban.

Ban yang kekurangan tekanan menyebabkan mobil jadi berat dan sulit bergerak sehingga konsumsi BBM jadi boros karena mesin bekerja lebih berat.

Selain itu, bagian tengah telapak ban juga jadi lebih cepat botak karena tekanan bertumpu di sana.

Dan jangan salah, tekanan ban yang lebih rendah membuat ban punya potensi meledak lebih besar karena dinding ban mendapatkan tekanan yang lebih tinggi daripada seharusnya.

Tekanan angin ban juga tidak boleh berlebih sebab akan mengurangi kenyamanan karena terlalu keras dan ban lebih botak di sisi tengah karena terpusatnya tumpuan.

Selain itu, laju kendaraan juga lebih sulit dikendalikan karena cengkeraman ban terpusat di tengah telapak ban yang tidak menapak sempurna ke aspal karena kelebihan tekanan.

2. Periksa alur telapak ban

Biasanya, kedalaman alur ban itu sekitar 1,6 mm, ditandai oleh tonjolan di alur ban yang diberi nama Tread Wear Indicator (TWI).

Segera ganti ban bila tanda tersebut sudah sejajar dengan tinggi telapak ban.

Letak TWI yang ada di beberapa titik ban juga bisa menjadi gambaran mengenai tingkat keausan ban.

Jika tidak merata, bisa jadi ada masalah di sektor suspensi dan kemudi.

3. Rotasi ban

Disarankan untuk melakukan rotasi ban setiap 10.000 km sekali.

Rotasi membuat seluruh ban ‘merasakan’ tugas dan tanggungjawab yang sama sehingga tingkat keausan ban dapat merata.

Apalagi ada kecenderungan ban depan lebih cepat habis telapaknya lantaran memegang beban paling besar saat mobil bergerak.

4. Periksa tutup pentil ban

Tugas ini memang sepele, karena apalah artinya tutup pentil ban.

Namun faktanya, secara perlahan angin akan keluar lewat pentil jika tidak ditutup.

5. Periksa kondisi pelek

Jika sampai terjadi sesuatu pada pelek, seperti bibir pelek pecah, hampir pasti ban mobil akan mendapatkan tekanan sangat berat saat kejadian.

Bisa saja ban jadi rusak, seperti dinding ban benjol atau robek.

Pelek yang rusak juga membuat keseimbangan ban berubah dan kamu harus melakukan balancing.

Bahkan jika kerusakannya terlalu berat, malah bisa harus ganti pelek.

6. Safety driving

Jika kamu sering melakukan manuver agresif, akselerasi penuh, atau mengerem mendadak, telapak ban akan cepat habis.

Begitu juga bila kamu kurang mengindahkan polisi tidur atau lubang di jalan, ada risiko dinding ban, bahkan hingga pelek dan kaki-kaki mobil akan mengalami kerusakan.

Termasuk jika kamu mengisi mobil dengan muatan berlebih. Intinya, prinsip safety driving juga mempengaruhi usia ban mobil kamu.

7. Spooring dan balancing

Spooring dilakukan untuk mengatur keselarasan kaki-kaki mobil.

Suspensi yang baik akan meringankan kerja ban dan memudahkan pengendalian.

Sementara balancing membuat putaran ban pada pelek tetap stabil.

Ini membuat mobil dapat bergerak aman saat kecepatan tinggi tanpa khawatir terjadi sesuatu pada ban.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

Shopping Tools