Toyota Astra Mototr Indonesia - Jangan Salah Ganti Oli, Begini Cara Rawat Transmisi CVT Toyota

Tips

09 April 2019

Jangan Salah Ganti Oli, Begini Cara Rawat Transmisi CVT Toyota

By Salsa

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, saat ini transmisi CVT (Continous Variable Transmission) sudah jamak dipakai oleh produk Toyota di Indonesia.

Dari model menengah Toyota Yaris dan Vios, hingga model mewah Toyota Voxy dan Camry generasi terbaru.

Dari sisi desain konstruksi, transmisi CVT ini mengandalkan sabuk baja yang diputar oleh sepasang puli untuk meneruskan daya dari mesin ke roda.

Asyiknya, desain transmisi CVT terbilang ringkas dan ringan karena sudah tidak ada lagi deretan rasio gigi ala matik konvensional.

Desain ringkas membuat insinyur Toyota dapat merancang ruang mesin yang lebih kompak sehingga bisa dikompensasikan untuk membuat kabin lebih lega dan nyaman.

Lantas, bagaimana dengan perawatan?

Transmisi jenis ini terbilang minim perawatan karena punya usia pakai komponen yang termasuk tinggi.

Meski demikian, ada beberapa hal mesti kamu perhatikan sebagai pemilik mobil.

Salah satu benefit dari transmisi CVT adalah komponen utama terdiri dari puli pemutar dan sabuk baja yang tidak membutuhkan banyak pelumasan.

Beda dengan transmisi otomatis biasa yang seluruh gigi wajib dilumasi.

Sehingga fungsi dan cara kerja antara keduanya pun berbeda.

Transmisi matik konvensional butuh oli dengan spesifikasi lebih ‘berat’ ketimbang transmisi CVT.

Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan oli transmisi disesuaikan dengan karakteristik atau spesifikasi standar pabrik agar transmisi matik CVT kamu tetap awet.

Pelumas transmisi CVT perlu spesifikasi khusus dengan tanda “Oli CVT” yang memang dibuat khusus untuk transmisi CVT.

Makanya, jangan sampai tertukar dengan oli transmisi biasa.

Karena umumnya oli transmisi matik biasa tingkat pelumasannya tinggi sehingga risikonya transmisi matik CVT bisa selip dan tenaga langsung terasa kurang.

Saat jalan mobil akan terasa seperti loncat, atau bahkan tidak bisa jalan sama sekali kalau kondisinya sudah sangat buruk.

Segera hubungi bengkel resmi Toyota terdekat kalau kamu mengalami situasi seperti ini.

Untuk penggantian pelumas sendiri, oli transmisi CVT termasuk dalam kategori long life period bila mengacu pada buku manual.

Tapi dalam kondisi nyata, hal tersebut tidak bisa dipakai sebagai patokan baku.

Sebaiknya kamu mengganti oli transmisi CVT setiap 100.000 km, dengan catatan jalan yang kamu lalui setiap hari masuk dalam kategori lancar dan tidak ada macet.

Tapi rasanya hal tersebut sulit kesampaian di Indonesia, apalagi di kota-kota besar.

Untuk memastikan kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli transmisi CVT, kamu bisa diskusikan dengan service advisor bengkel resmi Toyota ketika servis berkala.

Dengan mempertimbangkan kondisi pemakaian setiap hari, mereka akan memberikan rekomendasi waktu penggantian yang pas agar oli transmisi CVT mobil Toyota kamu selalu terjaga kualitasnya.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

Shopping Tools