MPV
Card image cap
All New Veloz

Starting From
Rp278.700.000

Find Out More
Card image cap
All New Avanza

Starting From
Rp228.300.000

Find Out More
Card image cap
New Alphard

Starting From
Rp1.133.150.000

Find Out More
Card image cap
New Vellfire

Starting From
Rp1.305.100.000

Find Out More
Card image cap
New Venturer

Starting From
Rp476.800.000

Find Out More
Card image cap
New Kijang Innova

Starting From
Rp355.000.000

Find Out More
Card image cap
New Calya

Starting From
Rp146.190.000

Find Out More
Card image cap
New Sienta

Starting From
Rp310.200.000

Find Out More
Card image cap
All New Voxy

Starting From
Rp510.850.000

Find Out More
SEDAN
Card image cap
New Vios

Starting From
Rp287.200.000

Find Out More
Card image cap
All New Corolla Altis

Starting From
Rp438.300.000

Find Out More
Card image cap
New Camry

Starting From
Rp657.050.000

Find Out More
SUV
Card image cap
Land Cruiser

Starting From
Rp2.327.800.000

Find Out More
Card image cap
New Rush GR Sport

Starting From
Rp245.500.000

Find Out More
Card image cap
All New Raize GR Sport

Starting From
Rp273.350.000

Find Out More
Card image cap
New Fortuner GR Sport

Starting From
Rp521.600.000

Find Out More
Card image cap
All New Corolla Cross

Starting From
Rp463.510.000

Find Out More
Card image cap
All New C-HR

Starting From
Rp517.300.000

Find Out More
HYBRID
Card image cap
All New C-HR Hybrid

Starting From
Rp563.040.000

Find Out More
Card image cap
New Camry Hybrid

Starting From
Rp787.050.000

Find Out More
HATCHBACK
Card image cap
New Agya GR Sport

Starting From
Rp149.200.000

Find Out More
Card image cap
New Yaris GR Sport

Starting From
Rp290.100.000

Find Out More
COMMERCIAL
Card image cap
New Hilux D Cab

Starting From
Rp491.350.000

Find Out More
Card image cap
Dyna

Starting From
Rp328.600.000

Find Out More
Card image cap
All New Hiace Premio

Starting From
Rp596.520.000

Find Out More
Card image cap
New Hilux S Cab

Starting From
Rp254.750.000

Find Out More
CORPORATE INFORMATION
TECHNOLOGY
OWNERSHIP
PRESSROOM
MOBILE INFO

Perbedaan Istilah PPnBM dan PPN yang Dikenakan Saat Pembelian Mobil Baru

Perbedaan Istilah PPnBM dan PPN yang Dikenakan Saat Pembelian Mobil Baru

Sekarang kamu pasti sudah akrab dengan istilah PPnBM karena adanya diskon pajak tersebut untuk beberapa model mobil di tahun 2021 ini.

Sebenarnya, apakah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) tersebut? Apa bedanya dengan PPN?

Sebagai penjelasan, PPnBM adalah pungutan tambahan setelah atau di samping Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Melihat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009, besaran PPnBM ditetapkan paling rendah 10 persen dan paling tinggi 200 persen.

PPN dipungut pada tiap lini transaksi sejak awal barang keluar dari tempat produksi, lalu pada proses distribusi, selanjutnya pada transaksi penjual antar level, hingga sampai ke tangan konsumen. 

Sementara itu, PPnBM hanya dipungut sekali saja, yakni pada saat impor barang kena pajak yang termasuk kategori mewah, atau penyerahan barang terkait yang dilakukan produsen dalam negeri.

Perbedaan lainnya, PPN merupakan pajak tidak langsung karena dipotong saat transaksi dan ditanggung oleh konsumen atau pembeli.

Sementara PPnBM disetorkan oleh produsen atau pihak penjual alias jadi pajak langsung karena besaran pajak penjualan tersebut nantinya dibebankan kepada konsumen atau pembeli dalam harga jual.

Selain itu, PPN dikenakan hampir di segala jenis produk yang diperjualbelikan.

Sementara PPnBM dikenakan pada barang yang masuk kategori mewah  seperti mobil, perhiasan, pesawat udara, dan sejumlah barang mewah impor lainnya. 

Sebuah barang dapat dikatakan mewah dan bisa dikenai PPnBM apabila memenuhi salah satu unsur berikut ini:

1. Barang yang bukan merupakan kebutuhan pokok.

2. Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat tertentu.

3. Barang yang hanya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi.

4. Barang yang dikonsumsi hanya untuk menunjukkan status atau kelas sosial.

Mengutip penjelasan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang PPN Nomor 42 Tahun 2009, PPnBM diterapkan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dan konsumen yang berpenghasilan tinggi.

2. Pengendalian pola konsumsi barang kena pajak yang tergolong mewah.

3. Perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional.

4. Mengamankan penerimaan negara.

Wacana Insentif PPnBM Kendaraan Secara Permanen

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewacanakan subsidi PPnBM 0 persen terhadap produk otomotif dipermanenkan.

Namun, hal tersebut dilakukan dengan syarat utama penggunaan komponen lokal atau local purchase mencapai 80 persen.

Usulan ini muncul dengan mempertimbangkan hasil dari insentif pajak penjualan 0 persen untuk sejumlah mobil berhasil mendongkrak sektor otomotif pada 2021, baik dalam hal produksi maupun penjualannya.

Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi hingga 2,35 juta unit per tahunnya, serta mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38.000 orang.

Total investasi yang sudah masuk mencapai angka Rp 140 triliun dan memberikan penghidupan kepada hingga 1,5 juta orang yang bekerja di seluruh mata rantai industri otomotif.

Saat ini produk otomotif Indonesia telah berhasil diekspor ke lebih dari 80 negara.

Selama Januari-Oktober 2021 tercatat sebanyak 235.000 unit kendaraan CBU dengan nilai sebesar Rp 43 triliun, 79.000 set CKD dengan nilai Rp 1 triliun, dan 72 juta unit komponen dengan nilai Rp 24 triliun.

 


Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only

Konsultasi
Pembelian

Pricelist

Booking
Service

Credit
Simulation