• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 321.100.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 1.216.950.000
Starting at
Rp 258.100.000
Starting at
Rp 212.900.000
Starting at
Rp 506.750.000
Starting at
Rp 1.064.550.000
Sedan
Starting at
Rp 252.400.000
Starting at
Rp 649.250.000
SUV
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Starting at
Rp 240.500.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 144.900.000
Starting at
Rp 248.300.000
Commercial
Starting at
Rp 317.650.000
Starting at
Rp 246.750.000
Sport
Starting at
Rp 2.191.220.000
Starting at
Rp 830.000.000

Lifestyle

10 Perilaku Mengemudi yang Berbahaya dan Bisa Mengakibatkan Kecelakaan di Jalan

By IndriTraveller

Kamu pasti pernah melihat pengguna jalan yang tidak disiplin dan taat peraturan lalu lintas.

Sebagai pihak yang taat peraturan lalu lintas, kamu terbawa image buruk karena pengendara lain yang tidak disiplin di jalan.  

Oleh karena itu, kamu wajib paham cara mengemudi mobil yang tidak baik dan bisa mengundang kecelakaan.

1. Tidak mengurangi kecepatan saat keluar dari jalan lebih kecil

Cara mengemudi mobil yang kurang tepat pertama adalah tidak melihat situasi ketika akan keluar dari gang atau jalan kecil.

Banyak kecelakaan terjadi karena pengguna jalan tidak mau berhenti terlebih dahulu saat akan keluar dari jalan kecil menuju jalan raya yang padat kendaraan.

Pengguna jalan raya pasti sulit menghindar dari keadaan ini dan kecelakaan tidak dapat dihindari.

Hentikan mobil kamu di ujung persimpangan, tengok kanan dan kiri, baru melaju jika kondisi jalan sudah aman.

2. Membuang sampah ke jalan

Terlihat sepele, namun perilaku seperti ini tidak dibenarkan karena berpotensi membahayakan pengendara lain.

Ketika kamu melemparkan sisa makanan atau botol minuman ke jalan, dapat membahayakan pengguna jalan lain.

Seperti tisu atau botol minuman yang mengenai kaca depan mobil atau kepala pengendara motor di belakang kamu.

Selain itu, perilaku ini juga membuat jalan kotor.

Selalu sediakan tempat sampah di dalam mobil dan buanglah ke tempat sampah ketika sampai ke rumah.

3. Berjalan lambat di jalur paling kanan

Cara mengemudi mobil yang tidak patut dicontoh berikutnya adalah berkendara di jalur kanan dengan kecepatan rendah.

Hal ini sangat mengganggu pengguna jalan lain yang melaju dengan kecepatan lebih tinggi karena sulit untuk mendahului.

Sebaiknya jika ingin berkendara dengan kecepatan rendah, ambil jalur sebelah kiri sehingga tidak menyulitkan pengguna jalan lain.

4. Belok tanpa menyalakan lampu sein

Di Indonesia masih sering ditemukan pengguna jalan yang tidak menyalakan lampu sein ketika hendak berbelok.

Cara mengemudi mobil yang baik dan benar adalah dengan menyalakan lampu sein ketika hendak berbelok atau mendahului kendaraan di depan.

Membiasakan diri menghidupkan lampu sein saat manuver akan sangat berguna karena pergerakan mobil kamu terpantau oleh pengguna jalan lainnya.

5. Mendahului kendaraan lain di tikungan

Risiko kecelakaan karena mendahului di tikungan biasanya terbilang fatal karena pengguna jalan dari arah lawan tidak menyadari kedatangan kendaraan lainnya.

Sebenarnya cara mengemudi mobil yang baik di tikungan adalah menahan diri dari keinginan mendahului walaupun kecepatan mobil lain di depan rendah.

Kamu tidak dapat melihat apa yang ada di depan mobil yang ingin didahului sehingga sangat berbahaya.

Makanya di jalan menikung diberi marka jalan berupa garis lurus tidak terputus untuk menjaga kamu supaya tidak melewati batas jalan.

6. Tidak menjaga jarak aman antar kendaraan

Cara mengemudi yang benar adalah dengan menjaga jarak aman antar kendaraan.

Ada trik khusus yang sangat berguna untuk memahami cara menjaga jarak aman yang benar.

Gunakan metode ‘jarak 3 detik’ dengan mengambil patokan obyek yang ada di tengah jalan seperti lampu penerang jalan.

Jika hitungan belum mencapai angka tiga sementara lampu penerang sudah kamu lewati, artinya jarak kamu terlalu dekat dengan mobil di depan.

Atau bisa menjaga jarak aman antar mobil dengan melihat ban belakang mobil di depan kamu.

Jika tidak terlihat, artinya jarak kamu dengan mobil di depan sudah dekat dan metode ini cocok dipakai untuk berkendara di jalan perkotaan.

7. Mengemudi di bahu jalan

Tahukah kamu bahwa bahu jalan dibuat bukan sebagai jalan, melainkan untuk kondisi darurat seperti mogok?

Namun tidak sedikit pihak yang mengemudi mobil di jalur bahu jalan, terutama saat jalan utama macet.

Kebiasaan buruk ini berpotensi membahayakan pengendara lain karena saat akan masuk ke jalur jalan bisa menabrak atau tertabrak kendaraan lain.

Di samping itu, ada risiko kamu menabrak mobil lain yang berhenti di bahu jalan lantaran ada kondisi darurat.

Selain tentunya risiko menambah panjang kemacetan jalan karena kamu harus menyerobot jalur orang lain untuk balik ke jalan utama.

8. Kurang fokus dan waspada

Fokus dan konsentrasi penuh sangatlah diperlukan dalam mengemudi mobil yang baik di jalan.

Jangan alihkan perhatian ke jalan dengan hal lain yang tidak penting seperti main ponsel.

Perhatikan selalu kondisi di sekitar mobil dari potensi bahaya seperti orang yang tiba-tiba menyeberang jalan.

9. Tidak patuh aturan dan rambu lalu lintas

Dengan alasan terburu-buru, dengan santainya kamu menerobos lampu merah.

Atau karena mengikuti mobil di depan, kamu berputar arah atau berbelok bukan pada tempatnya.

Kesalahan seperti ini dapat mengundang kecelakaan yang berakibat fatal.

Bagaimanapun beratnya kondisi jalan, tetaplah tenang dan patuh pada aturan dan rambu lalu lintas.

10. Tidak mampu mengendalikan emosi

Kondisi jalan di kota besar mudah memancing emosi dan itu bisa membahayakan kamu.

Orang yang terpicu emosinya tidak sanggup mengendalikan mobil dengan baik.

Oleh sebab itu, jangan mudah marah meski kamu dalam posisi benar sekalipun.

Jika ada masalah dengan pengguna jalan lain, segera hubungi polosi agar dapat ditangani dengan baik.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only