• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.115.200.000
Starting at
Rp 1.284.050.000
Starting at
Rp 326.400.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 594.600.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.013.820.000
Starting at
Rp 830.000.000

Lifestyle

Bahaya Melakukan Vaping di Dalam Mobil

By adminConnect

Melakukan vaping atau mengisap vape sedang menjadi tren saat ini, bahkan ketika mengemudi mobil sekalipun

Bagi sebagian orang, vape dijadikan sebagai pengganti rokok karena diklaim lebih baik untuk kesehatan tubuh.

Masalahnya, amankah mengisap vape di dalam mobil?

1. Mengganggu Pandangan Pengemudi

Vape menghasilkan asap atau uap dalam jumlah yang sangat banyak.

Sekali diembuskan, bisa langsung menutup pandangan kamu ke sekeliling mobil.

Meskipun kabut uap vape cepat menghilang, namun tetap saja bisa mengurangi konsentrasi saat menyetir.

Seperti diketahui, kehilangan konsentrasi ketika mengemudi berisiko mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Hal ini karena visibilitas pengemudi akan terganggu oleh asap atau uap yang dihasilkan vape.

Padahal, begitu silap sedikit saja, maka potensi kecelakaan sangat besar.

2. Mengurangi Kendali Atas Kendaraan

Selain itu, meski tidak ada bara api, tapi memegang vape berarti mengurangi daya kendali kamu pada setir dan perangkat lain di dasbor.

Misal, saat mau pindah gigi tapi tangan kiri pegang vape.

Atau saat ingin putar arah dimana butuh kendali penuh di setir tapi ada vape di tangan kanan.

3. Mengurangi Kewaspadaan

Sepele, namun situasi tersebut pasti mengurangi kewaspadaan kamu.

Misal, yang seharusnya melihat spion kanan saat mau balik arah, malah melihat ke arah konsol boks untuk meletakkan vape dahulu.

Dan di saat bersamaan ada motor menyalip dari kanan.

Karena lepas dari pantauan, kamu main putar kemudi saja ke kanan tanpa sadar ada motor di samping.

4. Mengalihkan Perhatian

Melakukan aktivitas selain mengemudi ketika berada di balik kemudi sebaiknya dihindarkan.

Karena perhatian kamu pasti akan teralihkan meskipun hanya dalam hitungan 1-2 detik saja.

Maka dari itu, selain vaping, kamu juga dilarang menggunakan ponsel saat mengemudi mobil.

Waktu yang terbuang akibat terdistraksinya perhatian sudah cukup untuk memicu kecelakaan ketika ada masalah di depan kamu.

Bahaya kan?

5. Residu Uap Menempel di Kaca Mobil

Dengan vaping dalam keadaan jendela tertutup juga dapat membuat kaca mobil kamu berkabut.

Hal ini disebabkan karena residu dari uap yang dihasilkan vape menempel pada kaca mobil.

Belum lagi potensi menempelnya uap kimia vape ke bagian lain kabin mobil seperti bangku dan plafon.

Baunya pasti akan tertinggal di dalam mobil kamu.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only