• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.115.200.000
Starting at
Rp 1.284.050.000
Starting at
Rp 326.400.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 594.600.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.013.820.000
Starting at
Rp 830.000.000

Technology

Daftar Fitur Toyota Safety Sense di All New Toyota Raize 1.0T GR Sport TSS

By adminConnect

Seluruh tipe Toyota Raize sudah dilengkapi fitur keamanan berupa rem dengan Anti-lock Braking System (ABS), Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA), Seatbelt Warning, Rear Parking Sensor, Rear Parking Camera, serta Alarm + Immobilizer.

Tipe 1.2 G, 1.0T G dan 1.0T GR Sport dilengkapi dual airbags, sementara tipe 1.0T GR Sport TSS memperoleh 6-airbags (driver+passanger+side+curtain) ditambah fitur Toyota Safety Sense (TSS).

Dalam daftarnya terdapat fitur Pre Collision System, Adaptive Cruise Control, Front Departure Alert, Lane Departure Assist, Pedal Missoperation Control, Rear Crossing Traffic Alert, dan Blind Spot Monitoring.

Fitur Toyota Safety Sense di Toyota Raize

Toyota Safety Sense (TSS) pada Toyota Raize 1.0T GR Sport TSS berusaha memberikan dukungan penuh pada pengemudi untuk mengawasi kondisi sekitar dari potensi bahaya dan sigap memberikan peringatan dini.

Jika dirasa penting, sistem akan berperan aktif mencegah kecelakaan dengan melakukan koreksi, seperti memutar kemudi atau melakukan pengereman untuk menghindar dari kecelakaan fatal.

Fitur TSS pada Toyota Raize mengikuti jejak Camry, Corolla Altis, dan Corolla Cross yang lebih dahulu memanfaatkannya.

1. Pre-Collision System

Pre-Collision System (PCS) mengandalkan sensor radar dan kamera untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil.

Jika sistem melihat adanya kemungkinan tabrakan, PCS akan memperingatkan pengemudi sehingga dapat melakukan manuver menghindar.

Bahkan, di saat genting andai tabrakan tidak mungkin dielakkan, sistem akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari kecelakaan.

2. Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control (ACC) merupakan pengembangan dari fitur cruise control.

ACC dapat memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman dengannya.

Memanfaatkan kamera di depan, ACC dapat memperhitungkan dimensi dan jarak kendaraan di depan dengan baik, termasuk membaca marka jalan.

Apabila ada mobil lain masuk ke jalur di depan secara tiba-tiba, sistem secara otomatis akan mengurangi kecepatan atau bahkan melakukan pengereman jika dirasa jaraknya sudah tidak aman.

3. Lane Departure Alert with Steering Control

Masih mengandalkan sensor kamera, Lane Departure Alert with Steering Control (LDA) membaca marka jalan, baik yang berwarna putih maupun kuning.

Untuk selanjutnya memberikan peringatan jika terjadi deviasi atau pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya.

Di titik kritis, misalnya ketika pengemudi mengalami microsleep dan mobil menjauh dari jalur, LDA akan mengoreksi posisi kemudi ke posisi normal.

Fitur LDA dan ACC sangat cakap dalam menjaga pengemudi dari risiko kelelahan saat perjalanan jauh atau lama, termasuk potensi celaka akibat teralihnya perhatian.

Namun, fitur tersebut tidak membuat pengguna boleh melepaskan tangan dari kemudi dan sistem akan memberikan peringatan bila pengemudi melakukannya.

Jangan memaksakan diri untuk mengemudi kalau fisik lelah.

4. Rear Cross Traffic Allert & Blind Spot Monitor

Rear Cross Traffic Allert (RCTA) dan Blind Spot Monitor (BSM) mendeteksi kendaraan atau obyek lain yang mendekat menggunakan sensor radar, untuk selanjutnya memperingatkan pengemudi dengan suara dan konfirmasi visual.

Fitur ini bekerja sebagai ‘mata’ tambahan bagi pengemudi di area blind spot atau tidak terlihat untuk menghindari kecelakaan.

RCTA efektif bekerja ketika mobil berjalan mundur saat keluar area parkir sementara BSM punya andil saat mobil pindah jalur di jalan raya.

5. Pedal Missoperation Control

Fitur Pedal Missoperation Control (PMC) memungkinkan pengaturan fungsi untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan penerapan pedal akselerator atau pedal gas dengan mengendalikan kecepatan mobil walaupun tidak ada penghalang.

Sistem akan menyalakan alarm peringatan dan membatasi distribusi tenaga sehingga laju mobil tertahan saat diyakini ada kesalahan dalam menekan pedal gas.

Terutama ketika pedal gas diinjak habis padahal dideteksi tidak ada kebutuhan untuk itu guna mereduksi potensi kecelakaan serius.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only