• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 435.500.000
Starting at
Rp 337.600.000
Starting at
Rp 362.700.000
Starting at
Rp 144.550.000
Starting at
Rp 197.700.000
Starting at
Rp 1.150.250.000
Starting at
Rp 247.750.000
Starting at
Rp 224.750.000
Starting at
Rp 501.800.000
Starting at
Rp 997.850.000
Sedan
Starting at
Rp 308.750.000
Starting at
Rp 641.900.000
SUV
Starting at
Rp 511.050.000
Starting at
Rp 2.181.250.000
Starting at
Rp 255.200.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 143.800.000
Starting at
Rp 263.400.000
Commercial
Starting at
Rp 306.800.000
Starting at
Rp 241.700.000
Sport
Starting at
Rp 2.158.500.000
Starting at
Rp 775.750.000

Technology

Fungsi dan Jenis Suspensi Mobil

By salsa

Sistem suspensi merupakan mekanisme yang diletakkan antara bodi atau rangka mobil dengan roda-roda.

Fungsi dari sistem suspensi pada mobil antara lain adalah agar dapat menahan guncangan, getaran, serta kejutan- kejutan yang dirasakan mobil saat berjalan.

Fungsi Suspensi Mobil

1. Meredam guncangan jalan.

2. Melindungi penumpang di dalam mobil serta barang-barang muatan di dalamnya.

3. Menambah stabilitas kendaraan.

4. Meneruskan gaya getaran serta gaya pengereman yang diakibatkan karena adanya pergesakan dari permukaan jalan dengan roda.

5. Menopang bodi mobil yang ada pada poros-poros serta menjaga hubungan geometris yang berkaitan dengan bodi dan roda.

Jenis Suspensi Mobil

Berikut ini sistem suspensi yang sering digunakan pada kendaraan beserta kelebihan dan kekurangannya.

1. Torsion Beam

Jenis suspensi ini dikategorikan sebagai suspensi semi-independen dan banyak diterapkan dalam compact car yang menggunakan penggerak roda depan.

Kelebihan dari sistem suspensi ini memang tidak rumit serta cukup ringan.

Selain itu torsion beam memang dikenal cukup empuk dan harganya pun terbilang ekonomis.

Namun sayangnya torsion beam memiliki keterbatasan mengatur chamber.

2. Spring Leaf

Bentuknya seperti gabungan dari beberapa batangan besi yang cukup lentur dengan susunan yang menumpuk.

Di Indonesia, sistem ini sering disebut sebagai per daun.

Kelebihan dari sistem suspensi ini memang dari konstruksinya yang cukup simple.

Sistem suspensi mobil ini kokoh serta bisa menahan beban yang cukup berat serta mendistribusikan semua beban muatan dengan merata.

Kekurangan dari sistem suspensi mobil ini memang kurangnya kenyamanan saat berkendara makanya cocok untuk angkutan berat seperti truk.

3. Macpherson Strut

Sistem suspensi ini cukup populer digunakan pada mobil-mobil yang ada di Indonesia.

Dimensi yang kompak, biaya murah, serta kinerja suspensi yang baik memang menjadi faktor pabrikan mobil lebih sering menggunakan sistem suspensi ini.

Namun sayangnya, ketika posisi gerak vertikal bisa mengubah posisi camber saat mobil berkendara sehingga bisa menimbulkan resiko body roll, getaran hingga ke rangka, dan lainnya.

Sehingga mau tidak mau pabrikan mobil yang menggunakan komponen tambahan yang bisa meredam getaran dan suara yang ditimbulkan.

4. Multilink

Suspensi ini menggunakan beberapa lengan membujur dan lengan lateral, yang bisa beraksi ketika menyesuaikan panjang, renggang, serta tekanan yang diterima.

Kelebihan dari jenis suspensi mobil ini adalah memiliki fleksibilitas yang baik sehingga bisa menyesuaikan sudut posisi roda dengan jalanan yang dilalui kendaraan.

Alhasil, sistem ini dikenal empuk dalam meredam guncangan dan membuat mobil mudah untuk dikendalikan.

Namun sayangnya sistemnya terbilang cukup rumit dan harganya mahal.

5. Double Wishbone

Sistem suspensi ini bisa dikatakan paling terbaik, hal ini dikarenakan mobil bisa meredam tekanan dengan baik.

Selain itu, desain sistem suspensi ini memang bisa menjaga posisi roda sehingga tetap tegak lurus dengan permukaan jalan.

Kelebihan dari sistem suspensi ini adalah kontrol camber yang ideal sehingga membuat pengendara bisa mantap mengendalikan mobil.

Namun sistem suspensi ini membutuhkan ruangan yang cukup luas serta harganya juga cukup mahal.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only