• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.115.200.000
Starting at
Rp 1.284.050.000
Starting at
Rp 326.400.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 594.600.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.013.820.000
Starting at
Rp 830.000.000

Tips

Keuntungan Blokir STNK Mobil Setelah Dijual

By adminConnect

Menjual kendaraan biasanya dilakukan dengan berbagai alasan, seperti ingin mengurangi mobil di rumah atau mengganti dengan jenis atau model yang lain.

Setelah penjualan mobil selesai, sebaiknya kamu segera melakukan pemblokiran identitas pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Mengapa demikian?

1. Terkena Pajak Progresif

Aturan ini berlaku terutama bagi warga yang tinggal di daerah yang sudah menerapkan pajak progresif, seperti di DKI Jakarta.

Pasalnya, jika pemblokiran tidak segera dilakukan, maka bukan tidak mungkin akan terkena pajak progresif jika kamu membeli mobil baru lagi.

Sebagaimana ada dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa tarif pajak progresif berlaku bagi pemilik kendaraan atas nama dan alamat yang sama untuk satu jenis kendaraan.

2. Antisipasi Tilang Elektronik

Bukan hanya itu saja, ada keuntungan lainnya yakni terkait sistem tilang elektronik.

Pasalnya, kamera ETLE merekam pelanggaran dan disesuaikan dengan data Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Kalau tidak diblokir dan pemilik barunya melanggar lalu lintas, surat tilang akan dikirimkan ke alamat kamu sebagai pemilik lama.

Tentu akan sangat merugikan karena masih harus mengurus hal yang bukan lagi menjadi tanggungjawab kamu.

3. Risiko Tindak Kejahatan

Polisi melakukan pelacakan tindak kejahatan melalui database, seperti kasus tabrak lari atau kejahatan lain yang menggunakan sarana mobil.

Kamu tentu tidak mau didatangi polisi karena mobil yang dijual ternyata terkena kasus seperti di atas.

Belum lagi risiko penyalahgunaan dan pelanggaran hukum lainnya yang mungkin dilakukan oleh pihak pembeli mobil kamu.

4. Kewajiban Administrasi Lainnya

Contoh, saat kamu mendaftarkan asuransi mobil, jika STNK tidak diblokir maka pihak asuransi akan menghubungi kamu jika ada urusan administrasi seperti perpanjang polis atau ada klaim yang harus diurus.

Meskipun sepele, tapi akan membuat kamu merasa sebal dan repot bila masih harus berurusan dengan hal-hal seperti ini.

Apalagi sekarang kamu dapat melakukan blokir STNK mobil secara online.

Makanya, segera blokir STNK mobil yang sudah dijual supaya hidup kamu tenang dan aman.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only