• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 321.100.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 1.216.950.000
Starting at
Rp 258.100.000
Starting at
Rp 212.900.000
Starting at
Rp 506.750.000
Starting at
Rp 1.064.550.000
Sedan
Starting at
Rp 252.400.000
Starting at
Rp 649.250.000
SUV
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Starting at
Rp 240.500.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 144.900.000
Starting at
Rp 248.300.000
Commercial
Starting at
Rp 317.650.000
Starting at
Rp 246.750.000
Sport
Starting at
Rp 2.191.220.000
Starting at
Rp 830.000.000

Travel

Siapa yang Harus Kamu Patuhi, Lampu Lalu Lintas atau Perintah Polisi?

By IndriTraveller

Mungkin kamu pernah berkendara di persimpangan jalan dan lampu lalu lintas sudah berganti ke lampu kuning.

Pada saat itu ada polisi yang sedang mengatur lalu lintas dan menyuruh kamu berhenti karena sedang mempersilakan kendaraan dari arah lain untuk terus melaju.

Karena dianggap melanggar, akhirnya kamu ditilang.

Sebenarnya siapa yang harus kamu patuhi, lampu merah atau perintah polisi?

Kamu sebagai pengemudi kendaraan bermotor harus mematuhi aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas.

Tapi jika ada tindakan pengaturan yang dilakukan oleh petugas Polri, maka yang harus diutamakan adalah tindakan pengaturan yang dilakukan oleh petugas kepolisian.

Jika tidak mematuhinya, berarti kamu telah melakukan pelanggaran lalu lintas dan polisi berhak untuk melakukan penilangan.

Lampu Lalu Lintas atau Perintah Polisi?

Aturan mengenai hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan maupun Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Memang setiap pengendara kendaraan bermotor harus mematuhi alat pemberi isyarat lalu lintas, bahkan dapat dihukum dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu bila tidak patuh.

Akan tetapi dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dapat melakukan tindakan:

a. Memberhentikan arus Lalu Lintas dan/atau Pengguna Jalan;

b. Memerintahkan Pengguna Jalan untuk jalan terus;

c. Mempercepat arus Lalu Lintas;

d. Memperlambat arus Lalu Lintas;

e. Mengalihkan arah arus Lalu Lintas;

f. Menutup dan membuka arus lalu lintas.

Yang dimaksud dengan "keadaan tertentu" adalah keadaan sistem Lalu Lintas tidak berfungsi untuk kelancaran lalu lintas yang disebabkan, antara lain, oleh:

a. Perubahan Lalu Lintas secara tiba-tiba atau situasional;

b. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas tidak berfungsi;

c. Adanya Pengguna Jalan yang diprioritaskan;

d. Adanya pekerjaan jalan;

e. Adanya bencana alam;

f. Adanya Kecelakaan Lalu Lintas;

g. Adanya aktivitas perayaan hari-hari nasional antara lain peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, hari ulang tahun suatu kota, dan hari-hari nasional lainnya;

h. Adanya kegiatan olahraga, konferensi berskala nasional maupun internasional;

i. Terjadi keadaan darurat antara lain kerusuhan massa, demonstrasi, bencana alam, dan kebakaran; dan

j. Adanya penggunaan jalan selain untuk kegiatan Lalu Lintas.

Tindakan polisi wajib diutamakan ketimbang perintah dari Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Rambu Lalu Lintas, dan/atau Marka Jalan, dimana kamu wajib mematuhinya.

Jadi, kalau kamu melakukan pelanggaran lalu lintas karena tidak mematuhi tindakan pengaturan yang dilakukan oleh polisi, kamu dapat ditilang.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only