Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

31 Des 2024

Bahaya Microsleep Saat Kembali dari Libur Nataru, Pahami Tanda-tandanya dan Tidur Sebagai Solusi Paling Ampuh

Tidak hanya kendala teknis kendaraan, hal lain yang dapat memicu masalah ketika kembali dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berasal dari kondisi pengemudi mobil. Konsentrasi turun, kurang fokus, terdistraksi serta microsleep dapat menjadi penyebab timbulnya masalah di jalan.

Dikutip dari Detik.com, istilah microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Penjelasan tersebut terasa wajar, namun akan jadi malapetaka ketika microsleep menimpa Anda yang sedang mengemudi.

Microsleep umumnya hanya berlangsung sekejap, antara sepersekian detik sampai 10 detik saja. Tapi serangan tidur tiba-tiba ini bisa bertambah durasinya menjadi lebih lama saat Anda benar-benar memasuki fase tidur.

Padahal, dalam perjalanan libur Nataru yang menempuh jarak hingga ratusan bahkan ribuan kilometer, pengemudi akan mengalami kelelahan fisik dan mental. Khususnya kalau Anda menyetir sendirian tanpa ada cadangan atau pengganti.

Kondisi ini akan mencapai puncaknya saat perjalanan balik. Di satu sisi, Anda sudah mulai merasa lelah dan ingin cepat pulang untuk istirahat. Namun di sisi lainnya, masih harus menghadapi situasi jalan yang penuh tantangan, seperti macet atau hujan deras.

Alhasil, beberapa pengguna jalan memaksakan untuk terus mengemudi meskipun badan sudah letih. Mereka mengabaikan satu masalah krusial ketika fisik sudah tidak mendukung yaitu microsleep. Begitu masuk ke fase ini dan gagal mengendalikan, potensi kecelakaan sangat besar.

Tanda Sesesorang Kena Microsleep

Supaya tidak menjadi sumber masalah ketika Anda mengemudi di masa libur Nataru khusunya dalam perjalanan kembali ke rumah, ada beberapa tanda seseorang mengalami microsleep secara umum. Berikut ciri-cirinya:

- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala

- Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun

- Menguap terus-menerus

- Kelopak mata sangat berat

- Mata berkedip berlebihan

- Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi

- Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur

- Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain

- Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu

- Menjatuhkan barang yang sedang dipegang

- Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba.

Gejala-gejala tersebut sangat berbahaya ketika terjadi saat mengemudi, terlebih di momen libur Nataru yang padat. Bukan hanya membahayakan diri sendiri dan keluarga tercinta, tetapi juga membahayakan pengendara lain.

Lalu apa yang menyebabkan microsleep bisa terjadi selain kurang tidur? Terdapat beberapa penyebab lainnya, di antaranya adalah penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, efek samping obat, serta efek samping narkoba atau alkohol.

Untuk terhindar dari microsleep saat berkendara, pastikan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak memungkinkan karena kurang istirahat. Alihkan rasa kantuk tersebut dengan mendengarkan musik yang Anda sukai.

Solusinya Hanya Tidur

Namun, langkah yang tepat adalah menepi dan cari tempat berhenti lalu istirahat tidur. Namun di tengah kepadatan arus lalu lintas, pastikan Anda berhenti di tempat aman seperti rest area, pom bensin, kantor polisi, tempat ibadah, minimarket atau area publik lainnya.

Segera tidur minimal 30 menit untuk membuat tubuh lebih segar dan fit. Tapi kalau ternyata serangan kantuk masih sangat kuat, lanjutkan tidur minimal 30 menit lagi. Jangan paksakan mengemudi lagi karena kondisi tubuh akan lebih buruk ketimbang sebelumnya.

Selanjutnya, lakukan peregangan tubuh sebelum berkendara. Peregangan bisa meningkatkan kadar oksigen dan meningkatkan konsentrasi. Basuh muka dengan air bersih supaya kembali segar, jangan lupa minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga Anda bisa lebih konsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik.