Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

30 Des 2024

Belum Saatnya Anak Kecil Belajar Mengemudi Mobil, Lebih Penting Edukasi Aturan Keselamatan di Jalan

Viral di social media, seorang ibu memangku anaknya yang masih balita sembari membiarkan anaknya mengendalikan kemudi saat mobil berjalan. Memang, situasi relatif aman karena berada di dalam komplek perumahan tertutup, namun tindakan tersebut tidak dibenarkan.

Perilaku seperti ini dapat terjadi masa libur Nataru. Karena hanya di rumah, orang tua iseng mengajarkan anak mengemudi mobil sendiri. Meskipun tidak di jalan raya, tetap ada risiko bahaya seperti menabrak tembok atau masuk selokan, bahkan anak tetangga yang sedang bermain di depan rumahnya.

Dikutip dari Kompas.com, mengajari anak di bawah umur untuk mengemudi mobil sering dianggap sebagai cara melatih kemandirian. Namun, tindakan ini ternyata membawa risiko serius, baik dari segi keselamatan maupun hukum.

Selain membahayakan anak dan pengguna jalan lain, mengemudi di usia yang belum memenuhi syarat juga melanggar aturan yang berlaku di Indonesia. Mengemudi membutuhkan kematangan fisik, mental, dan emosional yang tidak dimiliki anak-anak.

Anak di bawah umur belum memiliki kemampuan untuk membuat keputusan cepat dan tepat di jalan raya. Situasi ini sangat berbahaya tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Padahal, keputusan di jalan harus diambil dengan cepat dan tepat.

Pengendalian kendaraan memerlukan keterampilan teknis yang harus dilatih dalam lingkungan yang aman dan sesuai aturan hukum. Jika anak dibiarkan belajar mengemudi tanpa persiapan mental dan latihan yang benar, maka risiko kecelakaan meningkat drastis.

Secara hukum, Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan melarang keras seseorang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM). Untuk mendapatkan SIM, seseorang harus berusia minimal 17 tahun dan lulus uji teori dan praktik.

Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenai denda maksimal Rp1 juta atau kurungan penjara hingga empat bulan. Selain melanggar hukum, tindakan ini juga memberikan contoh buruk kepada anak-anak. Mereka dapat berpikir bahwa melanggar aturan adalah hal yang bisa diterima.

Hal ini bertentangan dengan tujuan mendidik anak menjadi individu yang bertanggung jawab dan paham risiko kesalahan di jalan. Alih-alih mengajari mengemudi sebelum waktunya, ajarkan etika berkendara dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas sebagai bekal mereka ketika beranjak remaja.

Mengemudi adalah tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan mental, fisik, dan kepatuhan terhadap hukum. Orang tua diimbau untuk menunda mengajarkan anak mengemudi hingga mereka cukup usia dan memenuhi syarat hukum. Dengan begitu, keselamatan di jalan raya dapat terus terjaga.