Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

20 Apr 2026

Cara Cek Engine Mounting Tanpa ke Bengkel yang Jarang Diketahui Tapi Sangat Akurat

Engine mounting adalah komponen karet dan logam yang berfungsi sebagai penopang mesin sekaligus peredam getaran. Komponen ini menghubungkan mesin ke rangka mobil, sehingga mesin tetap stabil saat beroperasi. Masalahnya, ketika engine mounting mulai rusak, gejalanya sering dianggap sepele—padahal dampaknya bisa membuat kenyamanan berkendara menurun drastis hingga merusak komponen lain.

Ciri Cepat Mengetahui Engine Mounting Bermasalah Tanpa Bongkar

  • Getaran terasa kuat di kabin saat idle (RPM 700–900), padahal normalnya hampir tidak terasa

  • Mesin “menghentak” saat pindah dari N ke D atau R (mobil matic)

  • Bunyi “duk” atau “jedug” saat akselerasi awal atau saat lepas gas

  • Posisi mesin terlihat miring atau tidak simetris (deviasi > 1–2 cm dari posisi normal)

  • Getaran meningkat saat AC menyala (beban mesin naik ±10–15%)

Kenapa ini terjadi?
Karena karet engine mounting sudah retak atau mengeras, sehingga tidak mampu meredam getaran mesin yang secara alami terus bergerak.


Cara Praktis dan Akurat Cek Engine Mounting Sendiri di Rumah

1. Tes Getaran Saat Idle Tanpa Gas

Hidupkan mesin dan biarkan di kondisi idle selama 2–3 menit.

Yang harus diperhatikan:

  • Rasakan getaran di setir, jok, dan dashboard

  • Bandingkan saat AC OFF dan AC ON

Normal:
Getaran halus, hampir tidak terasa

Indikasi rusak:
Getaran kasar dan terasa sampai ke kabin

Alasan teknis:
Engine mounting yang sehat menyerap getaran mesin. Jika rusak, getaran langsung ditransfer ke rangka mobil.


2. Tes Pindah Transmisi (Khusus Matic)

Pindahkan tuas dari:

  • N → D

  • D → R

Perhatikan:

  • Apakah ada hentakan berlebihan?

  • Apakah mobil terasa “nyentak” kuat?

Normal:
Perpindahan halus

Rusak:
Hentakan terasa keras

Kenapa ini penting?
Saat perpindahan gigi, torsi mesin berubah mendadak. Engine mounting harus menahan perubahan ini. Jika lemah, mesin akan “loncat”.


3. Observasi Visual Posisi Mesin

Buka kap mesin, lalu lihat posisi mesin.

Cek hal berikut:

  • Apakah posisi mesin condong ke satu sisi?

  • Apakah jarak antar komponen terlihat tidak simetris?


Kondisi

Interpretasi

Mesin rata & simetris

Mounting normal

Mesin miring

Mounting salah satu sisi rusak

  • Catatan praktis:
    Perbedaan kecil (1–2 cm) sudah cukup menandakan kerusakan awal.


4. Tes Gas Statis (Engine Movement Test)

Langkah:

  1. Buka kap mesin

  2. Minta bantuan orang lain

  3. Injak gas perlahan (1.500–2.000 RPM)

Perhatikan gerakan mesin:

  • Mesin akan sedikit bergerak (normal)

  • Tapi jika bergerak berlebihan → masalah

Normal:
Gerakan < 2–3 cm

Rusak:
Gerakan > 3–5 cm atau terasa “mengayun”

Alasan teknis:
Mounting berfungsi menahan torsi rotasi mesin. Jika karet melemah, mesin akan bergerak lebih bebas.


5. Dengarkan Bunyi Saat Akselerasi dan Deselerasi

Saat berkendara pelan:

  • Gas → lepas → gas lagi

Perhatikan suara:

  • Ada bunyi “duk” atau “gluduk”?

Kenapa ini terjadi?
Karena mesin bergeser dan menghantam dudukan akibat mounting tidak mampu menahan posisi mesin.


Analisa Teknis Kenapa Engine Mounting Bisa Rusak

1. Umur Pakai

  • Rata-rata: 5–8 tahun atau 80.000–120.000 km

  • Karet akan mengeras dan retak seiring waktu

2. Panas Mesin Berlebih

  • Suhu mesin bisa mencapai 90–110°C

  • Karet mounting terpapar panas terus-menerus → cepat getas

3. Gaya Berkendara Kasar

  • Sering gas-rem mendadak

  • Membuat beban torsi meningkat drastis

4. Kebocoran Oli

  • Oli mesin yang mengenai karet mempercepat kerusakan

  • Karet jadi lunak lalu robek


Perbandingan Gejala Ringan vs Parah

Level Kerusakan

Gejala

Risiko

Ringan

Getaran idle meningkat

Masih aman, tapi tidak nyaman

Sedang

Hentakan saat pindah gigi

Komponen lain mulai terbebani

Parah

Bunyi keras + mesin bergeser

Risiko merusak drive shaft, knalpot


Checklist Cepat Cek Engine Mounting Sendiri

  • Nyalakan mesin dan rasakan getaran di kabin

  • Bandingkan kondisi AC ON vs OFF

  • Cek hentakan saat pindah gigi (matic)

  • Lihat posisi mesin apakah miring

  • Tes gas statis dan lihat pergerakan mesin

  • Dengarkan bunyi saat akselerasi ringan

Jika 2–3 gejala muncul bersamaan, kemungkinan besar engine mounting sudah mulai rusak.


Kesimpulan

Cek engine mounting tanpa ke bengkel sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Kuncinya ada pada tiga hal: getaran, pergerakan mesin, dan suara.

Jika muncul kombinasi gejala seperti getaran idle yang kasar, hentakan saat pindah gigi, dan mesin terlihat bergerak berlebihan, itu tanda kuat engine mounting mulai rusak.

Semakin cepat dideteksi, semakin kecil risiko kerusakan lanjutan. Jangan tunggu sampai bunyi keras atau mesin benar-benar bergeser, karena di titik itu biaya perbaikan bisa jauh lebih mahal.


FAQ 

1. Apakah engine mounting rusak bisa dicek tanpa alat khusus?
Bisa. 80% indikasi bisa diketahui dari getaran, suara, dan pergerakan mesin tanpa alat.

2. Apakah getaran di kabin pasti karena engine mounting?
Tidak selalu. Bisa juga dari ban, velg, atau mesin pincang. Tapi jika getaran muncul saat idle, biasanya dari mounting.

3. Berapa biaya ganti engine mounting?
Rata-rata Rp300.000 – Rp1.500.000 per pcs, tergantung mobil. Biasanya ada 3–4 mounting.

4. Apakah aman dipakai jika engine mounting rusak?
Masih bisa, tapi tidak disarankan lama. Karena bisa merusak komponen lain seperti transmisi dan exhaust.

5. Kenapa getaran makin terasa saat AC nyala?
Karena beban mesin naik ±10–15%, sehingga getaran meningkat dan mounting yang lemah tidak mampu meredamnya.