
Tips
01 Agt 2023
Cegah Anak Merasa Bosan dan Rewel di Dalam Mobil, Langkah Berikut Solusinya
Salah satu momen menggembirakan adalah melakukan perjalanan darat bersama anak dengan menggunakan mobil. Dikutip dari kompas.com, perlu persiapan yang matang agar anak betah di dalam mobil dan tidak rewel, di mana hal tersebut membutuhkan persiapan yang baik.
Sebagai orang tua, membawa anak dalam perjalanan menggunakan mobil perlu mempersiapkan kebutuhan dan perhatian ekstra. Anak sedang mengalami perkembangan emosional dan kognitif yang signifikan, sehingga perlu perhatian khusus agar betah di dalam mobil yang terbatas ruang geraknya.
Sebelum berangkat, pastikan anak tidak dalam kondisi lapar atau sudah makan. Pastikan pula anak sudah buang air untuk yang sudah lepas popok. Persiapkan car seat, lagu kesukaan, mainan, makanan dan minuman, serta ajak interaksi anak selama perjalanan dengan bernyanyi bersama atau permainan sederhana.
Berinteraksi selama perjalanan dapat mengurangi rasa bosan saat anak harus duduk dalam waktu yang lama. Ajak anak melihat pemandangan ke luar jendela dan berikan permainan sederhana, seperti meminta anak mencari beberapa warna pada benda yang dilewati ketika perjalanan atau menyanyi bersama.
Dengan interaksi, anak tidak akan merasa bosan dan menghindari rewel dalam perjalanan. Sehingga perjalanan akan terasa menyenangkan dan memberikan kenangan yang baik. Selain itu, pastikan anak menggunakan car seat sesuai usia dan ukuran tubuhnya.
Car seat diketahui lebih aman dan nyaman digunakan oleh anak selama perjalanan di dalam mobil, serta dapat melindungi mereka dari benturan keras. Apabila anak sudah dapat duduk dengan baik, diwajibkan untuk menggunakan sabuk pengaman atau seat belt.
Sediakan entertaiment seperti film atau game yang bervariasi agar anak tidak cepat bosan. Bisa juga membawa boneka atau barang kesanyangan, dan juga cemilan dan minuman kesukaan anak untuk membuat anak lebih tenang.
Jangan meninggalkan anak sendirian di dalam mobil yang masih sering dilakukan oleh beberapa orang tua karena memiliki risiko yang besar tehadap anak. Banyak kasus anak mengalami kesulitan bernapas atau dehidrasi, termasuk potensi menjadi korban penculikan.
