
Tips
15 Sep 2025
Etika Menggunakan Lampu Jauh atau Dim di Jalan, Fitur Automatic High Beam Bikin Pengemudi Lebih Fokus dan Waspada
Lampu jauh
atau lampu dim (high beam) sering kali digunakan oleh pengendara mobil sebagai
isyarat atau kode. Dinarasikan oleh Kompas.com, di media sosial
Instagram ada yang menggunggah video yang menjelaskan soal kode-kode ketika
menggunakan lampu.
Disebutkan bahwa
mengedipkan lampu dim sekali, berarti ingin mendahului kendaraan yang ada di
depan. Sedangkan jika lampu dim dikedipkan dua kali, ditujukan untuk mobil dari
arah berlawanan agar mematikan lampu jauhnya. Jika lampu dim dikedipkan tiga
kali, untuk menginformasikan mobil di depan mengalami masalah.
Meski
demikian, sebenarnya kebiasaan tersebut tidak disarankan untuk diterapkan di
jalan. Pasalnya, sebenarnya penggunaan lampu dim tidak ada aturan tertulis di
peraturan hukum lalu lintas, tapi dikatakan hanya masuk ranah etika.
Pada dasarnya,
lampu tembak sebaiknya digunakan untuk membantu pandangan yang terbatas di
jalan yang minim lampu penerangan. Itupun jika ada kendaraan dari arah
berlawanan harus segera dimatikan karena silau dan mengganggu pandangan para
pengemudi lainnya. Apalagi dari arah berlawanan, sampai seperti buta sesaat.
Secara
informal, penggunaan high beam adalah kode untuk isyarat. Biasanya untuk
meminta jalur bila akan mendahului kendaraan lain. Selain itu, sebagai warning
atau peringatan untuk kendaraan dari arah berlawanan di jalan dua lajur dua
arah.
Ditambah, akan
timbul beda persepsi yang akan menimbulkan kebingungan, bahkan bisa berujung
konflik kalau merasa terganggu. Jadi, lampu-lampu tersebut sebaiknya diaktifkan
untuk tujuan dasar saja, membantu visibilitas, memberitahukan jika akan
berbelok, ada bahaya pada kondisi tertentu, dan lain-lain.
Yang harus
dipahami adalah etikanya. Kapan kode lampu tersebut dinyalakan dan apa
kepentingannya. Mengingat pengetahuan dasar-dasar berkendara di di Indonesia
masih lemah, sebaiknya tidak membuat aturan baru yang justru bisa salah kaprah.
Fitur Automatic High Beam di Mobil Toyota
Sebagai salah satu pioneer teknologi otomotif, generasi
terkini mobil Toyota mulai memanfaatkan fitur Toyota Safety Sense (TSS) sebagai
kelengkapan standar. Dengan all-new-platform, active safety features ini
disematkan untuk memberikan perlindungan kepada pengemudi dan penumpang.
TSS dikembangkan untuk mengurangi kecelakaan sesuai
konsep supporting drivers. TSS menggunakan kamera lensa tunggal dan radar
canggih untuk mencegah kecelakaan, mengurangi korban kecelakaan, dan memberikan
assist kepada pengemudi di jalan. Di antaranya adalah Automatic High Beam.
Automatic High Beam (AHB) bekerja dengan menyalakan
lampu jauh atau high beam untuk meningkatkan daya pandang pengemudi di malam
hari dan mengembalikan ke lampu utama (low beam) ketika terdeteksi ada
kendaraan di depan.
Sehingga fokus dan kewaspadaan pengemudi tetap terjaga
tanpa perlu teralihkan untuk menyalakan high beam atau lampu jauh. Tidak perlu
juga lupa mematikannya yang dapat membuat pengendara lain marah.
