Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

20 Apr 2026

Jangan Abaikan Getaran Ini Tanda Engine Mounting Mobil Mulai Rusak

Engine mounting adalah komponen karet dan logam yang berfungsi menahan posisi mesin sekaligus meredam getaran agar tidak langsung diteruskan ke rangka mobil. Saat kondisi masih bagus, getaran mesin hampir tidak terasa di kabin. Namun ketika engine mounting mulai rusak, gejalanya langsung terasa pada kenyamanan dan bahkan bisa merusak komponen lain jika dibiarkan.

Kenali Lebih Cepat Sebelum Mesin Bergeser Parah

Berikut tanda engine mounting mobil rusak yang paling sering muncul dan bisa langsung Anda rasakan:

  • Getaran kabin meningkat (RPM 700–900)
    Saat idle, setir dan dashboard terasa bergetar lebih kasar dari biasanya. Ini karena karet mounting sudah tidak mampu meredam vibrasi mesin.

  • Bunyi “jeduk” saat akselerasi atau pindah gigi
    Biasanya muncul saat dari posisi diam ke jalan atau saat perpindahan gigi. Mesin seperti “menghentak”.

  • Posisi mesin terlihat tidak sejajar (miring 1–3 cm)
    Jika dilihat dari ruang mesin, posisi mesin sedikit turun atau condong ke satu sisi.

  • Getaran ekstrem saat AC menyala
    Beban mesin bertambah, dan mounting yang lemah tidak mampu menahan tambahan getaran.

  • Umur pakai sudah di atas 80.000–120.000 km
    Secara umum, karet mounting mulai getas di rentang ini, terutama jika sering kena panas dan oli bocor.

Kenapa Engine Mounting Rusak Bisa Bikin Mobil Tidak Nyaman

Struktur dan Cara Kerja Engine Mounting

Engine mounting terdiri dari:

  • Rubber insulator (peredam getaran)

  • Bracket logam (penahan mesin)

  • Pada beberapa mobil modern: hydraulic mounting (berisi cairan)

Fungsi utamanya:

  • Menahan mesin tetap stabil

  • Menyerap getaran dari mesin (frekuensi 20–200 Hz)

Jika karet mulai retak atau sobek:

  • Getaran langsung diteruskan ke rangka

  • Mesin tidak lagi “terkunci” stabil

  • Terjadi gerakan berlebih saat akselerasi

Getaran Kasar di Kabin Bukan Sekadar Tidak Nyaman

Dalam praktik bengkel, getaran akibat engine mounting rusak sering disalahartikan sebagai masalah mesin atau kaki-kaki.

Kenapa getaran meningkat:

  • Karet mounting kehilangan elastisitas

  • Daya serap getaran turun hingga 40–60%

  • Getaran mesin langsung terasa di setir dan jok

Konteks nyata:

  • Mobil terasa normal saat jalan, tapi bergetar saat berhenti di lampu merah

  • Setelah mounting diganti, getaran hilang tanpa perbaikan mesin

Bunyi Hentakan Saat Gas dan Rem

Saat engine mounting masih bagus:

  • Mesin bergerak sangat minim (±2–5 mm)

Saat rusak:

  • Mesin bisa bergerak lebih dari 1 cm

  • Terjadi benturan ke bracket atau rangka

Efeknya:

  • Bunyi “duk” saat gas awal

  • Hentakan saat melepas pedal gas

Ini sering terjadi pada mobil otomatis saat pindah dari P ke D.

Posisi Mesin Bergeser dan Risiko Lanjutan

Engine mounting rusak tidak hanya soal getaran.

Dampak lanjutan:

  • Sudut poros drive shaft berubah

  • Selang dan kabel mesin tertarik

  • Knalpot bisa mengalami tekanan tidak normal

Angka praktis:

  • Pergeseran >2 cm sudah masuk kategori berbahaya

  • Bisa menyebabkan kerusakan lanjutan dalam 3–6 bulan

Pengaruh Beban Tambahan Seperti AC dan Kelistrikan

Saat AC aktif:

  • RPM turun sesaat

  • Beban mesin naik ±10–15%

Mounting yang lemah:

  • Tidak mampu menahan perubahan beban

  • Getaran meningkat drastis

Ciri khas:

  • Getaran hilang saat AC mati

  • Muncul kembali saat AC dinyalakan

Ini indikator kuat mounting mulai melemah, bukan masalah mesin.

Tabel Perbandingan Gejala Ringan vs Parah

Kondisi

Gejala

Dampak

Awal rusak

Getaran ringan saat idle

Masih aman, tapi tidak nyaman

Menengah

Bunyi hentakan saat gas/rem

Risiko merusak komponen sekitar

Parah

Mesin terlihat miring

Berpotensi merusak drivetrain


Checklist Cepat untuk Cek Engine Mounting Sendiri

Gunakan langkah ini untuk pengecekan awal sebelum ke bengkel:

  • Nyalakan mesin, perhatikan getaran di setir (idle 700–900 RPM)

  • Aktifkan AC, bandingkan perubahan getaran

  • Pindahkan transmisi (P ke D atau 1 ke 2), dengarkan bunyi

  • Buka kap mesin, lihat apakah posisi mesin condong

  • Periksa visual karet mounting (retak atau sobek)

Jika 2–3 tanda muncul bersamaan, kemungkinan besar engine mounting sudah perlu diganti.

Kesimpulan

Tanda engine mounting mobil rusak sebenarnya cukup jelas jika Anda peka terhadap perubahan kecil pada mobil. Getaran yang meningkat, bunyi hentakan, hingga posisi mesin yang tidak normal adalah sinyal utama yang tidak boleh diabaikan.

Dari pengalaman di lapangan, banyak kasus getaran parah yang ternyata bukan berasal dari mesin, melainkan engine mounting yang sudah getas. Begitu diganti, mobil kembali halus tanpa perlu perbaikan besar.

Intinya:

  • Jangan tunggu sampai mesin bergeser jauh

  • Perhatikan perubahan getaran sekecil apa pun

  • Lakukan pengecekan rutin setelah 80.000 km

Perbaikan engine mounting tergolong sederhana, tapi dampaknya sangat besar terhadap kenyamanan dan umur komponen lain.

FAQ

1. Apakah engine mounting rusak berbahaya jika tetap dipakai?
Ya. Dalam jangka panjang bisa merusak drive shaft, selang mesin, hingga transmisi karena posisi mesin tidak stabil.

2. Berapa biaya ganti engine mounting?
Tergantung mobil. Rata-rata Rp300.000–Rp1.500.000 per titik. Biasanya ada 3–4 titik mounting.

3. Apakah semua mounting harus diganti sekaligus?
Idealnya iya. Karena jika satu rusak, beban berpindah ke yang lain dan mempercepat kerusakan.

4. Kenapa getaran hanya terasa saat AC hidup?
Karena beban mesin meningkat. Mounting yang lemah tidak mampu meredam tambahan getaran tersebut.

5. Apakah engine mounting bisa diperbaiki tanpa ganti?
Tidak disarankan. Karet yang sudah getas tidak bisa kembali ke kondisi semula. Solusi terbaik tetap penggantian.