Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

25 Mar 2024

Menabrak Showroom Mobil Karena Mabuk, Ini Dampak Negatif Mabuk Sehingga Dilarang Mengemudi Mobil

Viral di social media, seorang pengemudi yang diperkirakan mabuk, menabrak sebuah showroom mobil mewah hingga merusak salah satu mobil sport yang dipajang. Untungnya, kejadian tersebut tidak sampai merenggut korban jiwa meskipun kerugian mobil sport yang rusak sangat mahal.

Banyak orang masih menganggap bahwa setelah mengonsumsi minuman keras, menyetir masih aman selama tidak merasa mabuk. Padahal berapapun kadarnya, alkohol dapat membuat otak tidak berfungsi maksimal dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Saat berkendara, otak manusia harus cepat tanggap terhadap berbagai hal, seperti perubahan lampu lalu lintas, bunyi klakson, jalan yang tidak rata, pejalan kaki dan kendaraan lain yang mungkin melintas secara mendadak.

Ketika Anda mengemudi kendaraan setelah mengonsumsi minuman keras, ada beberapa efek negatif yang dapat terjadi. Dampak negatif ini yang dapat memicu kecelakaan. Simak penjelasannya yang dikutip dari Alodokter.com berikut ini.

Konsentrasi Turun dan Mengantuk

Efek minuman keras di antaranya adalah menurunnya konsentrasi dan tingkat kewaspadaan saat mengemudi mobil. Tak hanya itu, konsumsi minuman keras juga dapat membuat Anda lebih cepat mengantuk. Hal-hal ini tentu akan memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas.

Ketajaman Penglihatan Berkurang

Ketajaman penglihatan merupakan elemen penting saat berkendara. Saat Anda mengemudikan kendaraan padahal mabuk, kemampuan visual bisa menurun. Baik dalam hal jarak pandang maupun menimbang kecepatan dan pergerakan kendaraan lain.

Efek lainnya yang mungkin terjadi adalah pandangan menjadi kabur, serta tidak dapat membedakan warna rambu lalu lintas dan marka jalan. Apalagi jika berkendara di malam hari. Jelas sangat berbahaya jika memaksakan tetap mengemudi mobil.

Refleks dan Memori Melambat

Alkohol dapat menurunkan kemampuan otak untuk fokus dan membuat keputusan dengan cepat. Pengemudi yang mabuk sering menjadi tidak waspada dan tidak menyadari seberapa cepat kendaraannya atau kendaraan lain melaju.

Berkendara setelah mengonsumsi minuman keras juga dapat membuat seseorang lupa apakah telah menggunakan alat pengaman seperti sabuk pengaman. Hal ini akan meningkatkan risiko cidera dan kematian jika terjadi kecelakaan.

Terlalu Percaya Diri

Alkohol dapat membuat Anda menjadi lebih percaya diri, yang juga dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengambil suatu keputusan saat mengemudi. Orang yang sedang mabuk mungkin mengira bahwa mereka dapat mengemudi dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman daripada biasanya.

Menurunkan Konsentrasi dan Koordinasi

Alkohol terbukti dapat menurunkan daya konsentrasi dan kemampuan koordinasi otot yang dapat membuat Anda lebih sulit mengemudi dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan sedikit alkohol di dalam darah dapat menurunkan kemampuan mengemudi, serta menurunkan konsentrasi dan refleks walaupun tidak tampak terpengaruh oleh alkohol.