
Tips
04 Nov 2024
Microsleep: Kenali Gejala Saat Mengemudi Mobil dan Cara Mencegahnya, Jangan Sampai Menabrak Mobil yang Berhenti Darurat di Bahu Jalan
Viral berita di media, sebuah truk menabrak mobil kru sebuah stasiun berita nasional yang berhenti di bahu jalan tol akibat ada kerusakan. Dugaan sementara, sopir truk mengalami microsleep hingga akhirnya mobil masuk ke bahu jalan dan menabrak mobil yang sedang berhenti darurat.
Dikutip dari Kompas.com, microsleep adalah sesi tidur singkat yang hanya berlangsung kurang dari 30 detik. Saking singkatnya, sejumlah orang yang mengalami microsleep kerap tidak menyadarinya. Otak manusia umumnya baru bisa mengingat sesi tidurnya setelah istirahat lelap di atas satu menit.
Kecelakaan Fatal Akibat Microsleep
AAA Foundation for Traffic Safety memperkirakan, sebanyak 16,5 persen kecelakaan fatal di jalan raya disebabkan pengemudi yang mengantuk, termasuk microsleep. Temuan sejenis disampaikan National Highway Traffic Safety Administration AS, di mana sekitar 6.000 kecelakaan fatal terjadi setiap tahun karena pengemudi mengantuk.
Microsleep saat berkendara sangat berbahaya bagi pengemudi dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Pasalnya, ketika mata Anda terpejam selama 3 detik dan kendaraan melaju dengan kecepatan 100 km/jam, mobil bisa keluar lajur sampai lebih dari 60 meter.
Ketika pengemudi mengalami serangan microsleep, ia tidak dapat lagi mengendalikan mobil karena dalam situasi tertidur sejenak. Sehingga, mobil dapat berlari liar yang dapat memicu masalah, mulai dari kecelakaan tunggal seperti terbalik atau menabrak kendaraan lain.
Gejala Awal Serangan Microsleep
Beberapa kemungkinan gejala awal serangan microsleep adalah:
1. Tatapan mata kosong, seolah fokus ke jalan padahal informasi dari mata tidak sampai ke otak.
2. Menguap dalam frekuensi yang tinggi sebagai kompensasi dari rasa lelah.
3. Berkedip lambat dan berulang-ulang supaya tubuh tidak tertidur.
4. Kepala mengentak ke depan karena tidak sanggup menahan rasa kantuk.
5. Tidak ingat melakukan apa di beberapa menit terakhir waktu aktivitas.
6. Alpa pada rambu lalu lintas, seperti menerobos lampu merah tanpa sengaja.
7. Perlahan mobil bergeser ke kiri atau kanan dari lajur.
8. Tidak bisa menjaga kecepatan konstan atau bahkan melakukan pengereman mendadak.
9. Salah mengoperasikan instrumen, seperti menekan tuas sein ke kanan padahal mau belok ke kiri.
10. Duduk tidak nyaman dan gelisah ingin segera sampai ke rumah.
11. Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi.
12. Tetiba lupa tujuan perjalanan atau bingung mau ke arah mana ketika berada di persimpangan jalan atau exit tol.
Obat Serangan Microsleep
Microsleep seringkali terjadi setelah jam ke-4, di mana pengemudi menguras tenaganya waktu mengemudi nonstop. Karena itu, disarankan untuk istirahat setelah mengemudi selama 2 jam. Anda juga wajib tidur minimal selama 30 menit pada istirahat kedua atau setelah 4 jam perjalanan.
Kalau ada 2 orang, dapat ganti sopir. Jangan paksakan mengemudi melebihi waktu tersebut karena serangan microsleep tidak terduga. Satu lagi yang sering terlupakan, pastikan tidur nyenyak di malam hari sebelum perjalanan jauh, minimal selama 6 jam supaya badan bugar esok harinya.
Dalam batas wajar, kopi memberikan sugesti menghilangkan mengantuk sehingga terasa lebih segar, tetapi tidak bertahan lama. Justru punya potensi memacu tekanan darah di beberapa orang yang resisten kafein, termasuk penyakit asam lambung. Sebaiknya lebih banyak mengonsumsi air putih supaya tidak dehidrasi.