Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

20 Apr 2026

Mobil Bunyi Dengung Saat Jalan Bisa Jadi Tanda Masalah Serius yang Sering Diabaikan

Bunyi dengung pada mobil saat melaju adalah suara konstan seperti “hummm” yang biasanya muncul seiring bertambahnya kecepatan. Dalam konteks otomotif, suara ini sering menjadi indikator adanya komponen yang aus, tidak seimbang, atau mengalami gesekan abnormal. Banyak pengguna mobil menganggapnya hal sepele, padahal dalam praktik bengkel, bunyi dengung sering menjadi tanda awal kerusakan yang bisa merembet ke komponen lain jika dibiarkan.


Dengung Halus yang Berubah Jadi Masalah Besar

  • Bearing roda aus → dengung muncul di kecepatan 40–80 km/jam, makin keras saat dipacu

  • Ban tidak rata / aus sebelah → suara konstan di 60 km/jam ke atas

  • Differential atau gardan bermasalah → dengung khas saat akselerasi atau deselerasi

  • Fan belt atau pulley tidak presisi → dengung di putaran mesin tertentu (RPM 1.500–2.500)

  • CV joint atau as roda mulai rusak → dengung disertai getaran ringan saat jalan

Intinya, bunyi dengung bukan sekadar suara. Itu adalah hasil dari getaran mekanis yang tidak normal.


Kenali Sumber Bunyi Dengung dari Karakter Suaranya

1. Bearing Roda Aus dan Mulai Longgar

Bearing roda adalah komponen yang memungkinkan roda berputar dengan halus. Saat bearing mulai aus, bola-bola di dalamnya tidak lagi bergerak presisi.

Ciri khas:

  • Dengung muncul mulai 40 km/jam

  • Semakin cepat → semakin keras

  • Saat belok, suara bisa berubah (kiri/kanan)

Penjelasan teknis:
Bearing yang aus menciptakan gesekan mikro berulang. Ini menghasilkan frekuensi suara stabil yang kita dengar sebagai dengung.

Kasus nyata di bengkel:
Mobil dengan jarak tempuh di atas 80.000–120.000 km sangat sering mengalami masalah ini, terutama jika sering melewati jalan rusak.


2. Ban Aus Tidak Rata atau “Feathering”

Ban yang aus tidak merata akan menghasilkan suara seperti gesekan berulang saat berputar.

Ciri khas:

  • Dengung stabil di kecepatan 60–100 km/jam

  • Tidak berubah saat belok

  • Biasanya disertai getaran halus di setir

Penyebab utama:

  • Tekanan angin tidak stabil

  • Spooring tidak presisi

  • Rotasi ban tidak rutin (harusnya tiap 10.000 km)

Penjelasan teknis:
Permukaan ban yang tidak rata menyebabkan kontak jalan tidak konsisten, menciptakan pola suara berulang.


3. Gardan atau Differential Bermasalah

Untuk mobil RWD atau AWD, gardan adalah sumber umum bunyi dengung.

Ciri khas:

  • Dengung saat akselerasi → hilang saat lepas gas

  • Atau sebaliknya (tergantung kondisi gear)

  • Muncul di kecepatan menengah (40–80 km/jam)

Angka penting:

  • Oli gardan ideal diganti tiap 40.000–60.000 km

  • Kekurangan oli bisa mempercepat keausan gear hingga 2–3x lipat

Penjelasan teknis:
Gear di dalam differential membutuhkan pelumasan sempurna. Saat aus, terjadi kontak logam langsung yang menghasilkan suara dengung khas.


4. Fan Belt dan Pulley Tidak Sinkron

Walaupun lebih sering bunyi “cit-cit”, dalam beberapa kasus fan belt juga bisa menghasilkan dengung.

Ciri khas:

  • Dengung muncul di RPM tertentu (1.500–2.500)

  • Tidak tergantung kecepatan mobil

  • Hilang saat mesin idle stabil

Penyebab:

  • Belt mulai retak atau mengeras

  • Pulley tidak lurus (misalignment)

  • Tensioner lemah

Penjelasan teknis:
Gesekan belt terhadap pulley yang tidak sejajar menciptakan resonansi getaran yang terdengar sebagai dengung.


5. CV Joint atau As Roda Mulai Aus

Komponen ini berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda.

Ciri khas:

  • Dengung + getaran ringan

  • Kadang muncul saat jalan lurus

  • Lebih terasa saat akselerasi

Perbedaan dengan bunyi “kletek”:

  • CV joint rusak berat → bunyi kletek saat belok

  • CV joint awal rusak → hanya dengung halus

Penjelasan teknis:
Kerusakan awal menyebabkan ketidakseimbangan putaran, sehingga muncul getaran dan suara.


Tabel Perbandingan Cepat Sumber Bunyi Dengung

Sumber Masalah

Kecepatan Muncul

Ciri Utama

Tingkat Risiko

Bearing roda

40–80 km/jam

Makin cepat makin keras

Tinggi

Ban aus tidak rata

60–100 km/jam

Stabil, tidak berubah

Sedang

Gardan / differential

40–80 km/jam

Saat gas / lepas gas

Tinggi

Fan belt / pulley

RPM tertentu

Tidak tergantung kecepatan

Rendah–Sedang

CV joint / as roda

Variatif

Dengung + getaran

Sedang–Tinggi


Cara Cepat Menentukan Sumber Dengung Tanpa Alat

Uji Jalan Sederhana (Praktisi Bengkel)

  1. Jalankan mobil di 60 km/jam

  2. Dengarkan suara

  3. Lakukan belok ringan kiri-kanan

Analisa:

  • Suara berubah saat belok → kemungkinan bearing

  • Suara tetap → cek ban

  • Suara hilang saat lepas gas → cek gardan

Metode ini sering digunakan mekanik untuk diagnosis awal tanpa alat khusus.


Langkah Praktis Cek dan Antisipasi Sebelum ke Bengkel

  • Periksa tekanan ban (ideal selisih max 2–3 psi antar roda)

  • Raba permukaan ban (harus rata, tidak bergelombang)

  • Dengarkan suara saat kecepatan konstan

  • Cek riwayat servis:

    • Bearing > 80.000 km → rawan

    • Oli gardan > 50.000 km → wajib cek

  • Perhatikan getaran di setir atau kabin