
Insight
10 Mar 2026
One Way Menggunakan Jalur Berlawanan Arah, Pahami Aturan dan Cara Berkendara yang Aman
One way merupakan salah satu rekayasa lalu lintas guna menghindari kepadatan arus kendaraan di jalan tol, khususnya selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Sistem ini membuka jalur yang seharusnya untuk arah berlawanan menjadi searah.
Namun begitu, Anda wajib paham aturan main berkendara di jalur one way yang notabene mengambil arah kebalikan sehingga rambu dan marka jalan juga terbalik. Dikutip dari Momobil.id, ada beberapa tips yang perlu diketahui selama mengemudi di jalan tol saat sistem one way.
1. Lajur Kanan untuk Lajur Lambat
Ada perubahan fungsi lajur mendahului dan lajur lambat ketika mengemudi di jalan tol dengan sistem one way. Sistem one way menggunakan jalur dari arah berlawanan, sehingga fungsi lajur berbeda.
Apabila Anda ingin menyalip kendaraan yang berada di depan, disarankan untuk menggunakan lajur sebelah kiri atau tengah. Lajur kanan digunakan sebagai lajur lambat karena fasilitas untuk berhenti seperti bahu jalan dan rest area berada di sebelah kanan.
2. Periksa Lokasi Rest Area dan Fasilitas Lainnya
Sebelum memasuki jalur one way, Anda harus mempersiapkan rute perjalanan dengan baik. Periksalah titik lokasi rest area dan rute yang akan ditempuh. Termasuk juga petunjuk arah dan lainnya yang tidak bisa terbaca karena dari arah sebaliknya.
Rest area dan bahu jalan tol dalam kondisi one way berada di sebelah kanan. Ketika hendak menuju tempat beristirahat, pastikan mengambil lajur sebelah kanan terlebih dahulu. Perhatikan rambu-rambu tambahan sebagai penunjuk arah menuju rest area.
3. Menyesuaikan Cara Berkendara
Masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan lajur kanan untuk mendahului kendaraan. Meskipun demikian, pengemudi harus dapat menyesuaikan cara berkendara ketika melewati jalan tol dengan sistem one way.
Waspada saat berada di lajur kanan karena digunakan sebagai lajur lambat lantaran adanya mobil yang keluar-masuk rest area. Di samping juga ada simpul kemacetan karena merupakan akses keluar-masuk tol dan kendaraan berhenti di bahu jalan.
4. Menjaga Kecepatan Kendaraan
Saat melewati jalan tol dengan sistem one way, disarankan untuk tidak terburu-buru memacu kendaraan. Ada baiknya untuk mempertahankan kecepatan kendaraan saat melewati jalur one way. Selain itu, pengemudi juga perlu menjaga jarak ideal antar kendaraan.
Idealnya, kecepatan kendaraan di jalur one way antara 60–70 km/jam. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, misalnya pengguna jalan lain yang bermanuver secara tiba-tiba. Tidak boleh saling mendahului, pertahankan kecepatan di 60-80 km/jam dengan lajur paling kanan lebih lambat kecepatannya.
5. Perhatikan Posisi Gerbang Tol Tujuan
Apabila pengemudi tidak terbiasa mengemudi di jalur yang terbalik, disarankan untuk tidak memasuki jalur sebelah kanan. Selain itu, jalur one way juga diperuntukkan untuk long trip dan tidak keluar masuk gerbang tol. Apabila hanya berjalan 2-3 gerbang tol sebaiknya tidak masuk ke jalur one way.
