Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

31 Des 2024

Pulang Libur Nataru di Malam Hari, Pastikan Fisik Pengemudi dan Mobil Dalam Kondisi Prima, Bisa Servis Berkala di Lokasi Berlibur

Jelang akhir musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebagian pengemudi mobil memilih untuk berkendara di malam hari. Mereka ingin terhindar dari macet sehingga lebih lancar supaya mengurangi keletihan setelah mengemudi di momen tamasya, atau terbiasa berkendara di malam hari.

Namun, berkendara di malam hari memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang di siang hari. Dikutip dari Detik.com, berkendara pada malam hari sangat membutuhkan konsentrasi tinggi, apalagi jika menempuh perjalanan jarak jauh di masa libur Nataru.

Malam Hari Minim Cahaya

Mengingat minimnya cahaya pada malam hari, Anda harus lebih berhati-hati, sebab visibilitasnya sangat terbatas. Itu yang menjadi salah satu bahaya berkendara di malam hari. Selain itu, kondisi biologis dan fisik manusia yang menurun ketika malam, menjadi faktor meningkatnya risiko kecelakaan di jalan.

Jam biologi manusia kalau sudah malam adalah waktunya istirahat. Jika digunakan untuk tetap beraktivitas tentu ada batasnya, sehingga Anda akan cepat lelah dan mengantuk. Ditambah, umumnya belum menguasai medan jalan padahal aktivitas dilakukan hanya bermodalkan cahaya lampu mobil.

Apabila terpaksa melakukan perjalanan libur Nataru pada malam hari, Anda wajib melakukan persiapan supaya dapat mereduksi risiko kecelakaan lalu lintas. Berikut daftarnya:

1. Istirahat Cukup Sebelum Mengemudi

Ada cara yang bisa dilakukan, seperti istirahat yang cukup saat siang hari yang akan membantu badan menjadi lebih segar di malam hari. Pastikan tidur nyenyak minimal 6 jam sebelum berkendara. Dengan kondisi badan yang lebih segar dan siap, kewaspadaan saat berkendara akan tetap terjaga.

Sama dengan di siang hari, Anda harus istirahat mengemudi setiap 2 jam sekali, di mana pada istirahat kedua sebaiknya tidur minimal selama 30 menit. Jangan paksakan mengemudi kembali kalau ternyata masih mengantuk untuk mencegah microsleep.

2. Sesuaikan Lampu Dasbor dan Panel Instrumen

Cahaya terang dari lampu dasbor dapat mempengaruhi fokus mata. Redupkan lampu dasbor dan panel instrumen mobil untuk membuat mata nyaman dan menghilangkan pantulan cahaya di kaca depan. Sehingga mata Anda dapat menyesuaikan penglihatan, terutama ketika melewati wilayah yang minim penerangan.

3. Gunakan Kacamata Mengemudi Khusus Malam Hari

Tidak ada salahnya memakai kacamata khusus mengemudi di malam hari untuk meningkatkan visibilitas. Pilihan terbaik adalah dengan lensa kacamata sesuai rujukan dokter dan pastikan yang memiliki lapisan anti reflektif karena dapat meredam cahaya liar yang tidak perlu sehingga membantu daya pandang.

4. Kurangi Kecepatan Mobil

Jangan lupa untuk mengurangi kecepatan karena depth perception (kemampuan mata untuk mengenali objek), pengenalan warna, dan peripheral vision (penglihatan seseorang di sekeliling benda utama) bakal terganggu saat kondisi gelap.

Di sisi lain, 90% dari reaksi pengemudi bergantung pada penglihatan yang serba terbatas. Turunnya daya pandang dan respons dari balik setir, membuat Anda harus mengurangi kecepatan supaya dapat lebih fokus dan waspada.

5. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman dikarenakan Anda belum mengenali medan jalan sehingga dapat salah bermanuver ketika gelap. Selain itu, respons Anda terhadap lampu rem atau sein pada mobil di depan biasanya menurun ketimbang di siang hari sehingga butuh waktu lebih panjang dari biasanya.

Belum lagi kalau mobil di depan, lampu malam atau remnya mati yang jelas sangat berbahaya ketika diikuti dari jarak dekat. Anda juga akan mengalami kesulitan kalau ternyata kendaraan dari arah berlawanan lampunya mati. Risiko celaka bisa dicegah dengan menjaga jarak aman.

6. Perhatikan Kondisi Mata

Untuk mengurangi mata lelah, gerakkan mata ke berbagai arah sehingga tetap terjaga dan tidak mengantuk. Bila bertemu mobil lain dari lawan arah yang menyalakan lampu jauh, jangan ikut menyalakan lampu jauh yang silau.

Sedikit alihkan mata ke garis marka jalan sebelah kiri agar tidak terganggu oleh cahaya lampu mobil dari arah depan. Selanjutnya bisa kembali menjadikan marka jalan di sisi kanan sebagai patokan berkendara. Jangan melewati garis tersebut yang artinya Anda masuk ke lajur milik orang lain sehingga berbahaya.

7. Waspada Muatan Mobil

Biasanya, muatan mobil akan bertambah dengan oleh-oleh yang akan dibagikan ke keluarga di rumah. Hal ini jelas akan menambah beban mobil. Pastikan barang bawaan dan penumpang tidak melewati payload mobil dan perhitungkan bertambahnya bobot mobil saat manuver, akselerasi, dan pengereman.

8. Jaga Kondisi Mobil

Pastikan komponen mobil yang terkait mengemudi di malam hari dalam kondisi optimal. Lampu luar menjadi prioritas, yakni lampu utama, lampu dim, lampu sein, lampu belakang, dan lampu rem. Satu saja mati, dapat membahayakan semua pengguna jalan.

Komponen lain harus turut diperhatikan. Seperti mesin supaya dapat melaju dengan baik, termasuk kaki-kaki mobil yang menerima beban berat selama di jalan. Servis berkala di bengkel resmi Toyota di lokasi berlibur merupakan solusi paling mudah dan nyaman.