
Tips
26 Jan 2026
Risiko Masalah dan Cara Mengantisipasi Saat Mengemudi di Malam Hari, Fitur Toyota Safety Sense Dapat Bantu Pengemudi
Berkendara di malam hari memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika harus menghadapi kondisi jalan yang kurang terang dan penglihatan yang terbatas. Kecelakaan mobil malam hari lebih sering terjadi dibandingkan siang hari, karena beberapa faktor yang mempengaruhi pengendara.
Dijelaskan oleh JDToyota.co.id, penting untuk memahami risiko yang ada dan cara untuk mengantisipasinya berikut ini:
1. Penerangan Jalan Kurang
Salah satu penyebab utama kecelakaan mobil malam hari adalah penerangan jalan yang tidak memadai. Lampu jalan yang redup atau tidak ada sama sekali dapat membuat pengemudi kesulitan melihat rintangan atau perubahan kondisi jalan, seperti tikungan tajam atau lubang.
Cara mengantisipasi:
- Pastikan lampu mobil dalam kondisi baik dan terang. Jangan ragu untuk mengganti lampu yang redup
- Gunakan lampu jauh saat melewati jalan yang gelap dan kosong, pastikan tidak menyilaukan pengendara lain
- Manfaatkan fitur Automatic High Beam bagian dari teknologi Toyota Safety Sense yang menyalakan lampu jauh saat jalan kosong di malam hari dan langsung mematikannya waktu ada mobil dari arah berlawanan.
2. Visibilitas Terbatas
Di siang hari sekalipun, daya pandang manusia memiliki keterbatasan. Ditambah di malam hari, cahaya yang kurang makin membatasi visibilitas saat berkendara. Selain itu, mata manusia cenderung lebih cepat lelah, dan ini memperburuk penglihatan, bahkan dengan lampu mobil yang terang.
Cara mengantisipasi:
- Menjaga kewaspadaan dengan memperhatikan situasi di sekitar mobil dengan lebih seksama
- Tidak bermain ponsel yang dapat mengalihkan perhatian
- Pastikan lampu kendaraan tetap terang supaya dapat membantu pandangan pengemudi ke luar.
3. Kelelahan Pengemudi
Kelelahan adalah faktor yang signifikan dalam kecelakaan mobil malam hari. Perjalanan panjang malam hari dapat membuat pengemudi mengantuk dan kurang fokus. Ini meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kelalaian, seperti tidak memperhatikan rambu atau kendaraan lain di sekitar.
Cara mengantisipasi:
- Pastikan cukup tidur sebelum melakukan perjalanan di malam hari
- Jangan ragu untuk berhenti sejenak dan beristirahat jika merasa lelah atau mengantuk
- Mengajak teman untuk bergantian mengemudi juga dapat membantu mencegah kelelahan.
3. Jalan Lebih Sepi dan Tak Terduga
Kondisi jalan yang lebih sepi pada malam hari bisa jadi menguntungkan, tetapi juga berisiko. Pengemudi yang merasa jalan lebih lengang cenderung lebih cepat dalam mengemudi. Hal ini bisa berbahaya, terutama jika ada kendaraan atau pejalan kaki yang muncul secara tiba-tiba.
Cara mengantisipasi:
- Meskipun jalan sepi, tetap patuhi batas kecepatan dan perhatikan kondisi sekitar
- Waspadai pengemudi lain yang tidak mematuhi rambu lalu lintas
4. Gangguan dari Cahaya Lampu Kendaraan Lain
Saat berkendara malam hari, lampu kendaraan lain bisa menjadi gangguan. Lampu dari kendaraan yang datang dari arah berlawanan dapat menyilaukan, membuat Anda kesulitan melihat jalan atau objek di sekitarnya. Ini adalah salah satu penyebab utama kecelakaan mobil malam hari.
Cara mengantisipasi:
- Jika lampu kendaraan lain menyilaukan, fokuskan pandangan pada garis di tepi jalan sebagai patokan arah
- Gunakan kaca spion dengan fitur anti-silau dan sesuaikan posisi kaca spion agar tidak terlalu menyilaukan
5. Kondisi Jalan yang Buruk
Pada malam hari, sulit untuk melihat kondisi jalan yang buruk, seperti jalan berlubang atau permukaan yang licin. Ini dapat menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan pada mobil atau bahkan cidera. Segera kurangi kecepatan kalau di depan ada lubang jalan.
Cara mengantisipasi:
- Pastikan kendaraan dalam kondisi baik, terutama sistem pengereman dan ban
- Jika hujan atau jalan licin, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan
- Selalu perhatikan rambu-rambu lalu lintas yang memberikan peringatan tentang kondisi jalan.
Gunakan Teknologi Toyota Safety Sense
Teknologi Toyota Safety Sense (TSS) pertama kali diperkenalkan oleh Toyota pada tahun 2015. TSS merupakan seperangkat fitur keselamatan aktif yang dikembangkan untuk mengurangi kecelakaan sesuai dengan konsep supporting drivers.
Obyektifnya adalah untuk membantu pengemudi agar dapat berkendara dengan aman dan nyaman di segala kondisi jalan, dan pada saat yang sama mengurangi kerusakan mobil serta potensi cidera parah jika pengemudi tidak dapat menghindar dari kecelakaan.
TSS menggunakan kamera lensa tunggal dan radar canggih untuk mencegah kecelakaan, mengurangi korban kecelakaan, dan meringankan beban pengemudi di jalan. Sistemnya akan memberikan alarm peringatan bahaya dalam bentuk grafis atau suara, sampai melakukan intervensi pada kemudi, pedal akselerator, dan pedal rem ketika sistemnya menganggap tabrakan sudah tidak dapat dihindari untuk menekan korban jiwa.
1. Pre-Collision System
Fitur Pre-Collision System (PCS) mengandalkan sensor kamera stereo yang lebih akurat dan real time, untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil. Jika sistem melihat adanya kemungkinan tabrakan, PCS akan memperingatkan pengemudi sehingga dapat melakukan manuver menghindar.
Bahkan, di saat genting andai tabrakan tidak mungkin dielakkan, sistem akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari kecelakaan fatal. Fitur PCS dipasang pada seluruh model Toyota TSS di Indonesia karena fungsinya yang sangat membantu pengemudi di kondisi darurat.
2. Lane Departure Alert
Fitur Lane Departure Alert (LDA) sangat pas untuk mengantisipasi potensi kecelakaan akibat microsleep atau tertidur pulas tiba-tiba hanya dalam waktu sekian detik. Mengandalkan sensor kamera, sistemnya membaca marka jalan, baik yang berwarna putih maupun kuning.
Untuk selanjutnya memberikan alarm peringatan jika terjadi deviasi atau pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya.
3. Adaptive Cruise Control
Fitur Adaptive Cruise Control (ACC) sekarang ada pada Veloz Hybrid EV. ACC baru hadir pada MPV pilihan keluarga ini karena menjawab kebutuhan pelanggan yang ingin meningkatkan keamanan berkendara di jalan perkotaan maupun jalan tol.
Sistem pada ACC dapat memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman dengannya. ACC dapat pula memperhitungkan dimensi kendaraan di depan dengan baik, termasuk membaca marka jalan sebagai guidance.
Secara otomatis, mobil akan menambah atau mengurangi kecepatan sesuai laju mobil di depan, bahkan sampai berhenti dengan mulus. Bila ada mobil lain masuk ke jalur di depan secara tiba-tiba, sistem secara otomatis akan mengurangi kecepatan atau melakukan pengereman jika dirasa jaraknya sudah tidak aman.
