
Tips
24 Okt 2025
Risiko Takaran Oli Mesin Tidak Sesuai Aturan, Pastikan Pas dan Berkualitas dengan Ganti TMO Oil di Bengkel Resmi Toyota
Banyak pemilik mobil mencoba menghemat biaya perawatan kendaraan dengan cara mengurangi volume oli, menunda pergantian, atau bahkan mencampurkan oli lama dengan oli baru. Padahal, kebiasaan ini justru bisa berakibat fatal pada mesin mobil.
Dilansir dari Liputan6.com, oli mesin bukan hanya berfungsi sebagai pelumas, tetapi juga berperan penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil, membersihkan kerak sisa pembakaran, hingga meningkatkan akselerasi kendaraan.
Pasalnya, mengganti oli yang tidak sesuai takaran ada 2 risiko masalah, bisa kelebihan atau kurang volumenya. Keduanya sama-sama punya dampak yang merugikan mesin mobil jika diabaikan. Berikut penjelasan mengapa takaran oli mesin harus pas.
Kelebihan Takaran Oli Mesin
Mengisi oli lebih dari takaran bisa membuat performa dapur pacu turun. Tarikan mesin, terutama pada putaran tinggi akan terasa berat karena oli di dalam salurannya melebihi kapasitas. Keadaan ini berimbas pada kemampuan melumasi serta membebani kerja pompa dalam menyalurkan oli mesin.
Masalah lain yang bisa terjadi adalah kebocoran yang merugikan karena tekanan berlebih yang dihasilkan. Kebocoran biasanya menyusup lewat seal yang kondisinya kurang baik dan dapat terlihat dari rembesan oli menetes keluar dari blok mesin.
Kekurangan Takaran Oli Mesin
Dampak kekurangan oli dapat jauh lebih besar karena mesin akan mudah panas mengingat debit oli yang bersirkulasi lebih sedikit. Selain itu, sistem pelumas pada komponen di dalam mesin menjadi tidak maksimal hingga menimbulkan keausan berlebih.
Suara mesin akan terdengar kasar karena timbul gesekan akibat distribusi pelumas yang tidak merata, khususnya di bagian yang paling tinggi yakni kepala silinder karena tekanan oli semakin turun. Lambat laun suara kasar akan terdengar semakin jelas karena tidak ada perlindungan dari gesekan.
Akibatnya, banyak komponen mesin yang aus hingga akhirnya macet jika dibiarkan. Apalagi kalau sampai mesin mengalami overheat dan Anda tidak perhatian, risikonya bisa sampai turun mesin karena kerusakan semakin parah.
Tips Mengganti Oli agar Mesin Awet
Agar mesin tetap sehat dan terhindar dari kerusakan, perhatikan tips berikut:
1. Ganti oli mesin sesuai jadwal yakni 6 bulan atau 10.000 km saat servis berkala.
2. Gunakan oli berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan. Hindari oli curah tanpa merek yang tidak jelas asal-usulnya.
3. Cek volume oli secara rutin. Pastikan selalu berada di antara batas minimum dan maksimum pada stik oli.
4. Jangan campur oli lama dan baru. Kualitasnya bisa berubah dan justru merusak mesin.
5. Sesuaikan dengan kondisi kendaraan. Jika kendaraan sering dipakai perjalanan jauh, lakukan pergantian lebih sering.
Ganti Oli Mesin di Bengkel Resmi Toyota
Mencegah risiko di atas, sebaiknya Anda mengganti oli mesin di bengkel resmi Toyota. Karena takaran oli mesin dipastikan sesuai dengan kebutuhan mesin mobil. Pelumas yang diganti juga merupakan oli rekomendasi pabrikan yakni TMO dengan kualitas dan keaslian terjaga.
