
Insight
21 Mei 2026
Sebab Mobil Boros Bensin yang Dapat Dicegah dengan Mudah
Di tengah kenaikan harga, penggunaan BBM tentu harus efisien. Apalagi buat Anda yang mobilitasnya menggunakan mobil, tentu harus irit dalam penggunaan BBM supaya biaya operasional kendaraan tidak bengkak.
Dikutip dari Detik.com, konsumsi bahan bakar pada mobil dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk salah satunya cara Anda berkendara. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini tujuh hal yang bikin mobil boros bensin dan bisa dicegah.
1. Tekanan Ban Kurang
Tekanan ban yang kurang membuat mobil butuh tenaga ekstra untuk bergerak. Apalagi dalam kondisi stop and go di tengah kemacetan jalan. Oleh karena itu, periksa tekanan ban agar sesuai rekomendasi pabrikan dimana targetnya adalah konsumsi bensin terjaga optimal.
2. Mobil Overload
Setiap mobil punya batas maksimal beban yang bisa diangkut. Mobil yang over capacity dapat dipastikan membutuhkan tenaga lebih besar sehingga boros bensin. Tidak membawa muatan melampaui kemampuan mobil juga terkait keamanan di jalan.
3. Mengemudi Secara Agresif
Berkendara agresif membuat pengemudi ingin selalu memacu mobil. Akibatnya, mesin berusaha memenuhi kebutuhan tenaga dengan menambah suntikan BBM ke ruang bakar. Komputer mesin juga menganggap gaya berkendara sebagai karakter standar sehingga boros bensin.
4. Modifikasi Mobil
Penggantian velg dengan ukuran lebih besar bakal membuat mesin mobil bekerja ekstra. Ditambah biasanya juga mengganti ban dengan telapak lebih lebar sehingga butuh tenaga lebih besar untuk berjalan. Khususnya kalau ditambah spoiler yang menambah bobot mobil dan meningkatkan downforce.
Modifikasi untuk membuat mesin lebih responsif dan bertenaga ini justru membuat konsumsi bensin meningkat. Penambahan aksesori lain yang memakan daya listrik juga membuat mesin butuh tenaga tambahan.
5. Tidak Isi Bensin Sesuai Rekomendasi
Menggunakan BBM sesuai rekomendasi menjaga kesempurnaan proses pembakaran mesin. Konsumsi bahan bakar akan semakin boros jika Anda menginjak pedal gas lebih dalam akibat terjadinya knocking yang dipicu oleh penggunaan bensin tidak sesuai kebutuhan mesin.
6. Lupa Ganti Oli Mesin
Terlambat mengganti oli mesin membuat sifat kimianya berubah dan kemampuan melumasi mesin turun drastis. Tidak hanya mengurangi usia pakai komponen, tapi juga membuat mesin bekerja lebih berat lantaran fungsi pelumas sudah tidak optimal.
7. Jarang Servis Berkala
Servis berkala di bengkel resmi Toyota bisa menjaga performa mesin selalu optimal. Dengan servis berkala, teknisi bengkel resmi, Anda bisa mengecek kondisi mesin supaya tetap dapat bekerja dengan baik. Selanjutnya, memastikan kondisi onderdil pendukung seperti filter dan kaki-kaki mobil selalu prima.
