
Tips
25 Mei 2026
Setir Mobil Bergetar di Kecepatan Tertentu Jangan Langsung Salah Ban
Setir mobil bergetar di kecepatan tertentu sering dianggap masalah sepele, padahal gejala ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada roda, kaki-kaki, balancing, hingga sistem pengereman. Getaran biasanya muncul di rentang kecepatan tertentu seperti 60–80 km/jam atau di atas 100 km/jam, lalu kadang hilang ketika mobil melambat. Kondisi ini terjadi karena ada komponen yang tidak bekerja seimbang saat roda berputar semakin cepat.
Dalam praktik bengkel, kasus setir bergetar paling sering ternyata bukan berasal dari mesin, melainkan dari rotasi roda yang tidak stabil. Jika dibiarkan terlalu lama, efeknya bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mempercepat keausan ban, merusak bearing roda, hingga membuat handling mobil terasa tidak presisi saat bermanuver.
Kenali Penyebabnya Sebelum Kerusakan Meluas
Getaran di 60–80 km/jam umumnya berkaitan dengan balancing roda yang sudah berubah.
Setir bergetar saat pengereman sering mengarah ke piringan cakram yang tidak rata.
Ban benjol atau aus tidak merata dapat memicu getaran meski spooring masih bagus.
Velg peyang 1–2 mm saja sudah bisa terasa di kecepatan tinggi.
Komponen tie rod dan rack steer yang mulai longgar biasanya membuat setir ikut bergetar di jalan bergelombang.
Tabel berikut memperlihatkan pola gejala yang paling sering ditemukan di lapangan:
Saat Kecepatan Naik, Masalah Kecil Bisa Terasa Besar
Balancing Roda yang Sudah Tidak Presisi
Ini penyebab paling umum. Balancing adalah proses menyamakan distribusi berat roda agar putarannya stabil. Ketika salah satu sisi roda lebih berat, putaran ban menjadi tidak seimbang dan menghasilkan getaran.
Pada kecepatan rendah, efeknya sering belum terasa. Tetapi saat roda berputar lebih cepat, getaran mulai muncul ke setir. Biasanya paling terasa pada 70–90 km/jam.
Penyebab balancing berubah bisa karena:
Pemberat balancing lepas
Ban pernah menghantam lubang
Velg terkena benturan
Ban aus tidak rata
Di bengkel spooring modern, toleransi balancing biasanya di bawah 10 gram. Selisih kecil saja sudah cukup membuat setir bergetar pada mobil dengan velg besar.
Ban Benjol atau Permukaan Tidak Rata
Ban yang terlihat masih tebal belum tentu sehat. Banyak kasus setir bergetar ternyata berasal dari struktur ban yang sudah rusak di bagian dalam.
Biasanya terjadi karena:
Menghantam lubang keras
Tekanan ban terlalu rendah
Mobil sering membawa beban berat
Usia ban di atas 4–5 tahun
Ban yang benjol akan menghasilkan putaran tidak stabil. Saat dipakai di kecepatan tertentu, getarannya mulai terasa konsisten.
Cara sederhana mengeceknya:
Parkir mobil di permukaan rata
Putar ban perlahan
Lihat apakah ada bagian naik turun atau bergelombang
Jika ada deformasi kecil sekalipun, biasanya getaran tetap muncul walaupun balancing sudah dilakukan.
Velg Peyang Sering Tidak Disadari
Velg peyang tidak selalu terlihat jelas dengan mata. Banyak pengemudi baru sadar setelah mobil dipacu di jalan tol.
Velg yang sedikit melengkung membuat ban tidak berputar lurus sempurna. Akibatnya:
Setir bergetar
Ban cepat habis sebelah
Suspensi bekerja lebih keras
Di bengkel balancing, velg biasanya dicek menggunakan alat putar. Penyimpangan 1–2 mm saja sudah bisa menimbulkan vibrasi pada kecepatan tinggi.
Kasus ini cukup sering terjadi pada mobil yang:
Menggunakan ban tipis
Sering menghantam polisi tidur cepat
Pernah masuk lubang dalam
Jangan Abaikan Kondisi Kaki-Kaki dan Steering
Tie Rod dan Ball Joint Mulai Longgar
Jika getaran muncul bersamaan dengan bunyi “gluduk” atau setir terasa kurang stabil, kemungkinan masalah berasal dari kaki-kaki.
Komponen yang sering bermasalah:
Tie rod
Long tie rod
Ball joint
Rack end
Saat komponen mulai aus, roda depan tidak lagi menapak dengan stabil. Pada kecepatan tertentu, roda bisa sedikit bergerak sendiri dan menimbulkan getaran ke setir.
Biasanya gejalanya disertai:
Setir tidak presisi
Mobil terasa limbung
Ban aus bagian dalam atau luar
Bunyi saat melewati jalan rusak
Pada mobil harian yang sering melewati jalan berlubang, tie rod bisa mulai longgar di kisaran 40.000–80.000 km tergantung kondisi jalan.
Rack Steer Bermasalah
Rack steer berfungsi meneruskan gerakan setir ke roda depan. Jika ada keausan di bagian ini, getaran dari roda akan lebih mudah terasa di lingkar kemudi.
Gejalanya:
Setir terasa oblak
Ada bunyi kecil saat belok
Getaran muncul di jalan kasar
Mobil sulit tetap lurus
Pada beberapa mobil EPS (Electric Power Steering), kerusakan rack steer kadang membuat getaran terasa lebih jelas dibanding sistem hidrolik lama.
Getaran Saat Rem Tidak Boleh Diremehkan
Jika setir hanya bergetar ketika pedal rem diinjak, fokus pemeriksaan biasanya langsung ke cakram.
Cakram yang terlalu panas berulang kali bisa berubah bentuk. Permukaannya tidak lagi rata sehingga kampas rem menekan secara tidak stabil.
Penyebab umum:
Rem sering overheating
Kampas rem kualitas rendah
Cakram terlalu tipis
Mobil sering dipakai turunan panjang
Gejalanya biasanya:
Setir berdenyut saat rem
Pedal rem terasa memantul
Getaran semakin kuat ketika rem mendadak
Secara teknis, ketebalan cakram yang sudah melewati batas minimum memang lebih mudah mengalami deformasi panas.
Spooring yang Berubah Bisa Membuat Mobil Tidak Stabil
Spooring tidak langsung menyebabkan getaran besar, tetapi bisa memperparah kondisi ban dan steering.
Jika sudut roda berubah:
Ban aus tidak rata
Mobil menarik ke satu sisi
Setir terasa berat sebelah
Handling tidak stabil
Dalam jangka panjang, ban yang aus bergelombang akan memicu vibrasi saat mobil melaju cepat.
Spooring idealnya dicek setiap:
10.000 km
Setelah menghantam lubang keras
Setelah ganti komponen kaki-kaki
Ketika setir mulai tidak lurus
Cara Membaca Pola Getaran Agar Tidak Salah Diagnosa
Salah satu cara paling efektif menentukan sumber masalah adalah memperhatikan kapan getaran muncul.
