Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

30 Jun 2023

Tabrakan Beruntun Masih Terjadi di Jalan Tol, Pastikan Paham Pemicunya dan Rumus Empat Detik

Kecelakaan dalam bentuk tabrakan beruntun masih sering terjadi di jalan tol. Tabrakan beruntun sangat mungkin terjadi bila kamu tidak menjaga jarak. Dikurasi dari detik.com, jarak aman merupakan ruang dan waktu yang dibutuhkan pengemudi untuk menganalisa kemudian mengantisipasi potensi bahaya.

Saat berada di jalan tol, cara paling mudah adalah dengan menggunakan rumus empat detik. Artinya, kamu harus menjaga jarak dengan kendaraan di depan setidaknya empat detik. Perhitungannya, respons manusia membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 detik plus reaksi mekanik pengereman mobil antara 0,5 hingga 1 detik.

Satu detik gaya momentum kendaraan, satu detik reaksi rem dan jalan, satu detik mewakili reaksi pengemudi (kaget, memindahkan telapak kaki dari pedal gas ke rem), satu detik safety factor, begitu perhitungan mudahnya.

Empat detik yang dimaksud, dihitung dari kendaraan lain di depan. Kamu bisa mencari objek statis seperti pohon atau tiang lampu jalan tol untuk dijadikan patokan menghitung.

Misalnya, bila mobil di depan sudah melewati satu titik, ditandai dengan tiang lampu jalan tol, maka empat detik kemudian mobil yang kamu kemudikan melewati titik yang sama. Artinya, mobil kamu sudah memiliki jarak aman dengan mobil di depan.

Selain itu, kamu wajib pula mematuhi aturan batas kecepatan minimal dan maksimal. Beberapa kendaraan melaju pelan di lajur cepat alias lane hogger. Padahal, lajur tersebut digunakan oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi atau untuk mendahului, sehingga kena tabrak dari belakang.

Di lajur lambatpun tidak boleh terlalu pelan karena berisiko sama. Namun, tidak dibenarkan juga untuk melaju terlalu cepat. Di jalan tol, batas kecepatan minimal adalah 60 km/jam dan batas kecepatan maksimal 80-100 km/jam. Gunakan lajur jalan tol sesuai peruntukan dan kecepatan.

Penyebab lain tabrakan beruntun adalah perhatian terdistraksi seperti bermain ponsel saat mobil melaju. Karena tidak waspada akibat terdistraksi ponsel, kamu kurang memperhatikan mobil di depan mengurangi kecepatan.

Bahkan mobil yang kamu kendarai pindah lajur atau berkurang kecepatannya tanpa disadari, padahal dari belakang ada mobil lain, sehingga memicu kecelakaan beruntun. Karenanya, pengemudi wajib konsentrasi saat berkendara.

Masalah microsleep atau tertidur sejenak tanpa sadar sama bahayanya dengan bermain ponsel saat mengemudi mobil. Meski hanya sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun.