Veloz Hybrid EV Book Icon

Insight

02 Apr 2026

Tailgating Bukan Cara Bikin Irit Bensin atau Terlihat Keren, Ada Solusi yang Jauh Lebih Aman dan Nyaman

Anda mungkin tidak mengenal istilah tailgating meskipun pernah melakukannya di jalan. Dikutip dari  Mobilmo.com, tailgating adalah tindakan mengikuti kendaraan di depan dengan jarak terlalu dekat atau 'nempel' tanpa memikirkan lingkungan di sekitar mobil.


Umumnya tailgating atau membuntuti kendaraan lain dilakukan karena pengemudi tidak sabar ingin segera mendahului kendaraan di depan. Anda menempel sangat dekat sekali sambil sesekali menggoyang kendaraan ke kanan mencari momentum untuk menyalip dan mengintimidasi mobil di depan.


Sebab Tailgating Dilakukan


1. Biasa Ngebut di Jalan

Ada banyak alasan mengapa pengemudi 'menempel' ketat kendaraan di depannya. Seperti kendaraan di depan terlalu lambat, sementara Anda adalah pengemudi cepat. Kebiasaan tailgating bagi pengemudi cepat paling susah dihilangkan sebab sudah menjadi karakter. 


2. Intimidasi Mobil di Depan

Selanjutnya adalah melakukan intimidasi untuk memancing reaksi kendaraan di depan untuk melaju lebih cepat atau menepikan kendaraannya. Terkadang pula dengan membunyikan klakson atau menyalakan lampu tembak (dim) sebagai isyarat.


3. Tidak Mau Menahan Emosi

Ada pengemudi yang tidak menerima tindakan pengguna jalan lain yang mengejutkan, seperti menyalip tanpa 'permisi' atau terlalu kencang. Bisa juga karena Anda tidak bisa menahan diri melihat kendaraan lain melaju kencang, lalu mengejarnya karena penasaran.


4. Mau Hemat Bensin

Dengan berada sangat dekat di belakang kendaraan lain, Anda berharap akan terhindar dari hambatan angin. Langkah ini hanya efektif dilakukan di sirkuit balap yang tidak ada gangguan dari lingkungan sekitar. Di jalan raya, begitu mobil di depan mengerem mendadak, Anda akan celaka.


Meskipun bisa dilakukan, namun tidak disarankan untuk dilakukan karena tidak akan mempengaruhi apa-apa dan justru menimbulkan faktor risiko bahaya yakni kecelakaan. Sejauh ini, tidak ada data yang membuktikan bahwa perilaku tersebut sanggup menghemat bensin.


Alasan Tailgating Sangat Berbahaya


Sebagai informasi, berkendara nekat dengan cara menempel ketat kendaraan seperti bus sangat dilarang. Pertama, Anda butuh ruang kosong bermanuver untuk berhenti mendadak. Harus ada jarak aman setidaknya dihitung dari kecepatan kendaraan melaju atau rumus 3 detik.


Kedua, Anda juga tidak bisa melihat kondisi jalan di depan kendaraan tersebut sehingga tidak dapat mengantisipasi jika ada potensi bahaya. Begitu mereka melakukan hard braking, maka Anda sudah tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi.


Ketiga, Anda tidak dapat mengetahui perilaku pengemudi di depan. Katakan sopir mengalami microsleep dan tetiba menginjak pedal rem, Anda tidak dapat melakukan apapun. Atau sopirnya melakukan manuver pindah lajur dan Anda tidak sempat mengikutinya, jelas sangat berbahaya.


Hemat Bensin Pakai Mobil Hybrid Toyota


Sebaiknya tidak berkendara terlalu dekat dengan mobil lain karena bisa berisiko tabrak belakang. Untuk menghemat bensin, pengemudi cukup cruising di kecepatan tertentu seperti 80 km/jam dan usahakan putaran mesin di bawah 2.000 rpm.


Satu solusi mudah untuk menghemat pemakaian bensin adalah menggunakan mobil hybrid Toyota. Seperti All New Yaris Cross Hybrid EV yang berdasarkan hasil pengujian sebuah media otomotif nasional mencatat konsumsi bensin sehemat 31 km/liter tanpa perlu melakukan tindakan berbahaya seperti mengekor mobil lain.


Satu lagi yang makin populer karenanya semakin terjangkau adalah New Veloz Hybrid EV sebagai MPV yang multiguna dan sanggup bawa 7 penumpang. Berdasarkan pengujian media otomotif, konsumsi bensinnya tembus 28,9 km/liter/


Silakan kunjungi dealer resmi Toyota untuk memiliki mobil hybrid Toyota lainnya. Anda dapat pula memilikinya via website Toyota Indonesia sekaligus memanfaatkan program promo yang ditawarkan.