
Tips
25 Mar 2024
Tips Mengendalikan Emosi Saat Mengemudi Mobil di Bulan Puasa, Pahami Solusinya
Kemampuan mengendalikan emosi setiap orang berbeda-beda. Di bulan Ramadan, kesabaran Anda yang menjalankan ibadah puasa sedang diuji. Dikutip dari Aca.co.id, banyak hambatan dan hal-hal menjengkelkan di jalan raya yang dapat berpotensi menimbulkan emosi.
Karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama berpuasa dan selalu mengutamakan keselamatan berkendara. Berikut beberapa tips yang bisa berguna untuk menahan emosi saat mengemudi di bulan puasa.
Rencanakan perjalanan
Rencanakan perjalanan untuk mendapatkan rute dan waktu yang tepat sehingga terhindar dari kemacetan dan emosi tetap terkontrol. Misalnya, mengantisipasi kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa yang sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu supaya dapat buka puasa di rumah.
Berangkat lebih awal
Salah satu cara ampuh untuk menghindari kemacetan dan perkara-perkara lainnya adalah dengan berangkat lebih awal. Selain kondisi lalu lintas sepi, Anda juga tidak terburu-buru. Hal ini dirasa sangat ampuh untuk memangkas banyak penyebab kemarahan saat mengemudi mobil.
Istirahat yang cukup
Waktu tidur yang kurang kerap dialami di bulan Ramadan, sehingga memiliki potensi terjadinya microsleep atau terlelap sejenak tanpa disadari. Untuk Anda yang merasakan konsentrasi menurun karena mengantuk, sempatkan tidur minimal selama 30 menit.
Mendengarkan musik favorit
Mendengarkan musik diklaim oleh banyak orang dapat membuat hati tenang dan nyaman. Sama halnya dengan berkendara, putarlah musik yang sifatnya menyenangkan sekaligus menenangkan. Jauhi musik cepat yang sekiranya dapat merangsang untuk berkendara serba cepat.
Fokus berkendara
Fokuskan energi untuk berkendara sehingga konsentrasi dapat tetap terjaga dan mobil melaju dengan aman. Hindari aktivitas yang dapat memecah konsentrasi seperti bermain ponsel, apalagi saat puasa umumnya konsentrasi dan respons tubuh menurun.
Jangan Salurkan Emosi Ke Gaya Berkendara Anda
Apabila sudah terlanjur emosi, jangan malah mengalirkannya ke gaya berkendara. Jangan menjadi pengendara yang menjengkelkan, seperti memainkan lampu dim atau klakson berkali-kali. Salurkan emosi ke hal-hal positif seperti berdoa, bersyukur hingga mengingat momen-momen indah bersama keluarga atau sahabat.
Prediksi potensi bahaya
Dengan melakukan prediksi potensi bahaya, Anda dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan. Misalnya, pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka puasa, pengendara yang menepi saat waktu berbuka puasa, pejalan kaki yang menawarkan jajanan berbuka puasa di tepi jalan dan lainnya.
Persiapan dasar sebelum berkendara
Lakukan persiapan dasar mulai dari perlengkapan berkendara seperti kelengkapan surat berkendara. Lakukan juga pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara. Jangan lupa periksa kesehatan singkat dan urungkan niat kalau merasa tubuh kurang fit.
Tumbuhkan empati kepada pengguna jalan lainnya
Dalam kondisi apapun, Anda diharapkan dapat meredam emosi dengan menumbuhkan empati dan menghargai pengguna jalan lain. Sejatinya, emosi dalam berkendara bisa terjadi pada siapa saja namun harus dapat dikendalikan supaya tidak merugikan banyak orang.
Bikin kabin nyaman
Anda harus membuat kabin mobil terasa nyaman, bahkan usahakan seperti berada di ruang keluarga rumah. Jaga kebersihan mobil jadi menu utama. Tentu tidak nyaman kalau Anda berkendara di ruang AC tapi ada bau tidak sedap di dalam mobil.
Posisi berkendara yang rileks dan nyaman
Duduk jangan terlalu tegak yang bikin cepat lelah, tapi juga tidak terlalu rebah yang malah sulit mengantisipasi keadaan. Pegang setir dengan rileks, seperti ibu jari tidak dimasukkan dalam setir. Hindari posisi menggenggam seperti ingin memukul yang membuat Anda mudah terpancing emosi.
Jangan mudah terprovokasi
Kalau ada pengemudi lain yang memancing amarah, coba tarik nafas dan buang lewat mulut. Lakukan sebanyak 3 kali sampai merasa tenang. Gunanya, supaya ada oksigen yang masuk ke otak jadi bisa berpikir jernih, dan Anda tidak terpancing untuk melakukan tindakan tidak terpuji.
