Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

21 Jan 2026

Tips Rawat Rem Mobil Matik Supaya Tetap Optimal Setelah Libur Nataru, Kuncinya Ada pada Cairan dan Kampas Rem

Sistem pengereman mobil dengan transmisi otomatis atau matik lebih berat karena minimnya engine brake untuk membantu mengurangi kecepatan. Sehingga komponen rem harus bekerja lebih keras ketimbang mobil dengan transmisi manual.

Kondisi ini menjadi penting untuk Anda yang baru saja kembali dari perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Seperti diketahui, rute jalan terbilang dinamis, khususnya kalau rekreasi di area pegunungan. Ditambah, muatan mobil full dan jalan licin akibat hujan yang membuat kerja rem makin berat.

Konsekuensinya adalah komponen rem, terutama yang berkaitan langsung seperti kampas, teromol, dan cakram rem menjadi lebih mudah aus dan rusak jika kurang perawatan. Kampas rem yang sudah aus tidak akan sanggup mengurangi laju mobil dalam kondisi darurat. 

Cairan rem yang habis atau masuknya udara pada sirkulasi cairan rem yang menghasilkan uap air serta akan menguap saat panas dan membuat tekanan cairan rem menurun. Kualitas brake fluid yang buruk karena terpengaruh suhu atau kedaluwarsa makin memperburuk keadaan.


Cara Mencegah Rem Mobil Matik Cepat Rusak

Salah satu kunci dari mencegah rem mobil matik bekerja terlalu keras dan mengakibatkan malfungsi adalah dengan menjaga kondisi cairan rem dan komponen pengereman lainnya. Berikut langkah pengerjaan yang bisa dilakukan pascalibur Nataru:


1. Cek Cairan Rem

Periksa level cairan rem di dalam tabung penyimpanan sepulang dari berlibur. Tambah jika kurang dengan cairan rem yang sesuai rekomendasi pabrikan. Cek sekitar tabung minyak rem dari potensi kebocoran, terutama sekitar sambungan selang. Apalagi jika frekuensi isi ulang brake fluid cukup sering atau berkurangnya banyak.


2. Kuras Cairan Rem

Formula kimia dalam cairan rem ada masa pakainya. Kalau dipaksakan dipakai, bisa jadi kemampuannya dalam bekerja dan melepas panas jadi melemah. Akibatnya, tekanannya hilang dan rem mobil blong. Selain itu, ada risiko kontaminasi yang membuatnya timbul endapan atau berlumut.

Sebaiknya cairan rem dikuras dan diganti seluruhnya setiap 40.000 km atau 2 tahun sekali untuk menjaga kualitas kandungan kimia yang ada di dalamnya. Namun jangan ragu untuk menguras setelah libur Nataru kalau sudah ada tanda-tanda di atas.


3. Bersihkan Tabung Cairan Rem

Meski tutup tabung selalu ditutup rapat, tetap ada potensi uap air masuk dan membuat cairan rem ‘masuk angin’ yang bisa membuat rem blong karena rem kehilangan tekanan. Selain itu, di dasar tabung mungkin timbul endapan lumpur kalau kamu benar-benar tidak peduli kondisinya. 

Lakukan pembersihan tabung cairan rem bersamaan dengan pengurasan cairan rem. Jangan lupa untuk membuang angin yang terperangkap di sistem rem saat proses pembersihan telah selesai.

Pastikan pula selang dan pipa cairan rem dicek ulang, termasuk klem sambungan. Jangan lupa pula cek pipa, selang dan sambungan yang menempel di booster rem. Ganti selang jika sudah getas dan ganti pipa bila ada risiko karat.


4. Cek Kampas Rem

Kalau sudah tidak layak, kampas rem akan kesulitan menggigit piringan cakram atau teromol. Bahkan di kondisi tertentu kampas rem bisa kehilangan koefisien gesek karena kepanasan (overheat) dan ini merupakan salah satu sumber utama rem blong.

Jangan tunda untuk mengganti kampas rem jika direkomedasikan untuk diganti. Sekaligus, periksa kondisi piringan cakram atau teromol rem. Bisa saja bagian ini rusak seperti permukaan cakram bergelombang sehingga rem gagal bekerja alias rem blong.


5. Periksa Piston pada Sistem Rem

Tugas piston pada rem mobil adalah untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Jika terjadi kemacetan pada piston, maka kaliper tidak dapat digerakkan yang berbahaya karena rem dapat mengunci seketika. 

Kemacetan pada piston dapat diakibatkan oleh karat sekitar piston rem atau kerusakan di bagian karet–karet piston. Poin nomor 4 dan 5 sulit untuk dilakukan sendiri karena berada di kolong mobil. Solusi paling mudah adalah melakukan servis berkala di bengkel resmi Toyota.


6. Setel Ketinggian Rem Tangan

Rem tangan bisa berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama blong lantaran tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil. Masalahnya, posisi rem tangan yang terlalu rendah dapat mengakibatkan kemacetan di sistem rem mobil. 

Ketinggian rem tangan hanya diperbolehkan  5 hingga 8 klik. Semakin rendah posisinya, maka jarak kampas rem dengan piringan atau teromol rem menjadi terlalu dekat. Ini dapat mengakibatkan kemacetan pada sistem rem mobil.


7. Servis Berkala Rem di Bengkel Resmi Toyota

Langkah paling mudah dan efektif untuk menjaga kondisi rem mobil matik adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi Toyota sebelum kembali beraktivitas. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan service advisor yang bertugas kalau dirasa ada yang tidak beres dengan rem mobil.