Veloz Hybrid EV Book Icon

Tips

23 Feb 2026

Trik Merawat Mobil yang Jarang Dipakai Selama Bulan Puasa

Selama bulan puasa, banyak mobil jadi lebih jarang digunakan. Aktivitas harian berkurang, perjalanan jauh ditunda, dan kendaraan lebih sering terparkir di rumah. Dalam konteks otomotif, mobil yang terlalu lama diam justru lebih berisiko mengalami masalah dibanding mobil yang rutin dipakai—mulai dari aki drop, ban peyang, hingga oli yang mengendap. Karena itu, memahami cara merawat mobil jarang dipakai selama puasa penting agar kendaraan tetap sehat saat kembali digunakan.


Mobil Jarang Dipakai Saat Puasa Ini yang Harus Kamu Lakukan Sejak Awal

Kalau kamu ingin mobil tetap aman selama jarang dipakai, fokus ke lima hal ini:

  • Nyalakan mesin minimal 2–3 kali seminggu selama 10–15 menit

  • Jaga tekanan ban di kisaran 32–35 PSI agar tidak flat spot

  • Pastikan aki punya tegangan minimal 12,4 volt

  • Jangan biarkan tangki bensin kosong (idealnya isi minimal ½)

  • Lepas rem tangan saat parkir lama, ganjal ban sebagai pengganti

Ini adalah langkah dasar cara merawat mobil jarang dipakai selama puasa agar tidak muncul masalah saat Lebaran tiba.


Kenapa Mobil yang Diam Terlalu Lama Justru Lebih Cepat Bermasalah

Secara teknis, mobil dirancang untuk bergerak. Saat terlalu lama diam, beberapa sistem mulai menurun performanya.

Pertama: aki.

Aki mobil akan tetap mengalirkan arus meski mesin mati, terutama untuk alarm, ECU, dan head unit. Dalam kondisi normal, aki bisa kehilangan 0,1–0,2 volt per hari. Kalau mobil tidak dihidupkan lebih dari 7–10 hari, tegangan bisa turun di bawah 12 volt dan starter jadi berat atau bahkan mati total.

Makanya, menghidupkan mesin 10–15 menit bukan sekadar formalitas. Alternator butuh waktu untuk mengisi ulang aki sampai stabil.

Kedua: ban.

Ban yang menahan beban di satu titik terlalu lama akan mengalami flat spot—permukaan ban jadi sedikit gepeng. Ini sering terasa sebagai getaran di kecepatan rendah setelah mobil lama parkir.

Kalau tekanan ban kurang 5 PSI saja, struktur sidewall bekerja lebih keras dan risiko deformasi meningkat.

Ketiga: oli mesin.

Oli yang tidak bersirkulasi akan mengendap di carter. Lapisan pelumas di dinding silinder menipis. Saat mesin akhirnya dihidupkan kembali, gesekan awal jadi lebih tinggi. Inilah penyebab mesin terasa kasar setelah lama tidak dipakai.

Menyalakan mesin secara berkala membantu mengalirkan oli kembali ke seluruh komponen.

Keempat: sistem pengereman.

Cakram yang terlalu lama tidak dipakai bisa berkarat tipis karena kelembapan udara. Karat ringan memang bisa hilang setelah mobil berjalan, tapi kalau dibiarkan berminggu-minggu, permukaan cakram bisa jadi tidak rata.

Itulah sebabnya mobil tetap perlu digerakkan walau hanya keliling kompleks.

Kelima: bahan bakar.

Tangki yang hampir kosong mempercepat kondensasi uap air di dalam tangki. Air ini bisa masuk ke sistem bahan bakar dan memicu karat di fuel pump. Menjaga bensin minimal setengah tangki adalah langkah praktis mencegah ini.

Semua poin di atas adalah alasan teknis kenapa cara merawat mobil jarang dipakai selama puasa tidak bisa dianggap sepele.


Checklist Praktis Supaya Mobil Tetap Sehat Selama Puasa

Gunakan checklist ini, bisa langsung kamu terapkan di rumah:

  • Hidupkan mesin 2–3 kali seminggu (10–15 menit)

  • Cek tekanan ban setiap 7 hari

  • Pastikan bensin minimal setengah tangki

  • Lepas rem tangan jika parkir lebih dari 3 hari

  • Ganjal ban dengan wheel chock atau balok kayu

  • Bersihkan kabin dari makanan/minuman untuk cegah jamur

  • Tutup mobil dengan cover breathable jika parkir outdoor

  • Geser posisi mobil tiap beberapa hari agar beban ban berpindah

  • Jika lebih dari 2 minggu tidak dipakai, pertimbangkan lepas terminal negatif aki

Checklist ini jauh lebih efektif dibanding hanya membiarkan mobil “tidur” begitu saja.


Kesimpulan

Mobil yang jarang dipakai selama bulan puasa tetap membutuhkan perhatian rutin. Aki bisa drop, ban bisa peyang, oli mengendap, dan sistem rem berkarat jika kendaraan terlalu lama diam. Dengan langkah sederhana seperti menyalakan mesin berkala, menjaga tekanan ban, mengisi bensin minimal setengah, dan tidak mengaktifkan rem tangan saat parkir lama, kamu sudah menerapkan cara merawat mobil jarang dipakai selama puasa secara benar.

Perawatan ringan sekarang akan menghindarkan kamu dari masalah besar saat mobil kembali dipakai menjelang Lebaran.


FAQ

1. Berapa lama idealnya mobil dipanaskan saat jarang dipakai?
Sekitar 10–15 menit agar oli bersirkulasi dan aki terisi ulang.

2. Apakah mobil harus dijalankan, atau cukup dipanaskan?
Lebih baik dijalankan sebentar (1–2 km) supaya ban dan rem ikut bekerja.

3. Aman tidak kalau mobil ditinggal lebih dari seminggu tanpa dinyalakan?
Kurang ideal. Risiko aki drop dan oli mengendap meningkat setelah 7 hari.

4. Kenapa rem tangan sebaiknya dilepas saat parkir lama?
Karena kampas bisa menempel ke cakram akibat kelembapan, bikin rem seret saat dipakai lagi.

5. Perlu lepas aki kalau mobil tidak dipakai lama?
Kalau lebih dari 2 minggu, iya. Minimal lepas terminal negatif untuk mencegah aki habis.

6. Apakah tekanan ban perlu dinaikkan saat mobil jarang dipakai?
Boleh dinaikkan 2–3 PSI dari standar untuk mengurangi risiko flat spot.