Toyota Astra Mototr Indonesia - 7 Komponen Mobil yang Harus Diperiksa Setelah Menerobos Banjir

Tips

05 Januari 2020

7 Komponen Mobil yang Harus Diperiksa Setelah Menerobos Banjir

By IndraKeren

Ada dua pilihan yang bisa kamu lakukan saat terjebak banjir yang sama-sama berisiko.

Posisi berhenti belum tentu lebih aman, karena bisa jadi posisi mobil akan tergenang dan kemasukan air.

Atau misal mobil menerobos banjir, jika salah perhitungan malah berisiko terjebak di tengah-tengah genangan dan mengakibatkan komponen mobil rusak.

Ketika kamu bisa melewati dua kondisi buruk tersebut, harus tetap waspada terhadap beberapa komponen mobil, apa sajakah itu?

Rem

Untuk mobil yang masih menggunakan rem teromol, ada baiknya untuk mencoba menekan rem berkali-kali sampai normal setelah keluar dari area banjir.

Pasalnya, mekanisme rem teromol membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa bekerja optimal ketimbang cakram setelah melewati banjir.

Kaki-kaki

Pada area komponen as roda, tie rod, dan ball joint biasanya diberikan boot karet yang berfungsi melindungi gemuk sebagai media pelumas komponen.

Namun jika boot karet ini robek plus gemuk bercampur dengan air banjir, maka risiko komponen kaki-kaki ini bisa karatan dan lecet.

Solusinya, jika kondisi ball joint dan tie rod masih baik, cukup ganti boot karet roda saja dan dilumasi kembali dengan gemuk.

Namun jika tie rod dan ball joint sudah oblak, sebaiknya segera ganti baru di bengkel resmi Toyota.

ECU (Electronic Control Unit)

Untuk mobil yang sudah mengadopsi Electronic Control Unit (ECU), posisinya antara di dalam kabin atau di ruang mesin.

Sekalipun sudah didesain dengan penempatan yang aman, namun tetap saja ‘otak’ dari sistem elektronik di mobil ini alergi terhadap air.

Untuk itu, pastikan untuk memperhatikan ketinggian air jika tetap ingin menerjang banjir.

Jika ECU terkena air dan bermasalah, siap-siap merogoh kocek belasan hingga puluhan juta rupiah untuk mengganti ECU mobil.

Kabel dan Sekering

Kabel dan sekering berperan penting dalam hal sistem kelistrikan mobil.

Meski sudah dilindungi dengan baik, namun ada baiknya kabel dan sekring kembali dicek.

Hal ini untuk menghindari  korsleting dan kerusakan pada komponen kelistrikan mesin mobil.

Filter Udara

Filter udara memiliki tugas untuk menjaga flow atau aliran udara bagi kebutuhan mesin, serta menyaring material debu dari udara yang masuk ke ruang bakar.

Jika mobil kebanjiran, pastikan untuk tidak segera menyalakan mobil karena air filter sudah basah.

Potensi kerusakan water hammer sangat potensial terjadi apabila kamu memaksakan menyalakan mobil dalam kondisi tersebut.

Oli

Jika mobil kamu sudah terendam air, ada baiknya segera menguras pelumas oli mesin maupun transmisi dan gardan.

Pasalnya pelumas yang telah tercampur air, yang terdeteksi lewat warna cairan oli berwarna coklat muda, dapat berkurang daya lumasnya.

Ini dapat mengakibatkan gesekan antar komponen semakin meningkat dan terjadi keausan dini.

Karenanya, lebih baik segera kuras dan mengganti pelumas baru untuk ketiga komponen tersebut.

Jangan lupa pula untuk mengganti filter oli yang sudah pasti kemasukan air pula.

Radiator

Komponen radiator yang berukuran cukup besar seringkali tersangkut partikel kecil, sampah, dan kotoran yang terbawa saat menerobos banjir.

Ada baiknya setelah kamu melewati jalanan banjir, segera bersihkan radiator menggunakan air bersih bertekanan rendah.

Selain itu, kuras air radiator dan isi dengan yang baru agar semakin menyempurnakan proses pendinginan mesin supaya tidak overheat.

Oh ya, ada baiknya perbaikan tersebut dilakukan oleh teknisi terpercaya di bengkel resmi Toyota supaya terjamin kualitas sparepart dan teknisinya.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

top article

Shopping Tools