
Tips
04 Nov 2021
Cara Mengemudi Aman di Jalan Tol Untuk Mencegah Kecelakaan, Kuncinya Nomor Satu
Cara Mengemudi Aman di Jalan Tol Untuk Mencegah Kecelakaan, Kuncinya Nomor Satu
By adminConnect
Kembali terjadi kecelakaan di jalan tol yang memakan korban jiwa.
Bicara sebab, banyak hal bisa memicu kecelakaan di jalan tol.
Namun yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita melakukan langkah pencegahan demi keselamatan semua pihak.
Supaya perjalanan kamu di jalan berlangsung lebih aman dan nyaman, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat berkendara di jalan tol.
1. Wajib Safety Driving!
Tidak perlu mengejar waktu, mengemudilah dengan teknik berkendara yang aman untuk menjaga keselamatan kamu, keluarga, dan pengguna jalan lain.
Tidak perlu juga melakukan manuver berbahaya, seperti menyalip tiba-tiba atau zig-zag pindah jalur.
Cukup pastikan mobil kamu dapat melaju lancar tanpa kesulitan dan selamat sampai tujuan.
2. Jaga Emosi di Jalan
Jangan terpancing untuk melakukan tindakan tidak terpuji ke pengemudi lain meskipun diprovokasi duluan.
Kendalikan emosi dan tidak perlu balik memprovokasi sesama pengguna jalan.
Karena agresif, kamu akan melupakan cara berkendara yang aman dan memicu kecelakaan.
3. Patuhi Batas Kecepatan di Jalan
Jalan tol antar kota punya batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam.
Di beberapa lokasi seperti rawan kecelakaan atau jalan pegunungan kecepatan maksimal turun menjadi 80 km/jam.
Patuhi aturan tersebut agar tidak menghambat laju mobil lain atau menjadi pemicu kecelakaan.
Semakin tinggi kecepatan maka akan semakin sulit buat kamu mengendalikan mobil, seperti tiba-tiba ban pecah.
4. Hati-Hati Microsleep
Jaln tol trans Jawa antara Jakarta – Surabaya dapat ditempuh nonstop selama 10 jam.
Masalahnya, tubuh manusia tidak akan sanggup berkendara selama itu.
Risikonya adalah serangan microsleep, yaitu kamu tertidur sejenak tanpa sadar yang bisa berakibat fatal kalau sampai mobil kamu pindah jalur.
Tetidur satu detik saja mobil kamu akan melenceng sejauh puluhan meter dan berisiko memicu kecelakaan.
5. Jaga Jarak Aman Antar Kendaraan
Dengan menjaga jarak aman, kamu bisa melihat potensi masalah dari mobil atau jalan di depan.
Kamu juga memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pengereman normal jika diharuskan mengurangi kecepatan.
Termasuk jika kamu melakukan kesalahan seperti mengalihkan perhatian ke hal lain, masih cukup waktu untuk melakukan pengereman secara wajar.
6. Jangan Mengalihkan Perhatian dari Jalan
Lupakan update social media dan fokus saja pada berkendara yang aman.
Meskipun hanya sepersekian detik, perhatian yang terdistraksi cukup untuk membuat kamu tidak waspada pada kondisi jalan.
Atur sedemikian rupa kokpit mobil sehingga tidak merepotkan di jalan.
Seperti, mengatur peletakan kartu e-toll, makanan, minuman, dan perlengkapan pribadi lainnya.
7. Jaga Kebugaran Sopir
Idealnya ada 2 sopir yang bergantian tiap 2-3 jam sehingga stamina kamu dapat terus terjaga.
Jangan andalkan minuman bersoda atau kopi untuk menjaga kebugaran karena justru memicu tekanan darah dan lebih banyak efek sugesti.
Kalau mengemudi sendiri, pastikan tubuh dalam kondisi fit dimana tidur yang cukup dan berkualitas menjadi syarat mutlak.
8. Perhatikan Kondisi Mobil
Lakukan pengecekan tekanan angin ban sesuai rekomendasi produsen mobil di pagi hari ketika mobil belum dipakai beraktivitas.
Periksa bila ada kerusakan di dinding atau telapak ban, dan jangan lupa memeriksa ban serep serta perlengkapan darurat untuk ganti ban.
Cek cairan mobil seperti air radiator, oli mesin dan transmisi, air wiper, oli power steering, dan minyak rem.
Solusi paling mudah dan nyaman adalah melakukan servis berkala di bengkel resmi Toyota.
9. Patuhi Aturan Lalu Lintas
Jangan karena tidak ada polisi maka kamu berlaku seenaknya di jalan.
Patuhi rambu lalulintas dan ikuti arahan petugas polisi yang bertugas di lapangan.
Patuhi pula marka jalan demi tertib lalulintas dan mereduksi risiko kecelakaan.
10. Hindari Bahu Jalan
Bahu jalan dibuat hanya untuk kondisi darurat.
Pastikan untuk tidak berkendara di bahu jalan, apalagi jika jalan licin.
Kualitas aspal bahu jalan tidak sebaik lajur utama dan memiliki tingkat kemiringan yang lebih tinggi sehingga berisiko meyulitkan.
11. Hati-Hati Hujan
Sekarang sudah masuk musim hujan di mana hujan deras membuat jalanan licin dan membatasi jarak pandang kamu.
Kecepatan mobil saat hujan deras sebaiknya sekitar 20-30 km/jam atau 20% lebih lambat dibandingkan kondisi normal.
Hal itu akan membuat kamu memiliki kontrol lebih baik atas mobil di tengah kondisi jalan yang lincin dan punya potensi kecelakaan besar.
Ini juga terkait dengan performa teknis kendaraan yang menurun saat terjadi hujan deras, seperti performa ban, pengereman, termasuk performa pengemudi sendiri.
12. Manfaatkan Rest Area
Rest area jalan tol diatur jaraknya supaya sesuai dengan waktu maksimal mengemudi mobil antara 2 – 3 jam perjalanan.
Oleh karena itu, paksakan masuk ke dalam rest area meskipun hanya untuk meregangkan kaki atau cuci muka.
Kalau merasa lelah, jangan sungkan untuk tidur meskipun hanya 15 menit.