Toyota Astra Mototr Indonesia - Daftar Musuh Yang Bikin Bodi Mobil Kamu Kotor dan Kusam

Tips

29 Juni 2019

Daftar Musuh Yang Bikin Bodi Mobil Kamu Kotor dan Kusam

By IndraKeren

Jangankan mobil yang dipakai rutin setiap hari, mobil yang ditinggalkan di garasi sekalipun bakal kotor.

Apalagi kalau mobil kamu punya jam terbang tinggi setiap hari, seperti dipakai untuk bekerja, ke mal, antar anak sekolah maupun aktivitas rutin lainnya.

Supaya tidak berlarut dan membuat bodi mobil kotor, bahkan bisa sampai catnya kusam dan pudar, kamu bisa memperhatikan beberapa sumber masalah ini dan cara membersihkannya.

1. Debu halus

Namanya juga mobil dipakai di jalan, kotoran seperti debu pasti mudah sekali menempel

Sebelum pergi di pagi hari, kamu bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber.

Saat ini banyak dijual kemoceng dengan bahan kain mikrofiber.

Jangan pakai kemoceng berbahan bulu ayam karena akan membuat bodi mobil tergores.

2. Noda jelaga, aspal, dan serangga

Noda jelaga bekas asap mobil lain dan serangga bisa ditemui di bagian depan mobil.

Kalau belum mengeras bisa dibersihkan pakai kain mikrofiber.

Noda aspal biasanya banyak ditemui di dekat sepatbor mobil.

Hati-hati saat membersihkannya karena kerap sudah menempel erat karena salah membersihkan malah akan merusak bodi mobil.

Kamu butuh cairan bug and tar removal untuk membersihkannya, dan bisa dipakai untuk membersihkan noda jelaga dan serangga mati yang membandel.

3. Noda sisa mencuci mobil

Jejak yang ditinggalkan biasanya berbentuk seperti pulau kecil atau akrab disebut sebagai jamur yang biasa timbul saat kamu tidak mengeringkan bodi mobil secara maksimal saat mencuci.

Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mengecek segala sisi bodi mobil usai mencuci dan pastikan kering sempurna.

Perhatikan pula adanya lelehan air seperti di tutup tangki dan emblem Toyota, termasuk pula di sela-sela pintu dan gril mobil.

Namun kalau sudah terlanjur muncul, coba bersihkan dengan eksterior cleaner yang banyak dijual di supermarket atau toko aksesoris mobil.

4. Noda bekas air hujan

Sebenarnya efek yang ditimbulkan oleh sisa air hujan sama dengan sisa air cucian mobil.

Hanya saja karena bersifat asam, noda jamur yang ditimbulkan lebih sulit dibersihkan dan punya sifat korosif.

Oleh sebab itu, selalu cuci mobil kamu setelah terkena hujan di jalan dan jangan biarkan terlalu lama.

Kalau sampai muncul jamur bodi, segera besihkan pakai exterior cleaner.

Namun kalau tidak mempan, kamu bisa pakai bahan kompon yang lebih kuat daya angkatnya.

5. Baret di bodi mobil

Bekas baret dapat terlihat jelas, terutama untuk mobil berwarna gelap seperti hitam, sehingga membuatnya tampak kusam dan tidak terawat.

Baret bisa timbul akibat perlakuan salah saat membersihkan mobil.

Seperti menggunakan kemoceng berbahan bulu ayam atau langsung menyeka mobil dengan kain kanebo tanpa menyiramnya terlebih dahulu dengan air untuk merontokkan kotoran.

Bisa pula karena terkena benda tajam seperti ujung ranting pohon atau terluka karena serempetan.

Kalau masih halus bisa dihilangkan dengan kompon.

Tapi kalau parah sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan ahlinya seperti tim body & paint bengkel resmi Toyota.

6. Karat

Sebenarnya mobil modern sudah menggunakan anti karat.

Meski begitu, pemilik mobil di daerah dekat pantai punya risiko lebih besar terdampak karat karena tingginya kadar mineral di air dan sifatnya relatif asam.

Apalagi jika di bodi mobil ada luka terbuka akibat tabrakan dan kamu belum sempat membawanya ke bengkel untuk perbaikan.

Oleh sebab itu, jangan biarkan sampai ada luka terbuka di bodi mobil yang bisa jadi media timbulnya karat.

Termasuk bagian kolong mobil yang paling rentan kotor dan terpapar korosi.

Segera perbaiki di bengkel resmi Toyota jika ada luka seperti penyok atau baret dalam yang tembus hingga ke panel bodi mobil.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

top article

Shopping Tools