• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 339.600.000
Starting at
Rp 145.390.000
Starting at
Rp 200.200.000
Starting at
Rp 1.210.650.000
Starting at
Rp 279.850.000
Starting at
Rp 227.250.000
Starting at
Rp 505.150.000
Starting at
Rp 1.058.250.000
Sedan
Starting at
Rp 311.950.000
Starting at
Rp 648.250.000
SUV
Starting at
Rp 516.400.000
Starting at
Rp 2.213.450.000
Starting at
Rp 257.700.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 143.800.000
Starting at
Rp 266.250.000
Commercial
Starting at
Rp 316.350.000
Starting at
Rp 245.850.000
Sport
Starting at
Rp 2.185.220.000
Starting at
Rp 828.800.000

Technology

Fungsi dan Cara Kerja Evaporator dalam Sistem AC Mobil

By AndriGaul

Salah satu komponen pada sistem pendingin AC mobil adalah evaporator.

Evaporator terletak diantara katup ekspansi (expansion valve) dan kompresor AC.

Refrigerant atau freon AC yang telah dikabutkan oleh katup ekspansi akan memiliki temperatur serta tekanan yang rendah.

Refirgerant ini lalu akan disalurkan menuju ke evaporator.

Fungsi Evaporator AC

Pada dasarnya fungsi dari evaporator adalah kebalikan dari fungsi kondensor AC.

Apabila kondensor AC berfungsi untuk menyerap panas dari refrigerant kemudian dibuang ke udara, evaporator berfungsi untuk menyerap panas dari udara dan disalurkan ke refrigerant.

Secara mudahnya, evaporator akan menyerap panas yang dibawa oleh udara sehingga setelah melewati evaporator udara menjadi dingin.

Agar udara dapat melewati evaporator, blower memiliki peran penting untuk mengembuskan udara menuju ke evaporator.

Nah, udara dingin yang telah melalui evaporator ini yang kamu rasakan di dalam kabin mobil.

Cara Kerja Evaporator AC

Evaporator pada umumnya terbuat dari bahan alumunium, beberapa tipe evaporator berdasarkan kontruksinya antara lain tipe plate fin, tipe serpentine fin dan tipe drawn cup.

Konstruksi evaporator memang sederhana, tapi memiliki peran yang sangat penting pada sistem pendingin AC.

Jumlah panas dari udara yang diserap oleh evaporator akan sama dengan jumlah panas yang dibuang ke udara pada kondensor AC.

Jika panas udara yang diserap oleh evaporator tidak sama dengan panas yang dibuang ke udara pada kondensor AC, maka pada sistem AC terjadi gangguan.

Evaporator diletakkan pada sistem AC di operasi suhu rendah.

Oleh sebab itu pembekuan atau pembentukan es sering terjadi pada bagian sirip (fin) evaporator.

Ketika udara hangat menyentuh sirip-sirip evaporator dan menjadi dingin sampai di bawah temperatur pengembunan, uap air yang terbawa oleh udara akan mengembun dan menempel pada sirip-sirip evaporator.

Jika bagian sirip telah dingin dan mencapai temperatur di bawah 0 derajat C, maka dapat menyebabkan embun yang menempel pada sirip-sirip evaporator berubah menjadi es.

Gangguan pada Evaporator AC

Es pada sirip-sirip pendingin akan mengganggu proses pemindahan panas dari udara menuju evaporator sehingga efisiensi pemindahan panas akan turun.

Gangguan yang sering terjadi pada evaporator lainnya adalah sirip-sirip evaporator kotor.

Apabila sirip-sirip evaporator kotor maka aliran udara juga akan terganggu sehingga sistem pendingin menjadi tidak optimal.

Selain itu, kotoran yang terdapat pada sirip-sirip evaporator juga dapat menyebabkan udara yang melewati evaporator menjadi bau.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only