• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.115.200.000
Starting at
Rp 1.284.050.000
Starting at
Rp 326.400.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 594.600.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.013.820.000
Starting at
Rp 830.000.000

Tips

Fungsi dan Cara Memanfaatkan Jalur Penyelamat Rem Mobil Blong, Jangan Dipakai Untuk Selfie

By adminConnect

Ketika melintasi jalan tol ataupun jalan antar kota dengan kontur pegunungan yang penuh tanjakan dan turunan, kamu bisa melihat jalur penyelamat atau emergency safety area.

Jalur penyelamat memiliki fungsi vital sebagai peredam laju kendaraan jenis apapun ketika mengalami rem blong di jalanan menurun.

Keberadaan jalur penyelamat terbilang penting sebagai fasilitas forgiving road atau keselamatan pasif pada jalan karena berperan penting dalam menurunkan tingkat fatalitas jika terjadi kecelakaan.

Harapannya, mobil kamu dapat berhenti sempurna ketika memasuki jalur penyelamat sehingga tidak sampai menabrak apapun meskipun gagal mengerem.

Karena itu setiap jalan berbukit atau punya elevasi jalan naik turun wajib dilengkapi fasilitas jalur penyelamatan atau emergency safety area di sebelah kiri badan jalan.

Seperti Jalan Tol Trans Jawa dan Jalur Pantura yang cukup banyak jalur penyelamat seperti itu.

Rata-rata ketinggian jalur penyelamat sekitar 6 meter, dengan panjang 20 meter dan lebar 3 meter sebagi ramp-off area.

Cara Memanfaatkan Jalur Penyelamat

Bagi kamu yang mengalami masalah rem blong sehingga tidak sanggup mengurangi kecepatan, bisa memanfaatkan fasilitas darurat tersebut.

Saat kamu mengetahui rem blong atau tidak punya daya untuk menahan laju mobil lagi, hal pertama ialah jangan panik.

Tetap kemudikan mobil dalam kondisi normal dan pastikan kendaraan berada di sebelah kiri jalan.

Segera bantu kurangi kecepatan mobil dengan melakukan engine brake dan segera cari jalur penyelamatan di bahu jalan.

Ketika mulai masuk ke area penyelamatan darurat, cukup diamkan mobil dan biarkan melaju sampai kehabisan momentum dan benar-benar berhenti bergerak.

Jangan arahkan mobil ke kiri atau ke kanan karena bisa menabrak beton atau benda di sekitar.

Jalur penyelamatan yang sesuai aturan memiliki dasar dari bebatuan kecil (gravel) dan pasir.

Kedua jenis material tersebut mampu meredam laju kendaraan sehingga bisa berhenti dengan sempurna.

Jangan Pernah Berhenti di Jalur Penyelamatan

Meskipun sudah dipasang tanda berupa larangan berfoto dan berhenti di jalur penyelamatan, beberapa orang masih terlihat berhenti dan berfoto di jalur emergency tersebut.

Padahal jalur penyelamatan harus bebas dari aktivitas apapun karena dapat membahayakan, baik bagi pengemudi maupun orang yang ada di jalur penyelamatan.

Jalur penyelamatan merupakan spot yang dibuat untuk menangkap kendaraan yang bergerak liar akibat rem blong dan lain-lain, jadi harus bersih dari aktivitas-aktivitas apapun.

Sekalipun jarang terjadi, tetapi kamu tidak akan pernah tahu kapan ada kendaraan liar yang membutuhkan jalur penyelamatan.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, sebaiknya jangan berhenti atau bahkan nongkrong di jalur penyelamatan karena merupakan tindakan yang mengabaikan keselamatan.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only