• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 144.550.000
Starting at
Rp 197.700.000
Starting at
Rp 423.300.000
Starting at
Rp 326.050.000
Starting at
Rp 1.150.250.000
Starting at
Rp 247.750.000
Starting at
Rp 224.750.000
Starting at
Rp 501.800.000
Starting at
Rp 997.850.000
Sedan
Starting at
Rp 308.750.000
Starting at
Rp 641.900.000
SUV
Starting at
Rp 511.050.000
Starting at
Rp 2.181.250.000
Starting at
Rp 255.200.000
Starting at
Rp 492.950.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 143.800.000
Starting at
Rp 250.950.000
Commercial
Starting at
Rp 306.800.000
Starting at
Rp 231.550.000
Starting at
Rp 426.500.000
Sport
Starting at
Rp 2.147.100.000
Starting at
Rp 775.750.000

Tips

Hindari 6 Kesalahan Mengemudi Mobil Saat Hujan Untuk Mencegah Kecelakaan

By santo

Meski mulai jarang, tapi hujan deras masih kerap turun dan berisiko menimbulkan kecelakaan bila kamu tidak hati-hati.

Oleh sebab itu, kamu tidak boleh melakukan kesalahan tidak penting saat berkendara di kala hujan.

Selain menyulitkan, kesalahan tersebut malah bisa berujung celaka.

Apa saja kesalahan mendasar yang bisa bikin kamu celaka ketika hujan?

1. Alpa Cek Kondisi Mobil

Pastikan kamu tidak lupa melakukan pengecekan komponen mobil seperti lampu, ban, dan wiper.

Lampu yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan sehingga kendaraan lain dan kondisi jalan tidak terlihat dengan baik.

Wiper pun tak kalah penting, begitu bermasalah seperti tidak bisa menyapu dengan baik, akan menyulitkan kamu di jalan.

Telapak ban yang sudah aus membuat daya cengkeramnya menurun drastis dan kamu semakin kesulitan melewati genangan air di jalan.

Lakukan servis berkala di bengkel resmi Toyota untuk memastikan seluruh perangkat mobil, terutama yang terkait dengan mengemudi saat hujan, tetap berfungsi optimal.

2. Mengemudi Agresif

Berikutnya adalah kamu tidak bijaksana dalam memposisikan kecepatan mobil dalam kondisi hujan.

Pada saat kondisi basah ada potensi kemampuan pengereman berkurang, ditambah lagi daya cengkeram ban juga tak optimal alias licin, dan selip bertambah.

So, kamu harus bisa lebih tenang saat menyetir, minimal mengurangi kecepatan sekitar 20% dari biasanya dan tidak emosional ketika menghadapi pengguna jalan lainnya.

3. AC Tidak Dingin

AC mobil yang tidak dingin akan membuat kaca depan mobil berembun dan mengganggu visibilitas.

Jangan arahkan pula embusan pendingin udara atau AC ke kaca mobil.

Efek negatif yang bakal ditimbulkan adalah terbentuknya kabut yang menghalangi pandangan keluar dan kamu kesulitan mengatur laju mobil.

4. Tidak Hati-hati di Genangan Air

Tidak cermat ketika melibas genangan air bisa berujung masalah.

Ketika melihat ada genangan air, kamu tak tahu apakah ada lubang yang dalam atau tidak, pun ada potensi terjadi aquaplaning.

Jangan melakukan pengereman tiba-tiba ketika melihat genangan air di depan karena akan membuat ban mobil kehilangan daya cengkeram.

Cukup angkat kaki dari pedal gas dan biarkan momentum mobil mengurangi laju mobil dengan sendirinya.

Tahan setir lurus ke depan dan tidak membelokkan arah mobil karena bisa membuat kamu kehilangan kendali.

Sebaiknya perlahan-lahan ketika melalui genangan air dan perhatikan baik-baik dengan mengamati mobil di depan.

5. Mengalihkan Fokus Dari Jalan

Karena ingin update IG Story di wilayah banjir, kamu malah tidak fokus pada kondisi jalan.

Risiko kecelakaan bisa terjadi karena kamu tidak memperhatikan situasi di depan.

Mobilpun bisa mogok karena tidak memperhitungkan ketinggian genangan air dan kamu repot karena harus memperbaiki mobil yang rusak.

6. Tidak Patuh Aturan Lalu Lintas

Ambil misal, kamu tidak patuh batas kecepatan maksimal di jalan tol.

Padahal di jalan kering sekalipun bisa berisiko celaka jika tidak patuh, apalagi saat hujan deras melanda.

Atau tidak peduli petunjuk polisi di kawasan terdampak banjir sehingga terjebak macet atau bahkan mogok di tengah-tengah banjir.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only