• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 321.100.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 1.216.950.000
Starting at
Rp 258.100.000
Starting at
Rp 212.900.000
Starting at
Rp 506.750.000
Starting at
Rp 1.064.550.000
Sedan
Starting at
Rp 252.400.000
Starting at
Rp 649.250.000
SUV
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Starting at
Rp 240.500.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 144.900.000
Starting at
Rp 248.300.000
Commercial
Starting at
Rp 317.650.000
Starting at
Rp 246.750.000
Sport
Starting at
Rp 2.191.220.000
Starting at
Rp 830.000.000

Lifestyle

Jangan Egois, Begini Cara Bersepeda yang Aman Dalam Rombongan

By IndraKeren

Bersepeda bersama teman-teman merupakan cara yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

Masalahnya, kamu tidak bisa sembarang turun ke jalan dalam rombongan tanpa paham teknis di jalan.

Karena bersepeda di jalan artinya kamu harus berbagi jalan dengan pengguna jalan lain.

Artinya, dilarang egois dan ada beberapa hal harus kamu perhatikan sebelum ramai-ramai bersepeda dalam rombongan.

1. Rencanakan Perjalanan

Pelajari rute yang mungkin akan dilalui, gunakan google map atau gps pada smartphone.

Perhitungkan jarak tempuhnya, dan mintalah kepada pimpinan kelompok untuk mengalokasikan waktu istirahat di perjalanan. I

ni akan membantumu tidak cepat lelah, karena suatu saat kelelahan bisa jadi sumber malapetaka.

Kebanyakan kecelakaan bersepeda terjadi di akhir-akhir perjalanan, maka berhati-hatilah.

2. Waspadai Setiap Gerakan

Kadang kala pergerakan pengendara di depanmu bisa tidak terduga, dan membutuhkan kesigapan untuk menghindarinya.

Ambil jarak yang cukup di belakang pengendara lain.

Jika laju pesepeda tersebut tiba-tiba lambat atau berhenti mendadak, kamu masih punya cukup waktu untuk mengantisipasinya.

Pastikan pula rem sepeda kamu bekerja dengan baik.

Bahaya tidak hanya berasal dari pesepeda lain, tetapi juga kondisi jalanan yang tidak menentu.

3. Ambil Posisi Terbaik

Agar senantiasa tahu kondisi jalanan, pesepeda harus mengambil posisi yang tepat.

Usahakan jangan terlalu berada di pinggir, baik terlalu ke kiri maupun ke kanan.

Sebaiknya kamu berkendara di tengah-tengah lajur, untuk mendapatkan jangkauan pandangan yang luas.

Tentu saja hal ini berlaku jika jalan raya sedang sepi.

Apabila banyak kendaraan lain yang melintas, tentu kamu sudah tahu apa yang harus dilakukan.

4. Sigap Mengantisipasi Kendaraan

Sekali lagi, selalu waspadalah terhadap segala hal yang terjadi di hadapanmu.

Ini termasuk kendaraan dari arah berlawanan yang sewaktu-waktu bisa mengambil lajur kamu.

Perhatikan tanda-tanda dari mereka, seperti lampu sein, misalnya. Jika tak tampak memberi tanda, berarti kamu perlu memperlambat laju sepeda.

5. Usahakan Mudah Terlihat

Salah satu cara agar mudah dikenali adalah dengan mengenakan baju bercorak cerah atau berwarna menyala.

Jika sinar matahari redup atau sedang berkendara malam hari, kamu sebaiknya memakai aksesoris reflektif atau yang bisa menyala dalam gelap.

Selain itu, sepedamu setidaknya juga harus dilengkapi dengan lampu depan dan reflektor.

Reflektor merah biasanya terpasang pada bagian belakang sepeda, dan kuning di sisi-sisi pedal.

Reflektor dan lampu depan akan banyak membantu pesepeda ketika kondisi gelap.

6. Berkomunikasi dengan Pengguna Jalan Lain

Pengguna jalan bukan hanya kamu dan kelompok bersepedamu, tetapi juga banyak pengendara lainnya.

Untuk itu, kamu pun harus memastikan terjadinya kontak mata antara kamu dengan pengguna jalan lain.

Jangan terburu memutuskan sesuatu sebelum mereka benar-benar mengetahui keberadaan kamu.

7. Jangan Nekat Menyalip

Kamu akan sering menghadapi lalu lintas ramai.

Bahkan bukan tidak mungkin kamu akan berada di kondisi di mana semua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Menyalip kendaraan lain memang berguna untuk segera menghindari keramaian, tetapi harus dilakukan dengan super hati-hati.

Peluang terjadinya tabrakan cukup besar jika kamu berada di sela-sela kendaraan yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan.

Jadi bagi pemula, disarankan tidak mengambil keputusan riskan ini.

Jika menemui perempatan tanpa lampu lalu lintas, perhatikan pula kendaraan lain yang searah denganmu, untuk memastikan apakah dia akan belok kanan atau kiri.

8. Carilah Celah yang Aman

Apabila tidak ada cara menghindari halangan selain menyalip, periksalah sisi kananmu terlebih dulu.

Carilah celah yang cukup lapang sebelum mulai melesat untuk melalui kendaraan di depan.

Kamu mungkin perlu menunggu beberapa saat sampai kondisi benar-benar aman, baru kemudian menyalip kendaraan tersebut dengan leluasa.

9. Komunikasi

Komunikasi dalam rombongan adalah hal yang penting. Apalagi jika ada mobil atau motor yang berhenti di tepi jalan, atau ada lubang di permukaan jalan.

Komunikasi bisa dilakukan dengan memberi tanda atau menunjuk dengan tangan, atau yang paling gampang adalah dengan berteriak.

Makanya, biasanya dalam rombongan pesepeda ada yang namanya road captain sebagai pembuka jalan.

Road captain biasanya dipilih dari orang yang punya skill memadai dan pengalaman yang bisa diandalkan.

Lakukan briefing setiap akan mulai perjalanan untuk mengingatkan kembali pentingnya komunikasi antar anggota kelompok.

10. Patuh Aturan Lalu Lintas

Tips ini merupakan bagian yang paling penting.

Selalu ingat bahwa rombongan kamu berbagi jalan dengan sesama pengguna jalan lain seperti motor dan mobil.

Karena semua memiliki hak dan kewajiban yang sama, patuhi aturan lalu lintas.

Seperti tidak melanggar lampu lalu lintas yang sedang menyala merah karena ada risiko kecelakaan.

Atau mengemudi secara acak dan agresif sehingga mengganggu pengguna jalan lain.

Patuhi petunjuk road captain dan jangan seenaknya sendiri, seperti berbaris ke samping atau masuk ke jalur cepat khusus mobil.

Mengikuti peraturan lalu lintas akan menambah rasa aman dan kebersamaan dalam rombongan, dan yang pasti melindungi diri dari kecelakaan lalu lintas.

Ingat, pesepeda sangat rentan jatuh dan terluka.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only