• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 339.600.000
Starting at
Rp 145.390.000
Starting at
Rp 200.200.000
Starting at
Rp 1.210.650.000
Starting at
Rp 279.850.000
Starting at
Rp 227.250.000
Starting at
Rp 505.150.000
Starting at
Rp 1.058.250.000
Sedan
Starting at
Rp 311.950.000
Starting at
Rp 648.250.000
SUV
Starting at
Rp 516.400.000
Starting at
Rp 2.213.450.000
Starting at
Rp 257.700.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 143.800.000
Starting at
Rp 266.250.000
Commercial
Starting at
Rp 316.350.000
Starting at
Rp 245.850.000
Sport
Starting at
Rp 2.185.220.000
Starting at
Rp 828.800.000

Tips

Jangan Sampai Salah Beli, Begini Tanda-Tanda Mobil Bekas Kena Banjir

By adminConnect

Peminat mobil bekas harus ekstra hati-hati dalam memilih mobil, terutama terkait risiko mobil tersebut merupakan korban banjir.

Masalahnya adalah mobil bekas terendam banjir menyimpan segudang masalah yang akan merugikan kamu di kemudian hari.

Jika sampai salah memilih, kamu akan mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan.

Bagaimana cara menghindari membeli mobil bekas banjir?

1. Bau Tidak Sedap

Perhatikan bau interior saat kamu masuk mobil, apakah tercium bau tidak sedap seperti bau apek?

Bila iya, ada kemungkinan mobil tersebut pernah terendam banjir dan ada bagian yang basah dan susah dibersihkan sampai tuntas.

Kamu juga harus hati-hati dengan parfum mobil yang berlebihan karena mungkin digunakan untuk menyamarkan bau yang tidak normal.

2. Endapan Kotoran atau Lumpur

Kamu harus jeli memperhatikan endapan kotoran atau lumpur yang tidak wajar pada sudut dan sela interior.

Tempat-tempat yang perlu diperhatikan contohnya adalah lubang kisi-kisi AC, sudut panel dan kabel di belakang dasbor, penutup speaker, serta sela-sela dan rel jok mobil.

Periksa karpet dasar karena merupakan area yang paling mudah terkena air banjir yang masuk ke dalam kabin mobil.

Perhatikan apakah ada bau tidak sedap atau bahkan karpet dasar diganti baru padahal usia mobil masih relatif muda.

Selain interior, perhatikan pula kisi-kisi radiator mobil.

Jika ada sampah yang tersangkut, rusak atau tidak orisinil, ada kemungkinan mobil tersebut pernah terendam banjir.ter

Termasuk area kaki-kaki dan kolong spatbor yang memiliki risiko terdeteksi endapan kotoran.

3. Karat

Ciri lain mobil bekas banjir adalah karat dan korosi.

Periksa eksterior, pastikan tidak ada karat yang tidak wajar atau menyeluruh pada bodi, terutama kolong mobil misalnya di steering rack.

Pada interior, ada beberapa bagian yang perlu diperiksa, salah satunya adalah karat pada jok mobil dan pedal.

Rongga pintu juga menyimpan potensi berkarat karena posisinya rendah dan mudah kemasukan air.

Jangan terburu-buru, perhatikan secara seksama bila ada bagian yang mencurigakan seperti kolong mobil dicat ulang.

4. Mesin

Pada mobil bekas terendam banjir, ada potensi oli mesin tercampur dengan air.

Periksa warna oli mesin, apabila warnanya coklat keputihan itu indikasi bahwa air pernah masuk ke dalam mesin.

Selain warna oli, kamu juga perlu perhatikan suara mesin mobil.

Suara mesin yang belum diperbaiki setelah kena banjir akan terdengar lebih kasar dan keras dari normal.

Hati-hati bila bagian luar terlihat ‘terlalu bersih’ karena ada risiko pernah diturunkan.

5. Kerusakan Elektronik

Periksa setiap fungsi perangkat elektronik seperti lampu, audio, AC, wiper dan perangkat elektronik lainnya.

Hati-hati bila ternyata speaker mobil baru tapi terkesan asal ada saja, termasuk bagian lain sperti panel pintu dan jok mobil.

Pastikan semua berfungsi normal, terutama komponen yang letaknya rendah seperti pengatur jok elektrik.

Periksa rel jok depan dari risiko penggantian sensor airbag yang ditanam di bawah jok sopir dan penumpang depan.

Jika mau yakin, kamu bisa berkunjung ke bengkel resmi Toyota untuk melakukan pengecekan kondisi mobil untuk memastikannya bukan bekas kena banjir.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only