• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 339.600.000
Starting at
Rp 145.390.000
Starting at
Rp 200.200.000
Starting at
Rp 1.210.650.000
Starting at
Rp 279.850.000
Starting at
Rp 227.250.000
Starting at
Rp 505.150.000
Starting at
Rp 1.058.250.000
Sedan
Starting at
Rp 311.950.000
Starting at
Rp 648.250.000
SUV
Starting at
Rp 516.400.000
Starting at
Rp 2.213.450.000
Starting at
Rp 257.700.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 143.800.000
Starting at
Rp 266.250.000
Commercial
Starting at
Rp 316.350.000
Starting at
Rp 245.850.000
Sport
Starting at
Rp 2.185.220.000
Starting at
Rp 828.800.000

Automotive

Jenis Kerusakan pada Kondensor AC Mobil yang Bikin Kabin Gagal Dingin

By IndraKeren

Jika kondensor AC mobil mengalami kerusakan, tidak ada lagi komponen yang bertugas untuk menurunkan suhu panas refrigerant atau freon AC.

Akibatnya bisa ditebak, kabin mobil akan terasa panas karena AC tidak bekerja optimal.

Salah satu contoh kerusakan adalah kondensor bocor akibat terkena kerikil.

Selain bocor, ada beberapa kerusakan lain yang biasa terjadi pada kondensor AC.

Berikut jenis kerusakan yang umum timbul pada kondensor AC.

1. Kondensor Bocor

Kebocoran biasanya terjadi pada bagian pipa sambungan yang menghubungkan kondensor dengan AC mobil.

Akibatnya, proses penyaluran udara di dalam AC tidak maksimal sehingga suhu udara yang berembus terasa panas walaupun AC pada suhu paling dingin.

Bocornya kondensor biasanya disebabkan oleh kebiasan buruk selama mengemudi.

Misalnya, sering buka tutup kaca mobil sewaktu AC dinyalakan.

Dibukanya kaca mobil otomatis akan membuat polusi udara masuk ke dalam kabin dan diisap oleh AC mobil.

Kemudian masuk ke kondensor dan terjadilah penumpukan kotoran yang memicu kebocoran.

Kebocoran kecil sekalipun dapat membuat udara di dalam kabin terasa panas.

2. Kondensor Tersumbat

Tersumbatnya kondensor biasanya disebabkan oleh debu dan kotoran yang menumpuk di dalamnya.

Banyak dari kamu menyangka debu yang masuk bukanlah masalah besar karena partikelnya yang sangat kecil.

Walaupun partikelnya kecil kalau jumlahnya banyak pasti menghambat kinerja dari kondensor itu sendiri.

Kalau memang kondensor AC mobil kamu tersumbat, bersihkan secepat mungkin.

Jangan biarkan debu dan kotoran tersebut menempel terlalu lama.

3. Kondensor Panas

Selama proses pendinginan, kondensor AC tidak bekerja sendiri.

Pada saat AC dihidupkan, kondensor akan bekerja secara otomatis.

Tanpa diperintahkan sekalipun, kondensor langsung bekerja mengisap udara panas dan mendinginkan refrigerant atau freon AC.

Pada saat inilah suhu kondensor terkadang tidak stabil sehingga bisa mengalami overheating atau terlalu panas.

Adapun hal yang membuat kondensor overheat, antara lain:

- Fan atau kipas pendingin kondensor AC tidak berputar

- Kondensor terlalu kotor

- Oli kompresor terlalu banyak

- Cairan freon terlalu banyak

- Putaran visco fan radiator melemah

Untuk mencegah overheat, AC mobil boleh dilengkapi dengan extra fan.

Selain mencegah overheat, adanya dua fan atau kipas juga terbukti dapat mempercepat proses pendinginan.

4. Kondensor Sudah Tua

Setiap barang memiliki umur ekonomis masing-masing, tak terkecuali kondensor.

Kinerja kondensor yang sudah tua jelas berbeda dengan kondensor baru.

Jika ternyata umur kondensor AC mobil kamu sudah tua, disarankan untuk mengganti kondensor tersebut.

5. Kondensor Berkarat

Karat yang terdapat pada kondensor biasanya disebabkan karena banyaknya kotoran yang menumpuk di dalam AC.

Proses perkaratan juga semakin cepat akibat adanya tetesan air selama proses pendinginan.

Cek setiap komponen secara rutin untuk memastikan bahwa sistem AC mobil tidak bermasalah.

Dari kelima kerusakan umum pada kondensor AC mobil di atas, dapat disimpulkan bahwa penyebab utama rusaknya kondensor karena menumpuknya kotoran,debu, serta kerikil yang mengenai kondensor AC.

Bersarangnya debu dan kotoran akan menghambat kinerja kondensor, begitu juga dengan komponen lainnya, seperti filter kabin dan evaporator.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only