Toyota Astra Mototr Indonesia - Kuncinya Interaksi, Ini 7 Cara Bikin Anak Tidak Bosan Dalam Perjalanan Balik Lebaran

Travel

06 Juni 2019

Kuncinya Interaksi, Ini 7 Cara Bikin Anak Tidak Bosan Dalam Perjalanan Balik Lebaran

By Salsa

Menempuh perjalanan mudik Lebaran bersama ‘buah hati’ memang menyenangkan.

Apalagi tujuannya untuk wisata atau pulang ke kampung halaman melepas rindu berjumpa sanak saudara.

Tapi, jarak tempuh yang panjang, membuat waktu perjalanan juga lama.

Kondisi ini bisa membuat anak cepat merasa bosan dan jenuh.

Alhasil, anak akan menjadi rewel, bahkan menangis, yang berujung pada mengurangi konsentrasi berkendara selama perjalanan.

Dan ini sangat terasa saat perjalanan balik lantaran secara fisik dan mental umumnya anak sudah merasa lelah, bosan, dan jenuh.

Paling utama yang harus dipahami saat mengajak anak mudik menggunakan mobil menempuh jarak jauh adalah mengenai psikologis.

Biasanya kalau sudah terlalu lama, anak akan gampang bosan, apalagi bila kurang interaksi.

Untuk mengatasi masalah kejenuhan anak, kamu disarankan untuk banyak melakukan interaksi, seperti berbincang atau lainnya.

Tidak lupa, ada tujuh poin lain yang bisa disiapkan sebelum memulai perjalanan untuk mengurangi risiko kebosanan pada anak.

1. Pastikan kondisi kabin dibuat bersih dan rapi. Hal ini akan membuat penumpang termasuk anak-anak merasa betah dan tenang berada di dalam mobil.

2. Sediakan rear intertainment seperti film atau game yang bervariasi agar anak memiliki kesibukan sehingga mengalihkan rasa bosan dalam perjalanan. Tidak ada salahnya sediakan pula tema religi yang ringan agar hati anak tenang.

3. Sediakan makanan kecil dan minuman ringan yang tidak memiliki bau menyengat. Bila terpaksa membawa makanan yang memiliki bau, sebaiknya dikemas rapat sedemikian rupa dan dimakan saat di luar kabin.

4. Bertukar tempat duduk juga bisa menjadi salah satu upaya mencegah kebosanan agar view dan kondisi hati si anak selalu baik dan senang.

5. Ketika menyalakan audio atau video, pastikan volume suara diatur agar tidak mengganggu anak.

6. Hindari berakselerasi dan melakukan pengereman mendadak dengan cara lebih waspada dan jaga kecepatan kendaraan tidak terlalu tinggi.

7. Usahakan berhenti dan istirahat setelah berkendara sekitar dua jam. Hal ini bukan saja bermanfaat mengembalikan kebugaran dan konsentrasi pengendara namun juga bisa menghilangkan kejenuhan anak.

Khusus yang membawa balita, jangan lupa persedian popok yang cukup banyak.

Tapi ingat sebisa mungkin jangan mengganti di dalam mobil karena sangat berbahaya ketika tiba-tiba terjadi pengereman mendadak.

Comments 0

Please login or register to comment.

    There are no comments

Most Popular

top article

Shopping Tools