• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.115.200.000
Starting at
Rp 1.284.050.000
Starting at
Rp 326.400.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 594.600.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.013.820.000
Starting at
Rp 830.000.000

Technology

Perbedaan, Kekurangan, dan Kelebihan Sistem Penggerak Roda Mobil

By adminConnect

Sistem penggerak atau drivetrain merupakan salah satu hal yang vital pada sebuah mobil, ada FWD, RWD, AWD, dan 4WD.

Perbedaan penyaluran tenaga tersebut akan berpengaruh besar pada karakteristik sebuah mobil.

Front Wheel Drive (FWD)

FWD sesuai namanya, tenaga mesin disalurkan pada roda depan mobil.

Secara garis besar, kelebihan dari FWD ada dua yaitu ekonomis dan traksi.

Desain penggerak roda depan yang ringkas membuat mobil lebih efisien dalam menyalurkan tenaga ke roda depan.

Tentunya ini juga membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Selain itu, FWD memiliki part yang lebih sedikit dibanding RWD atau AWD.

FWD juga lebih mudah dipasang dan tentunya lebih mudah dan ekonomis dalam hal perawatan.

Keunggulan FWD lainnya terletak pada traksi bila dibandingkan dengan RWD.

Pada mobil FWD, mobil ditarik dari depan, berbeda dengan RWD yang didorong dari belakang.

Selain itu, beban di depan yang lebih besar juga membantu mobil untuk mendapat cengkeraman ban (grip) yang baik di depan.

Namun, beban besar pada bagian depan mobil tersebut tidak optimal untuk handling, terutama pada kecepatan tinggi dengan belokan yang yang curam.

FWD yang nose-heavy akan cenderung understeer alias susah belok alias mobil terasa akan melaju lurus terus.

Belum ditambah kerja roda depan yang berakselarasi sekaligus berbelok.

Inilah alasan kenapa mobil FWD tidak optimal untuk mobil performa tinggi atau mobil sport.

Rear Wheel Drive (RWD)

Kebalikan dari FWD, pada mobil RWD, tenaga mesin akan disalurkan ke 2 roda di belakang.

Beban yang disalurkan ke bagian belakang mobil ini memungkinkan mobil untuk memiliki keseimbangan beban depan-belakang yang lebih baik.

Hasilnya tentu adalah handling yang lebih baik sehingga banyak sportscar memiliki sistem penggerak roda belakang.

Selain itu, pembagian tugas roda depan dan belakang membuat mobil lebih seimbang dan memiliki respons kemudi yang lebih baik.

Roda belakang menyediakan power sementara roda depan bertugas mengendalikan arah mobil.

Secara teori, hal ini membuat mobil memiliki grip yang lebih baik ketika berbelok ketimbang pada FWD yang roda depannya berakselarasi sekaligus berbelok.

Berhubung beban di belakang tidak sebesar beban di depan membuat roda belakang lebih mudah kehilangan traksi dan cenderung oversteer.

All Wheel Drive (AWD)

AWD diperkenalkan untuk mengatasi berbagai masalah yang ditemukan pada FWD maupun RWD.

Pada AWD, tenaga mesin disalurkan kepada seluruh roda setiap saat.

Hal ini memungkinkan mobil untuk memiliki keunggulan yang sama dengan FWD dan RWD sekaligus mereduksi kekurangannya.

Sistem AWD terdiri dari dua jenis, yakni AWD yang diadaptasikan dari FWD dan AWD yang diadaptasikan dari layout RWD.

Umumnya, AWD yang diadaptasikan dari RWD berorientasi pada mobil balap atau mobil performa.

Kelebihan utama dari AWD adalah traksi alias grip yang sangat baik dalam berbagai kondisi jalan.

Jalan licin, permukaan kasar, hujan, mobil AWD akan mampu melesat lebih optimal dibanding sistem penggerak lainnya.

Kelemahan dari AWD yang pertama terletak pada berat.

Hal ini akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar.

Membuat sebuah sistem AWD pada mobil memerlukan perangkat dan sistem yang kompleks karena memiliki kendali elektronik.

Sistem yang kompleks juga membuat mobil menjadi rumit dan tidak mudah untuk di-maintenance.

Bagi sebagian car enthusiast, sistem AWD juga dinilai tidak seasyik RWD lantaran kemampuan mobil untuk melakukan fun things seperti drifting berkurang.

Four Wheel Drive (4WD)

4WD ini sangat identik dengan off-road, mobilnya pun umumnya SUV berukuran besar, truk atau crossover.

Sama halnya dengan AWD, pada 4WD tenaga juga disalurkan ke seluruh roda mobil.

Pada saat normal, mobil akan digerakkan oleh roda belakang (RWD) dan ketika sistem 4WD diaktifkan maka mobil akan berubah menjadi AWD.

Sistem ini diaktifkan dengan manual oleh pengemudi melalui tombol/tuas atau bisa juga secara otomotis oleh komputer (automatic 4WD).

4WD yang bisa dinon-aktifkan ini juga disebut dengan “part-time 4WD”.

Kebanyakan mobil 4WD modern adalah part-time 4WD.

Kebalikannya, mobil yang benar-benar 4WD alias tidak bisa diubah menjadi RWD disebut dengan full-time 4WD.

Perbedaan vital lainnya adalah pada 4WD tenaga mesin disalurkan dengan besaran yang sama ke seluruh roda.

Hal ini berbeda dengan AWD yang menyalurkan tenaga dengan besaran yang berbeda-beda (vectoring) pada rodanya.

Penyaluran tenaga yang sama ini sangat baik untuk manuver mobil pada kondisi jalan yang terjal dan kurang traksi di medan off-road.

Tapi hal ini akan menyulitkan di jalan normal karena keempat roda akan berputar dengan putaran tenaga yang sama sehingga membuat berbelok menjadi sulit, terutama di belokan curam.

Itulah mengapa pada kondisi normal sistem 4WD dapat dinon-aktifkan dan mobil menggunakan sistem RWD.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only