• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 362.700.000
Starting at
Rp 144.550.000
Starting at
Rp 197.700.000
Starting at
Rp 423.300.000
Starting at
Rp 326.050.000
Starting at
Rp 1.150.250.000
Starting at
Rp 247.750.000
Starting at
Rp 224.750.000
Starting at
Rp 501.800.000
Starting at
Rp 997.850.000
Sedan
Starting at
Rp 308.750.000
Starting at
Rp 641.900.000
SUV
Starting at
Rp 511.050.000
Starting at
Rp 2.181.250.000
Starting at
Rp 255.200.000
Starting at
Rp 492.950.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 143.800.000
Starting at
Rp 263.400.000
Commercial
Starting at
Rp 306.800.000
Starting at
Rp 241.700.000
Sport
Starting at
Rp 2.158.500.000
Starting at
Rp 775.750.000

Tips

Sebab Kamu Harus Balik Nama Asuransi Saat Jual Mobil Bekas

By IndraKeren

Tidak hanya faktor teknis seperti kondisi mesin dan kaki-kaki yang harus kamu perhatikan saat mau jual mobil bekas.

Yang tak kalah penting adalah surat-surat kendaraan seperti STNK dan BPKB, termasuk pula polis asuransi kendaraan.

Mengecek polis asuransi jadi penting karena jangan sampai kamu repot di kemudian hari, seperti adanya tagihan premi atau diminta bantu urus klaim kecelakaan.

Kamu harus kembali mengecek dengan seksama, jenis asuransi apa yang sebelumnya digunakan untuk mobil kamu, Comprehensive atau Total Loss Only (TLO).

Catat juga apakah ada perluasan atau tambahan perlindungan yang sebelumnya diajukan kepada perusahaan asuransi.

Lalu, informasikan pula kepada calon pembeli mengenai besarnya polis dan masa berlaku asuransi kendaraan agar tidak ada masalah.

Laporkan Transaksi ke Asuransi

Kalau sudah deal, kamu harus melaporkan transaksi ini ke perusahaan asuransi.

Bisa juga ke perusahaan leasing jika masih dalam masa angsuran pembelian mobil secara kredit.

Biasanya, asuransi sudah dijual sepaket untuk mobil yang dibeli secara kredit sehingga segala kegiatan yang berhubungan dengan mobil tersebut harus diketahui oleh pihak asuransi.

Untuk balik nama atau pindah nama polis asuransi mobil bekas yang dijual, kamu harus memberitahukan ke asuransi secara hitam di atas putih.

Hal ini perlu dilakukan untuk menjamin kepemilikan mobil bagi pihak pembeli dan melepas tanggung jawab kamu terhadap mobil itu.

Alhasil, jika mobil yang sudah di tangan pembeli mengalami risiko, kamu sebagai pemilik lama tidak perlu lagi repot-repot dengan urusan klaim.

Sebaliknya, jika kegiatan jual-beli tersebut tidak dilaporkan ke perusahaan pembiayaan, asuransi tidak memiliki kewajiban untuk mengabulkan klaim atas kerugian yang menimpa mobil yang sudah pindah tangan itu.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only