Ini Beda Mobil Listrik Dengan Mobil Hybrid Toyota
Saat ini sedang berkembang usaha untuk memasarkan mobil listrik di Indonesia.
Jauh sebelum wacana ini mengemuka, Toyota sudah serius mengembangkan mobil hybrid di Indonesia dengan kehadiran Toyota Prius tahun 2009.
Sejak itu, lanjut dengan kehadiran Toyota Camry Hybrid tahun 2012, Alphard Hybrid tahun 2015, dan C-HR Hybrid pada tahun 2019.
Tapi, masih banyak orang belum paham sepenuhnya mobil hybrid dan menyamakannya dengan mobil listrik.
Tidak sepenuhnya salah, karena mobil hybrid pun memanfaatkan motor listrik sebagai tenaga penggerak seperti mobil listrik.
Berikut beberapa perbedaan mobil listrik dan mobil hybrid Toyota.
1. Hybrid Pakai 2 Jenis Mesin
Mobil listrik sepenuhnya mengandalkan motor listrik, sementara mobil hybrid menggabungkan antara motor listrik dan motor bakar konvensional sebagai media penggerak.
Kamu tidak perlu bingung mana di antara motor listrik dan motor bakar yang akan bekerja karena sistem Hybrid Synergi Drive (HSD) akan mengatur mekanisme kerjanya.
Tersedia mode berkendara yang bisa dipilih oleh pengemudi yang disesuaikan dengan karakter mesin yang diharapkan.
Seperti ECO untuk berkendara irit, NORMAL untuk berkendara moderat, dan SPORT jika ingin memaksimalkan performanya.
Bahkan, mobil hybrid Toyota yang dipasarkan di Indonesia memiliki mode EV (Electric Vehicle) yang membuat kendaraan dapat beroperasi penuh hanya mengandalkan motor listrik.
2. Hybrid Tidak Butuh Isi Ulang Baterai
Jarak tempuh mobil listrik terbatas sampai akhirnya kamu harus mengisi ulang baterai.
Sementara mobil hybrid Toyota dapat terus beroperasi karena motor bakar juga berfungsi sebagai pengisi daya listrik baterai.
Alhasil, baterai mobil hybrid tidak pernah kosong dan tidak perlu berhenti untuk isi ulang.
3. Hybrid Tidak Butuh Tempat Isi Baterai
Mobil listrik membutuhkan tempat spesifik untuk pengisian ulang baterai dan kamu harus merelakan mobil tidak bisa digunakan selama proses berlangsung.
Memang, pengembangan pada sistem pengisian membuatnya bisa diisi di rumah.
Masalahnya, butuh daya sangat besar hingga di atas 3.000 Watt untuk sekali isi.
Karena pengisian baterai bisa dilakukan oleh motor bakar, mobil hybrid Toyota tidak butuh tempat isi ulang baterai.
Kamu tinggal menggunakannya, HSD yang akan mengatur pengisian baterai saat mobil berjalan.
4. Servis Mobil Hybrid Tidak Repot
Beberapa orang mengkhawatirkan bagaimana servis mobil hybrid Toyota dan ada keraguan apakah teknisi bengkel resmi Toyota mampu menangani mobil hybrid.
Tidak perlu khawatir, teknisi bengkel resmi Toyota sudah memenuhi kualifikasi untuk melakukan servis berkala dan perbaikan mobil hybrid sesuai standard Toyota global.
Alhasil, pemilik mobil hybrid Toyota tidak perlu ragu urusan after sales.
Termasuk urusan servis berkala yang tidak berbeda dari mobil biasa dan adanya garansi yang menjamin usia pakai seluruh komponen, termasuk komponen hybrid.