All New Alphard HEV

All New Alphard HEV

Starting FromRp1.407.300.000

Explore Get Your Offer
New GR Supra

New GR Supra

Starting FromRp2.237.600.000

Explore Get Your Offer
All New GR 86

All New GR 86

Starting FromRp1.016.800.000

Explore Get Your Offer
New Hilux D Cab

New Hilux D Cab

Starting FromRp448.600.000

Explore Get Your Offer
New Dyna

New Dyna

Starting FromRp398.400.000

Explore Get Your Offer
New Hiace Premio

New Hiace Premio

Starting FromRp659.700.000

Explore Get Your Offer
All New Voxy

All New Voxy

Starting FromRp615.000.000

Explore Get Your Offer
New Hilux S Cab

New Hilux S Cab

Starting FromRp283.700.000

Explore Get Your Offer
All New Vios

All New Vios

Starting FromRp369.900.000

Explore Get Your Offer
All New Avanza

All New Avanza

Starting FromRp239.700.000

Explore Get Your Offer
All New Veloz

All New Veloz

Starting FromRp292.900.000

Explore Get Your Offer
New Camry

New Camry

Starting FromRp809.800.000

Explore Get Your Offer
New Camry HEV

New Camry HEV

Starting FromRp945.400.000

Explore Get Your Offer
New Calya

New Calya

Starting FromRp167.300.000

Explore Get Your Offer
All New BZ4X BEV

All New BZ4X BEV

Starting FromRp1.190.000.000

Explore Get Your Offer
Compare Models

Click Models menu above to close

Models

news_4880TIPS

Automatic Behavior Syndrome Dapat Terjadi Saat Perjalanan Balik Lebaran, Badan Lelah dan Kurang Tidur Adalah Pemicu Utama

Automatic Behavior Syndrome Dapat Terjadi Saat Perjalanan Balik Lebaran, Badan Lelah dan Kurang Tidur Adalah Pemicu Utama

Faktor kelelahan dan mengantuk menjadi salah satu pemicu utama kecelakaan di jalan tol yang berujung fatal. Peristiwa yang terjadi umumnya adalah tabrakan dari belakang karena pengemudi dalam kondisi kehilangan kesadaran lantaran tubuhnya sudah tidak sanggup membuka mata dan merespons situasi.

Dilansir dari Kompas.com, biasanya microsleep atau highway hypnosis menjadi salah satu fenomena yang umum dialami pengemudi saat berkendara jarak jauh dalam durasi yang cukup lama, seperti perjalanan mudik dan balik lebaran.

Statisnya pemandangan lurus selama di jalan tol dapat menciptakan kondisi pengemudi menjadi jenuh dan letih, mengakibatkan pengemudi tertidur selama sepersekian detik. Hal ini bisa terjadi pada pengemudi manapun, bahkan mereka yang kualitas tidurnya mencukupi.

Namun selain microsleep, ada penyakit lain yang sama berbahaya, yaitu Automatic Behavior Syndrome (ABS). Fenomena yang terjadi karena pengemudi berkendara tanpa diselingi waktu istirahat. Berbeda dengan microsleep yang terjadi akibat kejenuhan rutinitas berkendara, ABS terjadi akibat kelelahan.

Selain kelelahan secara fisik, kelelahan secara mental atau keadaan stres juga dapat memperparah fenomena ABS ini. Serangan ABS bisa dialami oleh orang-orang yang kurang istirahat atau memiliki penyakit dalam saat mengemudi.

Pengemudi yang kurang istirahat dan memiliki penyakit dalam akan mudah mengalami keletihan dan mengantuk, apalagi kalau mengonsumsi obat rutin. Oleh karena itu, disarankan setiap dua jam dalam perjalanan panjang, berhenti untuk beristirahat.

Istirahat yang dilakukan oleh pengemudi juga bukannya tanpa aturan. Misal, istirahat dengan gerak badan selama 15 menit agar pengemudi tetap bugar. Semakin baik jika Anda melakukan power nap atau tidur singkat selama 30 menit.

Namun yang terpenting, pengemudi harus tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan panjang di malam sebelum berangkat balik. Durasi yang dianjurkan adalah minimal 8 jam. Patut diingat bahwa Anda telah melakukan perjalanan mudik dan silaturahmi di kampung halaman.

Dengan aktivitas yang sangat tinggi sebelumnya, dikhawatirkan tingkat kelelahan tubuh dapat mencapai puncaknya saat perjalanan balik yang juga menguras tenaga dan pikiran. Jangan lupa bahwa kemacetan di arus balik masih sangat mungkin terjadi.

Untuk itu perlu kesiapan fisik dan psikis yang sehat sebelum berkendara jarak jauh. Fisik yang sehat akan menjadi pondasi untuk kondisi psikologis yang lebih stabil. Kemudian, pada akhirnya kesiapan fisik dan emosional hanya bisa diperoleh dengan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan.

Dengan kondisi fisik dan psikis yang baik serta menyelingi perjalanan dengan istirahat berkala, harapannya fenomena ABS ini bisa diantisipasi dengan lebih baik.


Back to top