• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.065.450.000
Starting at
Rp 1.247.850.000
Starting at
Rp 321.100.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 649.250.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.211.320.000
Starting at
Rp 830.000.000

Tips

Cara Cegah Ban Mobil Rusak Karena Parkir di Rumah Saat PPKM Darurat, Hati-Hati Flat Spot!

By adminConnect

Mobil yang lama disimpan di garasi karena mengikuti aturan PPKM Darurat tidak bebas dari perawatan.

Pasalnya, tanpa kamu sadari, lama kelamaan tekanan angin pada ban akan berkurang karena mobil jarang tak digunakan.

Kalau tekanan angin kurang, dampaknya bisa membuat tekstur ban berubah, dan ini sangat berbahaya jika didiamkan.

Flat Spot Pada Ban Mobil

Selain faktor tekanan angin, perubahan tekstur ban bisa terjadi karena tekanan dari bobot kendaraan yang terlalu lama parkir di garasi.

Jika didiamkan terlalu lama, ban mobil kamu akan mengalami flat spot atau rata di bagian yang menapak di lantai karena terus menerus menjadi titik tumpu dari beban kendaraan.

Bahkan, dampak buruknya adalah ban bisa retak, pecah, dan rentan sekali meletus ketika mobil kembali digunakan.

Cara Mencegah Flat Spot

Ban mobil pasti kempis jika didiamkan terlalu lama sehingga kamu bisa menaikkan tekanan angin ban sekitar 10 PSI sebelum mendiamkannya di rumah.

Selain itu, kamu harus melakukan perubahan posisi ban mobil yang diparkir dalam waktu yang lama.

Kamu bisa maju atau mundurkan mobil supaya titik tumpu ban tidak di satu titik paling tidak seminggu sekali.

Atau kalau mau sekalian memanaskan mesin, kamu bisa bawa mobil keliling lingkungan rumah sejenak.

Khusus untuk tekanan angin, nitrogen bisa menjadi pilihan untuk mengurangi angin keluar dari ban.

Dibanding angin biasa, nitrogen memang punya kelebihan karena memiliki partikel udara yang lebih besar sehingga lebih tahan lama berada di dalam ban.

Perawatan Ban Lainnya

Meski begitu, ban mobil tetap membutuhkan perawatan lain selama ditinggalkan di garasi rumah.

Langkah yang bisa dilakukan di antaranya adalah:

1. Meski sudah ditambah tekanannya, kamu tetap harus memeriksa tekanan angin seluruh ban mobil, termasuk ban serep yang kerap terlupakan.

Ban yang kekurangan tekanan menyebabkan mobil jadi berat dan sulit bergerak sehingga konsumsi BBM jadi boros karena mesin bekerja lebih berat.

Selain itu, bagian tengah telapak ban juga jadi lebih cepat botak karena tekanan bertumpu di sana.

Dan jangan salah, tekanan ban yang lebih rendah membuat ban punya potensi meledak lebih besar karena dinding ban mendapatkan tekanan yang lebih tinggi daripada seharusnya.

Tekanan angin ban juga tidak boleh berlebih sebab akan mengurangi kenyamanan karena terlalu keras dan ban lebih botak di sisi tengah karena terpusatnya tumpuan.

Selain itu, laju kendaraan juga lebih sulit dikendalikan karena cengkeraman ban terpusat di tengah telapak ban yang tidak menapak sempurna ke aspal karena kelebihan tekanan.

2. Memeriksa alur telapak ban juga bisa kamu lakukan saat di rumah.

Biasanya, kedalaman alur ban itu sekitar 1,6 mm, ditandai oleh tonjolan di alur ban yang diberi nama Tread Wear Indicator (TWI).

Segera ganti ban bila tanda tersebut sudah sejajar dengan tinggi telapak ban.

Letak TWI yang ada di beberapa titik ban juga bisa menjadi gambaran mengenai tingkat keausan ban.

Jika tidak merata, bisa jadi ada masalah di sektor suspensi dan kemudi.

3. Disarankan untuk melakukan rotasi ban setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali, mana yang tercapai lebih dahulu.

Rotasi membuat seluruh ban ‘merasakan’ tugas dan tanggungjawab yang sama sehingga tingkat keausan ban dapat merata.

Apalagi ada kecenderungan ban depan lebih cepat habis telapaknya lantaran memegang beban paling besar saat mobil bergerak.

Namun karena proses ini cukup merepotkan, kamu bisa memanggil layanan Toyota Mobil Service (TMS) yang tetap diijinkan beroperasi saat PPKM Darurat untuk servis berkala di rumah sekaligus rotasi ban mobil.

Hubungi bengkel resmi terdekat untuk informasi lebih lanjut.

4. Jangan lupa memeriksa tutup pentil ban mobil.

Tugas ini memang sepele, karena apalah artinya tutup pentil ban.

Namun faktanya, secara perlahan angin akan keluar lewat pentil jika tidak ditutup.

5. Periksa kondisi pelek dari potensi kerusakan.

Jika sampai terjadi sesuatu pada pelek, seperti bibir pelek pecah, hampir pasti ban mobil akan mendapatkan tekanan sangat berat saat kejadian.

Bisa saja ban jadi rusak, seperti dinding ban benjol atau robek.

Pelek yang rusak juga membuat keseimbangan ban berubah dan kamu harus melakukan balancing.

Bahkan jika kerusakannya terlalu berat, malah wajib ganti pelek.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only