• Vehicles
  • Shopping Tools
  • After Sales
  • Others
Vehicles
MPV
Starting at
Rp 1.065.450.000
Starting at
Rp 1.247.850.000
Starting at
Rp 321.100.000
Starting at
Rp 146.190.000
Starting at
Rp 187.600.000
Starting at
Rp 260.100.000
Starting at
Rp 510.850.000
Sedan
Starting at
Rp 254.100.000
Starting at
Rp 649.250.000
SUV
Starting at
Rp 245.500.000
Starting at
Rp 517.300.000
Starting at
Rp 2.219.550.000
Hybrid
Hatchback
Starting at
Rp 262.500.000
Starting at
Rp 144.900.000
Commercial
Starting at
Rp 251.700.000
Starting at
Rp 323.650.000
Sport
Starting at
Unavailable
Starting at
Rp 2.211.320.000
Starting at
Rp 830.000.000

Travel

Mengapa Dilarang Menyalip atau Mendahului di Jembatan dan Terowongan?

By salsa

Mendahului atau menyalip atau melewati kendaraan lain tidak boleh dilakukan sembarangan, seperti di tikungan.

Karena menyalip di tikungan bisa dikatakan berbahaya lantaran kamu dan pengemudi dari arah berlawanan tidak bisa melihat satu sama lain.

Pun begitu, ada lokasi lain yang kamu dilarang untuk menyalip atau mendahului kendaraan lain yakni di terowongan atau jembatan.

Termasuk pula pindah lajur untuk jalan dengan lajur searah lebih dari satu sebaiknya tidak dilakukan di terowongan atau jembatan.

Mengapa Berbahaya? 

Kamu sebagai pengemudi dilarang menyalip di dua tempat tersebut karena risiko kecelakaannya lebih besar dibanding tempat lain. 

Bahayanya karena kalau di terowongan visibilitas kamu akan berkurang drastis karena lebih gelap.

Memang ada lampu penerang jalan, tapi tidak seterang cahaya matahari di siang hari dan mata kamu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan keadaan sekitar yang berubah drastis.

Selain itu, terowongan juga dibatasi oleh dinding beton yang membuat area run-off jika terjadi kecelakaan kian terbatas.

Sedangkan di jembatan, ruang untuk menyalip juga terbatas karena tidak ada bahu jalan lantaran di sisi kanan dan kirinya ada pagar.

Selain itu, jembatan rentan pula terhadap embusan angin, terutama dari samping, yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan.

Di sampjng tentunya sambungan antar bagian jembatan yang fleksibel membuat jembatan bergoyang ketika dilalui.

Peluang Kecelakaan Tinggi

Peluang kecelakaan karena menyalip di dua lokasi itu terbilang tinggi, bahkan disebut lebih dari 70 persen.

Jadi menyusul di terowongan dan jembatan itu sama bahayanya dengan menyalip kendaraan di tikungan karena berbagai keterbatasan yang mengadang.

Makanya pada terowongan dan jembatan terdapat marka jalan berupa garis lurus dan bukan putus-putus. 

Garis lurus artinya tidak boleh mendahului kendaraan lain di depan meskipun memungkinkan.

Marka itu juga membuat kamu tidak boleh pindah lajur untuk jembatan atau terowongan dengan lebih dari 1 lajur jalan searah. 

Hal tersebut tertuang dalam PP Nomor 43 Tahun 1993 Pasal 21 ayat 1, yaitu marka membujur berupa garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi garis tersebut.

Privacy Policy | Legal Cookie | Contact Us
©2020 Toyota Astra Motor
All information applies to Indonesia vehicles only